BERITA BOLA

Starting XI Pembelian Terburuk Arsene Wenger Di Arsenal

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, dikabarkan telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan pihak klub. Pria gaek asal Prancis itu akan memperpanjang masa baktinya untuk dua musim ke depan. Selama karirnya menukangi Arsenal, opa Wenger dikenal telah mengorbitkan sejumlah pemain kelas dunia seperti Thierry Henry, Patrick Vieira, Robin Van Persie, Cesc Fabregas, Robert Pires, Ashley Cole dan masih banyak lagi, namun tak jarang pula perhitungannya meleset dan pemain yang didatangkannya gagal memberi kontribusi maksimal. Berikut kami susunkan daftar sebelas pembelian terburuk opa Wenger untuk Arsenal sejauh ini dalam bentuk formasi fantasi 4-4-2.

Kiper : Manuel Almunia

Didatangkan dari / tahun : Celta Vigo / 2004

Di kondisi primanya, Almunia bukanlah kiper yang buruk, namun juga tidak bisa dikatakan bagus-bagus amat. Kendati demikian, penjaga gawang asal Spanyol itu mampu membukukan waktu bermain di 100 pertandingan dalam rentang waktu 8 musim. Ia juga dikabarkan pernah dipertimbangkan untuk beralih kewarganegaraan dan menjadi penjaga mistar tim nasional Inggris kala dilatih Fabio Capello. Untungnya, wacana tersebut menguap begitu saja, dan kini Almunia telah pensiun dengan tenang di usia 40 tahun.

 

Bek Kiri : Andre Santos

Didatangkan dari / tahun : Fenerbahce /  2011

Tak diragukan lagi, Andre Santos adalah seorang pesepakbola berbakat, namun ia bukanlah seorang pemain bertahan yang baik. Namanya mencuat kala membela klub Turki Fenerbahce, hingga Wenger kepincut untuk meminangnya dengan mahar sebesar 5,9 juta poundsterling. Tetapi Inggris bukanlah Turki, dan Santos kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan tim Inggris yang cepat dan intens, hingga ia terpental dari tim utama hanya dua musim setelah didatangkan. Mungkin bagi fans Arsenal, momen terbaik Santos selama berbaju The Gunners bukanlah di lapangan, melainkan di sosial media, saat ia menyebut kata ‘gays’ alih-alih ‘guys’ untuk menyelamati timnya yang berhasil menekuk West Brom dengan skor telak 3-0 di tahun 2011 silam.

 

Bek Kanan : Nelson Vivas

Didatangkan dari / tahun : Lugano / 1998

Diproyeksikan sebagai pengganti jangka panjang Lee Dixon, Vivas telah membukukan 42 penampilan bersama tim nasional Argentina kala Wenger meminangnya ke Arsenal. Namun selama tiga musim setelahnya, ia hanya bermain di total 40 pertandingan dan gagal membuktikan kapasitasnya. Tetapi Arsenal berhasil menjualnya dengan harga 4 juta lebih mahal ke klub Italia Inter Milan, jadi masih ada hikmah yang bisa dipetik dari kedatangan Vivas ke London Utara. Nama Vivas kembali mencuat ketika ia murka pada wasit dan merobek bajunya sendiri saat tim asuhannya Estudiantes, bermain melawan Boca Juniors di lanjutan Liga Argentina.

 

Bek Tengah : Sebastien Squilacci

Didatangkan dari / tahun : Sevilla / 2010

Kala masih berseragam Monaco, Sebastien Squilacci dikenal sebagai bek handal yang jago membaca permainan, namun setelah bermain bersama Arsenal, semua kemampuan tersebut bagaikan menguap begitu saja. Squilacci bahkan dinilai memiliki kualitas di bawah rekan senegaranya Pascal Cygan yang juga gagal bersinar di tim tersebut. Meskipun demikian, Squilacci dapat meninggalkan Arsenal dengan kepala tegak karena ia berhasil memenangkan lima trofi bergengsi sepanjang karir singkatnya bersama The Gunners. Kini, di usia 36 tahun ia masih aktif bermain bersama Bastia.

 

Bek Tengah : Igors Stepanovs

Didatangkan dari / tahun : Skonto Riga / 2000

Kedatangan Stepanovs ke London cukup mengejutkan kala itu, pasalnya ia bukanlah pemain liga top Eropa. Usut punya usut, ternyata kehadiran  bek asal Latvia itu merupakan buah keisengan para punggawa Arsenal kepada Martin Keown yang dikenal pencemburu. Seperti dituturkan oleh Ray Parlour, meskipun jelas bahwa Stepanovs tidak memiliki kualitas memadai di masa trial, para pemain Arsenal secara kompak memuji Stepanovs di hadapan Arsene Wenger, hanya untuk membuat Keown kesal. Ketika para pemain kembali ke pemusatan latihan seminggu kemudian, mereka terkejut mendapati Stepanovs telah menunggu di lapangan. Parlour jadi yang pertama bertanya apa yang dilakukannya, yang dengan polos dijawab oleh Stepanovs : ‘Mereka (pihak klub) mengontrakku. Empat musim”. Ajaibnya Stepanovs dapat menghabiskan masa kontrak tersebut, kendati hanya turun di 17 pertandingan. Kasihan!

