Serie A

Spaletti Tegaskan Inter ‘Siap Berhemat’ Januari Ini

Luciano Spalletti menegaskan bahwa dia tidak akan memperbaiki masalah Inter saat ini dengan merekrut pemain baru di bulan Januari.

Inter memimpin di Serie A setelah pertandingan 16 kali tak terkalahkan musim ini, namun mereka tergelincir di belakang Napoli dan Juventus setelah gagal menang dalam 4 pertandingan terakhir.

Dimulai dari hasil imbang 0-0 melawan Juve, mereka mengalami kekalahan beruntun dari Udinese dan Sassuolo, bahkan klub berjuluk Nerazzurri itu gugur di Coppa Italia.

Selain itu mantan klub yang dilatih Spalletti, AS Roma, hanya tertinggal 1 poin zona Liga Champions, namun pelatih itu akan terus menghormati kewajiban Inter terkait dengan Financial Fair Play, mengingat peluang kembali ke kompetisi UEFA musim depan.

Dengan demikian, pelatih 58 tahun itu membantah spekulasi yang menghubungkan Inter dengan orang-orang seperti Mkhitaryan (Manchester United), Javier Pastore (Paris Saint-Germain) atau Simone Verdi (Bologna).

“Untuk terus mengatakan bahwa kami perlu melakukan kampanye transfer yang besar, setelah klub memastikan ada beberapa parameter yang harus dihormati, tampaknya bagi saya cara terbaik adalah tetap bertahan,” katanya dalam sebuah konferensi pers akhir pekan ini.

“Anda bisa mengatakan nama siapapun,  Mkhitaryan, Pastore atau Verdi. Tapi harganya € 30 juta dan kami tidak memilikinya.

“Kami perlu melangkah dan memainkan apa yang dimiliki, menunjukkan semua kualitas tim ini. Kami juga perlu fokus pada kualitas individu dan membuatnya tersedia untuk tim, tentu saja itu yang akan dibutuhkan dalam pertandingan.

“Para pemain perlu tahu bahwa saya benar-benar yakin akan kualitasnya dan saya tahu potensi mereka. Banyak hal yang harus diperbaiki sesuai keinginan mereka sejauh ini. Dan pada masa ini, kami menemukan kembali kekuatan kelompok tersebut, seperti sebuah keluarga.”

Sementara Spalletti dengan senang hati memberikan penilaian cemerlang tentang kualitas yang dia miliki, dia memperingatkan para pemainnya bahwa ini bukan waktunya untuk merajuk dan bersedih.

“Kami tidak bisa membuat alasan, pertama-tama kami tidak bisa menangis mengenai hal-hal buruk. Siapa pun yang melakukan itu, tidak akan mencapai tujuan mereka,” tambah mantan pelatih Zenit tersebut.

“Kami perlu memperbaiki kualitas permainan sedikit demi sedikit, kami mendapatkan apa yang diperlukan dan saya dapat melihatnya. Kami harus melakukan sesuatu yang lebih baik dalam hal ini.”

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top