Serie A

Spalletti Tak Ingin Dibandingkan Dengan Mourinho

Luciano Spalletti

Luciano Spalletti telah mengecilkan perbandingan dengan mantan pelatih Inter, Jose Mourinho, meskipun timnya tampil impresif di awal musim Serie A.

Klub berjuluk Nerazzurri itu belum memenangkan Scudetto sejak Mourinho memberikan treble winners pada musim 2009-10, namun tampaknya mereka berada dalam perburuan gelar musim ini karena mereka masih membuntuti Napoli di papan atas klasemen.

Meskipun ini adalah musim pertama Spalletti di Giuseppe Meazza, dia sangat antusias untuk mendapat pujian dan perhatian atas hasil sejauh ini yang diarahkan kepada para pemain dan penggemar, karena dia percaya bahwa karirnya di Inter baru permulaan.

“Perbandingan dengan Mourinho atau bahkan Giovanni Trapattoni adalah hal konyol, bukan hanya karena tentang berapa banyak mereka menang,” katanya pada konferensi pers, dikutip Mediaset (9/11/2017).

“Kenangan dari Mourinho seperti patung yang indah, sementara saya hanya mengambil pisau bedah dan menyalakan cetakan.

“Satu-satunya hal yang bisa dibandingkan dengan Inter sekarang adalah mood penggemar yang fantastis ini. Mereka adalah ‘73.000 orang spesial’ dan bukan ‘hanya salah satu spesial’.

“Jujur saja, saya tahu media mencoba bersikap baik, tapi lebih baik jika Anda berhenti membuat perbandingan dan fokus memuji para pemain. Pelatih tidak bisa berbuat apa-apa tanpa pemain hebat.

“Saya datang ke tempat ini untuk membawa banyak kemenangan, untuk meneruskan visi saya dalam sepakbola. Jadi saya akan memandang segala sesuatu lebih objektif.”

Dan Spalletti tetap waspada terhadap lawan-lawannya setelah jeda internasional, terutama setelah ditahan imbang Torino pada akhir pekan lalu.

“Kami memiliki karakter serupa, Mihajlovic dan saya,” tambahnya. “Dia benar-benar sangat baik ketika meracik strategi.

“Dia sangat berpengalaman dan melakukan hal-hal hebat di Inter baik sebagai pemain maupun asisten pelatih.

“Kami seharusnya lebih mewaspadai Torino dan kehilangan dua poin. Tapi setelah libur panjang, kami akan bekerja lebih keras agar peluang tetap terbuka. Posisi tiga di awla musim cukup baik, tapi akan lebih baik jika kami masih ditempat ini di bulan Maret.

”Itu adalah periode krusial dan kesempatan untuk tim sekelas Inter membuat pebuktian.”

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top