BERITA BOLA

Tak Termaafkan? 11 Pemain Legenda Klub Yang Menyeberang Ke Rival Bebuyutan

Bagi fans garis keras sepakbola, sebuah klub adalah ‘Kuil Pemujaan’ yang dihuni para ‘Pejuang Tangguh’ dengan dasar ‘Kesetiaan’. Namun kita terkadang lupa bahwa dalam dunia profesionalisme, uang bayaran menjadi salah satu faktor penting juga dalam karir seorang pemain. Tak jarang sepanjang sejarah permainan ini kita dengar seorang punggawa yang dielu-elukan sebuah tim malah kemudian hijrah ke klub lain yang merupakan rival bebuyutan. Berikut Bolazola coba jabarkan 11 diantaranya dalam sebuah kesebelasan fiktif berformasi 3-4-3. Apakah (mantan) pemain kebanggaan kamu adalah salah satunya?

Kiper : Peter Schemeichel

Pindah dari / ke : Manchester United -> Manchester City

Selama delapan musim mulai dari 1991 hingga 1999, Peter Schmeichel adalah sosok heroik di bawah mistar gawang Manchester United dan dianggap sebagai salah satu deputi terbaik yang pernah dimiliki klub tersebut. Penampilan hebatnya menjadi salah satu kunci ketika United meraih Treble atau tiga gelar sekaligus di musim 1998 / 1999. Diharapkan akan pensiun di Old Trafford, Schmeichel malah pindah tak lama setelah meraih kegemilangan tersebut. Ia sempat melanglang buana sejenak ke Portugal bersama Sporting Lisbon dan kembali ke Inggris untuk membela Aston Villa, lalu berlabuh ke Manchester City dengan status bebas transfer di tahun 2002. Keputusan terakhir membuat Schmeichel sempat dihujat fans Setan Merah, dan juga sejumlah punggawa yang merupakan rekan lamanya seperti Gary Neville. Tak hanya sekedar berganti kostum, di City, Schmeichel pernah membawa timnya mengalahkan United dengan skor telak 3-1. Kezel!

 

Bek Tengah : Abel Xavier

Pindah dari / ke : Everton -> Liverpool

Lebih dikenal sebagai pemain dengan gaya rambut spektakuler pre-Pogba, karir Abel Xavier bisa dikatakan biasa-biasa saja. Ia pertama hijrah ke Inggris untuk membela Everton di tahun 1999, namun tak mampu berbicara banyak dan hanya bermain sebanyak 43 kali untuk The Toffees selama 3 musim. Setelahnya, Xavier membuat keputusan mengejutkan bagi publik Goodison Park dengan menyeberang ke Liverpool di tahun 2002. Di musim perdananya, Xavier berperan cukup baik sebagai pelapis Sami Hyppia di 14 laga dan mencetak 1 gol, sayang perseteruannya dengan pelatih Gerard Houllier berbuntut panjang. Xavier pun ‘dibekukan’ dari tim inti di tahun keduanya dan tak pernah lagi diturunkan. Selepas dijual, pemain asal Portugal itu bermain di lima klub berbeda sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2008.

 

Bek Tengah : Sol Campbell

Pindah dari / Ke : Tottenham Hotspur -> Arsenal

Meski masih banyak lagi nama-nama ‘pengkhianat’ di daftar ini, namun sedikit yang melakukannya setega Sol Campbell. Mengawali karir di tim akademi Tottenham dan menembus tim inti di usia 18 tahun, bek berpostur tinggi besar itu membawa Tottenham kepada kejayaan dengan menjuarai Piala Liga Inggris tahun 1999 sebagai kapten, dan namanya pun dipuja sebagian besar fans Spurs. Namun di tahun 2002, ketika durasi kontraknya habis, Campbell malah memutuskan untuk bergabung bersama Arsenal secara gratis! Alasan utamanya adalah ia berhasrat untuk tampil di Liga Champion. Bagi Arsenal, kedatangan Campbell bagai mendapat durian runtuh dan ia langsung menjadi sosok tangguh di pusat pertahanan bersama Tony Adams dan kemudian Kolo Toure, tapi bagi pendukung Tottenham, Campbell masih disebut sebagai ‘Yudas’ sang penghianat, bahkan hingga saat ini.

 

Bek Tengah : William Gallas

Pindah dari / Ke : Arsenal -> Tottenham Hotspur

Agak menggelikan memang jika melihat fakta bahwa William Gallas adalah kebalikan dari Sol Campbell dalam konteks ‘menyeberang ke klub rival’. Karirnya bersama The Gunners bisa dikatakan mengalami naik turun, meski ia cukup dicintai fans klub tersebut dan bahkan sempat mengemban jabatan kapten. Setelah empat musim, pelatih Arsene Wenger memutuskan untuk tak memperpanjang kontrak Gallas di tahun 2006, tapi mungkin tak mempercayai mata kepalanya sendiri saat sang bek multiposisi memutuskan untuk menerima pinangan Tottenham. Kendati awalnya hanya ditawari kontrak berdurasi 1 tahun, Gallas bermain gemilang dan bermain di White Hart Lane selama tiga musim, sebagai pelapis handal bagi Michael Dawson dan Ledley King. Hingga saat ini, fans Arsenal masih kesal bila membicarakan tentang Gallas, terlebih jika mengingat bahwa ia ‘mewarisi’ nomor punggung 10 milik legenda Dennis Bergkamp semasa merumput di klub tersebut.

