BERITA BOLA

Tabrakan Dengan Rekan, Kiper Legendaris Persela Meninggal Dunia

Awan duka menaungi sepakbola Indonesia setelah kiper kebanggaan Persela, Choirul Huda harus meregang nyawa akibat bertabrakan dengan sesama rekannya di laga lanjutan Liga Gojek Traveloka 1 kontra Semen Padang hari Minggu (10/15) silam.

Kejadian naas itu bermula pada menit 44, bek anyar Persela Ramon Rodriguez berniat menghalangi striker Semen Padang Marcel Sacramento yang berlari menyongsong bola sendirian di kotak penalti. Entah karena kurangnya komunikasi, ia tak melihat kiper Huda yang juga maju untuk menangkap bola, dan lutut pemain Brasil itu telak mengenai dada Huda. Sesaat setelah kejadian, terlihat Choirul Huda berjongkok menahan sakit dan memegangi dada serta rahangnya.

Mencium gelagat tak beres, tim medis langsung membawa tandu dan tabung oksigen untuk merawat Huda yang mulai kehilangan kesadaran. Ia pun segera dibawa ke Rumah Sakit setempat dengan ambulans untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Sayangnya, meski telah berupaya keras, tim medis tak mampu menyelamatkan nyawa Huda. Kiper berusia 38 tahun itu pun dinyatakan meninggal dunia hanya sesaat selepas pertandingan usai. Hasil visum menyatakan bahwa Huda meninggal karena Hypoxia dan kerusakan syaraf leher yang menyebabkan oksigen tak bisa mengalir ke bagian otak.

Kabar ini pun sontak mengejutkan banyak khayalak sepakbola baik dalam maupun luar negeri. FIFA sendiri sampai mengucap turut berbelasungkawa atas kecelakaan tragis tersebut, begitu pula sejumlah pemain berkelas dunia seperti Paul Pogba melalui akun twitternya.

Ungkapan duka cita Pogba pada Choirul Huda

Choirul Huda mengawali debutnya di Persela Lamongan pada tahun 1999 dan tak pernah tergoda untuk pindah ke klub lain sejak saat itu. Ia telah mencatatkan lebih dari 500 pertandingan bersama Laskar Joko Tingkir hingga didapuk sebagai kapten berkat kharisma serta performanya yang relatif stabil. Huda sendiri sempat mengaku mencintai Persela dengan segenap hati dan tak pernah berniat pindah, meski terkadang ia mendapat cemoohan dari para suporter Persela sendiri kala tim tampil buruk. Sampai akhir hayatnya pun dilaluinya dengan memakai seragam penjaga gawang kuning kebanggaan Persela.

Bolazola mengucapkan turut berbelasungkawa kepada tim Persela dan keluarga yang ditinggalkan. Selamat jalan, Cak Huda! Kamu betul-betul seorang legenda!

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top