BERITA BOLA

Swansea Memecat Guidolin

Kekalahan yang telah didapatkan oleh Swansea City dari Liverpool telah menjadi pertandingan terakhir dari Francesco Guidolin sebagai pelatih Swansea. Guidolin telah dipecat dari posisinya dan digantikan oleh pelatih interim, Bob Bradley.

Pemecatan pada Guidolin ini bertepatan dengan ulang tahunnya ke – 61, pada tanggal 3 Oktober 2016. Guidolin telah meninggalkan Swansea City setelah berada di Stadion Liberty selama 9 bulan. Pelatih berkebangsaan Italia tesebut telah menjadi pelatih pertama di ajang Liga Premier Inggris yang telah kehilangan pekerjaannya pada musim ini.

Atas hasil negatif tersebut, Swansea City pun baru dua kali meraih kemenangan dari 9 laga yang sudah dijalaninya di musim ini. Setelah menang tipis dari Burnley 1 – 0 pada pekan pertama, selanjutnya The Swans tak pernah lagi meraih kemenangan dari 6 laga di kompetisi Liga Premier Inggris. Bahkan mereka telah merasakan tiga kekalahan secara beruntun.

Hasilnya, kini The Swans pun berada pada peringkat 17 pada klasemen sementara Liga Premier Inggris. Mereka hanya mampu mengoleksi 4 gol. Tidak hanya itu saja, Swansea pun hanya unggul dalam selisih gol dari penghuni zona degradasi, West Ham United yang juga memiliki koleksi angka sama.

Pada saat menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Guidolin, Bradley berhasil menyisihkan eks pelatih interim Setan Merah, Ryan Giggs. Tetapi pengalaman Giggs yang masih minim sebagai pelatih, telah menjadi alasan mengapa akhirnya Swansea lebih memilih Bradley.

“Jelas saja kami merasa kecewa telah berpisah dengan Francesco,” ungkap Huw Jenkins selaku pemilik Swansea City sebagaimana yang telah dilansir dari The Guardian.

“Kami memang merasa dirinya pantas untuk bisa mendapatkan kesempatan setelah apa yang sudah dirinya lakukan di musim lalu,” imbuhnya.

“Namun sayang, kami tak mampu melanjutkan performa sebagaimana yang terjadi pada musim lalu. Sehingga kami pun merasa perlu adanya perubahan yang cepat untuk bisa terus maju dengan laju yang positif,” jelasnya.

Bradley sebelumnya lebih banyak menghabiskan karir sebagai pelatih di Negeri Paman Sam. Bradley juga pernah menjadi pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mesir, klub di Norwegia Stabaek serta berlaga di Ligue 2 bersama Le Havre.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top