 

Gelandang Kanan : Luis Figo

Pindah dari / Ke : Barcelona -> Real Madrid

Bila Sol Campbell dianggap ‘Yudas’, maka mungkin fans ultras Barcelona menganggap Luis Figo sebagai ‘Lucifer’. Tindakannya yang serta merta menyebrang ke rival sengit Real Madrid di puncak kejayaannya membuat Figo menjadi sosok tidak populer di mata pendukung klub asal Catalan tersebut. Saat ia pertama kali menjalani derby sebagai punggawa Madrid di Camp Nou, para fans Barca menyambut sang pemain dengan murka, baik secara harafiah maupun kiasan. Dari benda-benda yang dilemparkan pada winger gentas tersebut, mungkin yang paling dikenang adalah sepotong kepala babi, yang mendarat beberapa meter darinya ketika mengambil sepak sudut. Figo kemudian menjalani karir yang sukses di Madrid sebagai bagian dari gelombang pertama Los Galacticos bersama Luis Ronaldo, Zinedine Zidane dan David Beckham. Semasa merumput di Bernabeu, ia menyumbangkan 2 gelar La Liga dan 1 piala Liga Champion.

 

Gelandang Tengah : Mario Gotze

Pindah dari / Ke : Borussia Dortmund -> Bayern Munchen

Mario Gotze mencuat ke skena sepakbola Jerman di tahun 2010 sebagai wonderkid jebolan akademi Dortmund era Jurgen Klopp yang membawa klub tersebut ke era kejayaan mutlak dengan dua gelar Bundesliga beruntun dan melangkah ke final Liga Champion tahun 2013. Fans Dortmund pun kemudian dibuat shock oleh pernyataan klub tersebut bahwa Gotze akan bergabung dengan Bayern Munchen di bursa transfer musim panas tahun itu dengan banderol 37 juta Euro, hanya beberapa saat menjelang partai semifinal Liga Champion menghadapi Real Madrid. Tak pelak, Gotze pun sempat menjadi bahan cemoohan terutama kala dimainkan saat tim barunya, Bayern dijamu Dortmund di Signal Iduna Park. Namun di tahun 2016, Gotze memutuskan untuk kembali ke Dortmund dan menyatakan bahwa ia menyesal bergabung bersama Bayern. Fans Dortmund pun menerimanya kembali dan ia saat ini tengah membantu klub berjuluk Tembok Kuning tersebut memulai awal yang hebat di Bundesliga.

 

Gelandang Tengah : Andrea Pirlo

Pindah dari / Ke : Internazionale -> AC Milan

Pirlo mungkin akan dikenal publik sepakbola umum sebagai legenda AC Milan, namun ia sesungguhnya pernah bergabung bersama klub rival sekota Rossoneri; Internazionale Milan di tahun 1998. Di tim berkostum biru-hitam itu, bakatnya gagal dimaksimalkan dengan baik dan ia pun harus terdepak dari tim inti, dipinjamkan kembali ke klub asalnya, Brescia, sebelum AC Milan akhirnya memutuskan untuk meminangnya. Hasilnya? Tak usah ditanya lagi. Di bawah bimbingan Carlo Ancelotti, Pirlo menjelma menjadi salah satu pemain tengah terbaik sejagat raya dan menyempurnakan peran Regista yang mendarah daging dengan dirinya setelah itu. Dengan Pirlo menguasai lini tengah, Milan sempat merajai Eropa dan memenangkan sejumlah gelar bergengsi; diantaranya dua gelar Serie A, dua gelar Liga Champion serta satu Coppa Italia. Ia pun menjadi bagian integral kala tim nasional Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Setelah membela Milan, Pirlo hijrah ke Juventus dan makin sukses disana dengan empat Scudetto berturut-turut selama empat musim membela Si Nyonya Tua. Kini, fans Inter hanya bisa berandai-andai jika klub kesayangan mereka mampu menggali potensi Pirlo lebih dalam kala memilikinya dulu.