 

Sayap Kiri : Amaury Bischoff

Didatangkan dari / tahun : Werder Bremen / 2008

Amaury who? Bahkan fans Arsenal sendiri akan segera dimaafkan jika tak mampu mengingat pemain yang satu ini. Hadir dengan embel-embel sebagai pemain U21 Portugal, Bischoff hanya mampu mengumpulkan total 75 menit waktu bermain dengan seragam The Gunners untuk kemudian diterbangkan ke klub Academica Coimbra dengan status bebas transfer di musim panas berikutnya.

 

Sayap Kanan : Park Chu Young

Didatangkan dari / tahun : AS Monaco / 2011

Semasa membela Monaco, Park Chu Young adalah salah satu prospek Asia paling menggairahkan di Eropa, namun segalanya berbalik seratus delapan puluh derajat saat ia menerima pinangan Wenger untuk membela Arsenal. Di klub London itu, Park Chu Young hanya bermain di 7 pertandingan saja dan sempat dipinjamkan ke Watford dan Celta Vigo sebelum benar-benar dilepas tiga musim berselang. Hingga saat ini, sejumlah pihak masih berspekulasi bahwa Arsenal mendatangkan Park semata untuk meraup keuntungan finansial di Asia, terutama Korea Selatan yang merupakan negara asalnya.

 

Gelandang Tengah : Alberto Mendez

Didatangkan dari / tahun : 1.SC Feucht / 1997

Ditemukan pemandu bakat Arsenal dari klub amatir Jerman SC Feucht, Mendez nyatanya tak mampu membuktikan bahwa ia pantas berlaga di level teratas. Lima musim dan empat pertandingan setelahnya, ia pun kembali lebih banyak berkiprah di divisi bawah Liga Jerman. Kendati memiliki dua kewarganegaraan, Jerman dan Spanyol, Mendez tidak pernah dipanggil memperkuat tim nasional kedua negara tersebut hingga ia pensiun dalam kesunyian di tahun 2010

 

Gelandang Tengah : Junichi Inamoto

Didatangkan dari  / tahun : Gamba Osaka / 2001

Melihat latar belakangnya yang pernah melatih di Jepang, tentunya tidak mengherankan bila Arsene Wenger menyebar pemandu bakatnya di negeri Matahari Terbit tersebut, dan Junichi Inamoto didatangkan setelah tampil impresif selama bertahun-tahun bersama Gamba Osaka di usia yang masih terbilang muda. Namun sang ‘samurai’ gagal memberikan kontribusi dan langsung dijual ke Fulham tepat sebelum Piala Dunia 2002 bergulir. Di Fulham, karir Inamoto baru menunjukkan peningkatan signifikan. Ia kini masih aktif merumput di tanah kelahirannya bersama Consodale Sapporo.

 

Penyerang : Marouane Chamakh

Didatangkan dari / tahun : Bordeaux / 2010

Setelah membuat riak dengan penampilan impresifnya di Ligue 1 bersama Bordeaux, banyak yang beranggapan bahwa Wenger memperoleh ’emas’ saat berhasil mendatangkannya dengan status bebas transfer. Hasilnya? Chamakh terjerembab dan hanya mampu menceploskan 14 gol selama tiga musim. Tentu bukan suatu pencapaian yang baik bagi pemain yang mencetak gol sebagai rutinitas di Liga Prancis. Bahkan menurut polling yang dilakukan harian Sun, Chamakh menduduki posisi ke empat pemain terburuk yang pernah didatangkan Arsene Wenger sepanjang sejarah Arsenal. Saat ini di usia 33, pemain internasional Maroko itu kembali berstatus bebas transfer, meski sangat kecil kemungkinan akan kembali direkrut oleh klub papan atas Eropa manapun.

 

Penyerang : Francis Jeffers

Didatangkan dari / tahun : Everton / 2001

Ah, Jeffers yang legendaris. Kala didatangkan dengan banderol 13 juta poundsterling di usia 20 tahun sebagai pemain masa depan Inggris, banyak pengamat yang mengatakan bahwa Arsenal telah membuat keputusan yang tepat. Namun perjalanan karirnya berkata lain; selama tiga musim, hanya 7 kali Jeffers mampu menjebol gawang lawan. Bahkan kala dipinjamkan kembali ke Everton di tahun 2004, Jeffers seperti lupa cara mencetak gol dan tak sekalipun memberikan kontribusi dalam 18 pertandingan bersama The Toffees. Setelahnya, Jeffers menjadi journeyman yang kerap berpindah klub. dan sayangnya tak mampu memancarkan sinarnya kembali hingga gantung sepatu. Kabar terbarunya, ia beralih ke dunia tinju dan akan segera menghadapi mantan gelandang Liverpool David Thompson di atas ring dalam sebuah pertandingan amal. Duh!

 

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top