Serie A

Soal FFP dan Penjualan Donnarumma, Begini Tanggapan Gattuso

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, ingin melupakan kontroversi seputar Gianluigi Donnarumma dan kegagalan klub untuk mematuhi peraturan Financial Fair Play.

Kiper remaja tersebut menangis jelang pertandingan tengah pekan saat para penggemar Milan membentangkan sebuah spanduk yang menyindir sikap dari pemain 18 tahun tersebut, setelah beberapa kabar mencuat tentang Mino Raiola yang ingin membatalkan perpanjangan kontrak kliennya itu dan menganggap ada tekanan.

Sementara masalah tersebut membayangi kemenangan Coppa Italia atas Hellas Verona, UEFA telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya menolak tawaran “kesepakatan sukarela” dari Milan untuk menunda hukuman di bawah FFP

Milan telah memenangkan dua pertandingan terakhir saat Gattuso memimpin timnya di San Siro dan dia mencoba mengarahkan semua fokus ke lapangan jelang pertandingan melawan Hellas Verona.

“Kmai perlu lebih tenang dan fokus, tanpa membicarakan Donnarumma atau UEFA, karena kami adalah tim yang kompetitif yang berjuang untuk sesuatu yang penting,” katanya dalam sebuah konferensi pers, dikutip Mediaset (17/12/2017).

“Teknik dan kualitas saja tidak cukup, Anda memerlukan hal-hal kecil seperti sprint terakhir di menit terakhir atau Suso membuat pergerakan yang tidak mudah dibaca. Kami membutuhkan keteguhan dan ketegaran, karena kami bisa membuat kesalahan tapi harus memperbaikinya lebih cepat.”

Milan akan mempertahankan pola 4-3-3, dengan Gattuso telah merombak sistem tiga bek sejajar yang digunakan Vincenzo Montella.

Mantan pemain internasional Italia itu juga mendukung Hakan Calhanoglu untuk beradaptasi, meski sistem tersebut merampas perannya sebagai nomor 10, dan juga mendukung Fabio Borini untuk bisa lebih mengeksplor kemampuannya.

“Kembalilah dan lihat dia (Hakan) di Bayer Leverkusen, di mana dia adalah gelandang box-to-box,”  Gattuso berbicara tentang Calhanoglu. “Dia bisa melakukan semuanya tanpa masalah berkat teknik dan stamina. Sekarang dia hanya perlu memiliki kepercayaan diri.

“Fabio Borini juga bisa berperan penting dalam tim, jika Anda menyuruhnya menjadi kiper, dia akan mengambil sarung tangan dan melangkah tepat di antara tiang, karena dia tidak pernah menyerah. Dia memberi semangat dan rasa lapar ke dalam segala hal yang dia tidak miliki sebelumnya.”

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top