 

Gelandang Kiri : Johan Cyruff

Pindah dari / Ke : Ajax Amsterdam -> Feyenoord Rotterdam (Pasca-Barcelona)

Salah satu pemain terbaik yang pernah menginjakkan kakinya di lapangan hijau sepakbola, Johan Cyruff menempa ilmu di akademi muda Ajax yang tersohor sebelum akhirnya ‘naik pangkat’ menjadi punggawa utama dan menjadi poros utama pola ‘Total Voetbal’ andalan Belanda. Maka tak mengherankan saat Barcelona memboyongnya ke Camp Nou setelah serangkaian musim yang hebat di tahun 1964 – 1973 dimana Cyruff mencetak total 253 gol dari 322 laga bersama Ajax dan membantu klub kebanggaan Amsterdam itu meraup 13 trofi bergengsi; diantaranya 3 kali juara Piala Europa. Selepas merumput di Spanyol berrsama Barcelona (dan Levante), Cyruff pulang kampung untuk membela Ajax dan mempersembahkan dua trofi dalam dua musim, namun di akhir musim 1982/1983, Ajax membuat kesalahan fatal dengan tak kunjung menawarkannya kontrak baru. Cyruff pun muntab dan memutuskan untuk hijrah ke klub rival Ajax di Eredivisie; Feyenoord Rotterdam. Lebih jauh lagi, ia membantu klub tersebut menjuarai Liga Belanda dan Piala Belanda di musim pertama dan satu-satunya berada di sana, dan langsung gantung sepatu setelahnya.

 

Penyerang Kanan : Carlos Tevez

Pindah dari / Ke : Manchester United -> Manchester City

Setelah membawa klub Inggris pertamanya, West Ham, lepas dari zona degradasi, Tevez menerima pinangan Manchester United di musim 2007/2008 dan langsung menggebrak dengan mempersembahkan tiga gelar Liga Primer Inggris serta satu kali Liga Champion di empat tahun pertamanya. Sayangnya, pihak United sepertinya enggan memperpanjang kontrak striker tajam tersebut terlepas dari semua jasa-jasanya. Tevez pun kesal dan langsung menerima tawaran rival sekota, Manchester City, mengabaikan teriakan protes dan kemarahan para fans. Di City, Tevez juga bermain gemilang dan mampu membawa klubnya memenangkan Piala FA dan juga Liga Primer Inggris. Dalam satu kesempatan, Tevez juga terlihat melakukan gerakan ‘bisa kau dengar aku sekarang’ ke arah mantan pelatihnya, Sir Alex Ferguson kala ia mencetak gol ke gawang klub lamanya tersebut di semifinal Piala Liga. Makjleb..

 

Penyerang Tengah : Michael Owen

Pindah dari / Ke : Liverpool -> Manchester United (Setelah Newcastle United)

Kendati tidak secara langsung melakukannya, namun tindakan Michael Owen juga cukup mematahkan hati para fans Liverpool. Selepas meninggalkan Anfield untuk bergabung bersama Real Madrid di tahun 2005, para pendukung dan staf klub The Reds mendoakan yang terbaik bagi striker legendaris mereka tersebut; pun demikian kala ia memutuskan untuk kembali ke Inggris dan memperkuat Newcastle United selama empat musim. Namun di tahun-tahun terakhir karirnya, alih-alih kembali ke Liverpool, Owen malah menerima tawaran dari rival pahit klub tersebut, Manchester United, untuk bermain sebagai striker cadangan. Agak aneh melihat Owen kemudian bermain (tak terlalu sering) dengan seragam United, namun kenyataannya ia memang menghabiskan waktu di sana selama tiga musim, mencetak 5 gol dari total 31 penampilan, dan pensiun setelah satu musim di Stoke City. Akhir yang cukup ‘canggung’ bagi penyerang legendaris yang namanya pernah sejajar dengan David Beckham.

 

Penyerang Kiri : Robin Van Persie

Pindah dari / Ke : Arsenal -> Manchester United

Disebut-sebut sebagai ‘titisan Dennis Bergkamp’, fans Arsenal girang bukan kepalang ketika Arsene Wenger mengumumkan telah membeli pemain Belanda tersebut dari Feyenoord Rotterdam di tahun 2004. Dan kemudian, euforia itu terbukti benar; Van Persie menjelma menjadi mesin gol mematikan di lini depan The Gunners bersama Thierry Henry. Selama delapan musim, Van Persie mencetak 96 gol dari 194 pertandingan, dan tak sedikit pendukung Arsenal yang mengharapkan ia melewati angka 100, namun tak dinyana Van Persie malah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya, dan ‘menyeberang’ ke musuh bebuyutan Manchester United. Kepindahan Van Persie tersebut diwarnai aksi protes pendukung Arsenal, yang tak percaya bahwa pemain kesayangan mereka bisa bertindak ‘setega’ itu, alhasil, ditengah badai kritik dan cemooh, Van Persie bergeming dan memberikan seratus persen kemampuannya untuk United; mencetak 48 gol dari 86 laga dan membantu Setan Merah meraih gelar Piala Fa dan Liga Inggris sebelum akhirnya hengkang ke Turki bersama Fenerbahce.

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top