BERITA BOLA

Slaven Bilic Punya Firasat Dipecat West Ham ?

Slaven Bilic

Slaven Bilic mengaku pemecatannya oleh West Ham adalah “tindakan logis” yang dia harapkan akan terjadi setelah mengalami periode buruk di Premier League musim ini.

The Hammers berpisah dengan manajer asal Kroasia itu pada hari Senin setelah kekalahan telak di London Stadium, dimana West Ham bertekuk lutut di tangan Liverpool dengan skor 1-4 pada hari Sabtu.

Setelah 11 pertandingan, klub London itu duduk di posisi degradasi karena hanya mengumpulkan 9 poin, dan terang saja hal itu menjadi sesuatu yang memaksa David Sullivan dan David Gold (pemilik West Ham) membuat keputusan pahit.

Ketua West Ham itu mengakui bahwa menyingkirkan Bilic telah dilakukan dengan “hati yang berat”, sebelum menyatakan keinginan untuk menunjuk seorang pengganti yang dapat “menyuntikkan gagasan baru”, dengan nama David Moyes menjadi kandidat utama.

Alih-alih merasa benci terhadap mantan klubnya, Bilic mengatakan bahwa dia mengerti mengapa dia dipecat namun berharap usaha akhirnya akan membuka jalan positif.

“Saya sedih dan kecewa, tapi tidak untuk klub,” katanya saat ia meninggalkan lapangan latihan, dikutip Daily Mail (6/11/2017).

“Saya mengharapkan hal itu cukup adil dan tidak ada perasaan marah, seiring berjalannya waktu, saya yakin saya akan bangga dengan apa yang dihasilkan untuk klub ini.

“Kami tidak memulai musim krusial ini dengan baik. Kami memiliki musim pertama yang benar-benar bagus, maka musim kedua kami tahu akan menyulitkan dalam transisi untuk pindah ke stadion baru dan semua kesulitan yang kami hadapi.

“Kami mencoba mengatasi dan hasilnya sangat bagus, selesai di tengah klasemen, tapi musim ini kami berharap bisa melakukan langkah positif sejak awal dan kami tidak berhasil.

“Dan seperti yang terjadi di banyak klub Inggris dan Eropa, manajer adalah orang yang membayar harganya. Ini langkah yang sangat logis.”

Penggemar West Ham menyatakan ketidakpuasan mereka setelah kekalahan dari Liverpool, namun Bilic tidak memandang negatif penggemar klub London tersebut.

“Penggemar bersikap baik sejak awal sampai akhir, dan saya benar-benar merasakannya,” tambah Bilic.

“Bukan hanya kata-kata, ini lebih dari sekedar pekerjaan, lebih pribadi karena hubungan saya dengan klub sejauh ini.

“Mereka datang ke sini untuk pertandingan pertama saya, sebuah tim dari Andorra, dan membuat stadion terisi penuh.

“Anda harus menghormati itu dan tidak ada yang akan mengubah ingatan itu bagi saya.”

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top