Categorized

Singa Ompong VS Tank Bobrok : 8 Pemain Terburuk Yang Pernah Berlaga Di Pertemuan Inggris Dan Jerman

Pertandingan persahabatan antara Inggris kontra Jerman baru saja berlangsung dengan skor imbang 0-0 sebagai hasil akhirnya. Di laga tersebut, Inggris menuai pujian karena komposisi skuad Gareth Southgate di atas kertas berada di bawah tim tamu. Terdapat empat punggawa muda yang menjalani debutnya di Three Lions menghadapi Jerman; diantaranya Tammy Abraham, Jordan Pickford, Joe Gomez dan Ruben Loftus-Cheek. Sementara tim Panser juga tak mau kalah dan membawa pasukan muda terbaiknya; seperti Julian Draxler, Joshua Kimmich, Timo Werner dan Leroy Sane.

Adapun tidak semua pemain yang membela kedua kesebelasan tersebut dianggap memiliki kualitas yang layak untuk berseragam timnas. Terdapat pula mereka yang hanya sempat beberapa kali mengecap laga persahabatan internasional dan kemudian lenyap tak berbekas. Berikut Bolazola jabarkan delapan pemain terburuk yang pernah menghadapi laga Inggris versus Jerman di satu dekade terakhir. Siapa sajakah mereka?

8. Gabriel Agbonlahor (Inggris)

Posisi : Sayap

Caps : 3 (0)

Setelah dikenal sebagai pemain paling setia yang pernah dimiliki Aston Villa (ia masih merumput di sana hingga hari ini!), Gabby Agbonlahor akhirnya mendapat kesempatan untuk membuktikan kualitasnya lebih jauh kala ia dipanggil pelatih Fabio Capello untuk memperkuat Inggris di tahun 2008 silam. Bukan hanya gagal mencetak gol, Agbonlahor secara total hanya tiga kali bermain dengan seragam Three Lions dan di musim lalu harus terdegradasi ke divisi dua bersama klub kecintaannya. Well, setidaknya ia akan selalu mendapat tempat di hati para fans Aston Villa

7. Christian Pander (Jerman)

Posisi : Bek kiri

Caps : 2 (1)

Tendangan geledek kaki kiri Christian Pander memberikan kemenangan Jerman atas Inggris di tahun 2007 silam ketika kedua negara bertemu dalam sebuah partai persahabatan. Saking dahsyatnya, media kemudian sempat heboh memberitakan perihal mantan pemain Schalke 04 tersebut. Namun sayang, karirnya malah merosot drastis sesaat setelah membuat fenomena tersebut. Kini, di usia 34 tahun, Pander kabarnya sudah beralih profesi ke dunia musik dan menjadi DJ profesional. Waks!

 

6. Tom Cleverly (Inggris)

Posisi : Gelandang / Playmaker

Caps : 13 (0)

Berbeda dengan Agbonlahor yang menjalani debutnya melawan Jerman, Tom Cleverly menutup kiprahnya di timnas Inggris dengan sebuah laga kontra tim Panser di tahun 2013. Kala itu, Cleverly masih dianggap sebagai ‘calon bintang besar’ yang baru saja mencetak rekor sebagai penyentuh bola terbanyak di laga kontra San Marino (hmm). Saat ini, Cleverly masih berstatus sebagai pemain Everton meski sedang dipinjamkan ke Watford. Sayang memang hingga usia 28 tahun, ia tak bisa memenuhi potensinya sebagai playmaker andal yang jarang dimiliki timnas Inggris.

 

5. Heiko Westermann (Jerman)

Posisi : Bek multiposisi

Caps : 27 (4)

Pemegang caps terbanyak di daftar ini, Heiko Westermann sebetulnya merupakan pemain belakang yang cukup tangguh. Kendati secara keseluruhan tidak memiliki teknik di atas rata-rata, namun determinasi serta etos kerja (work rate) nya yang tinggi membuat HW4 (julukan kesayangannya) menjadi sosok yang dicintai terutama oleh Hamburg SV-klub yang dibelanya selama lima musim. Westermann pun dikenal mampu melakoni peran multifungsi (Versatile) di lini belakang. Saat ini, ia masih aktif bermain di kasta tertinggi Austria bersama klub Austria Vienna, setelah sempat melanglang buana ke luar Jerman bersama Real Betis (Spanyol) dan Ajax Amsterdam (Belanda).

 

4. Nicky Shorey (Inggris)

Posisi : Full-Back

Caps : 2 (0)

Meski cukup dipandang sebelah mata oleh media Inggris di masa jayanya, namun toh penampilan konsisten Nicky Shorey bersama Reading membuatnya dilirik pelatih Steve McClaren yang kemudian memanggilnya di tahun 2007 silam. Hebatnya lagi, dua caps Shorey di tim Inggris dilakoninya kala menghadapi para raksasa sepakbola dunia; Brasil dan Jerman. Bek sayap industrial (?) ini dikenal dengan kekuatan kaki kirinya dan juga pribadinya yang manut dengan kemauan pelatih. Ia adalah pemain Reading pertama dan satu-satunya yang dipanggil untuk membela Inggris dalam satu abad terakhir. Terakhir, Shorey dikabarkan masih bermain di tim klub divisi 6 Inggris, Hungerford.

 

3. Jermaine Jones (Jerman – Sekarang Amerika Serikat)

Posisi : Gelandang Bertahan

Caps : 3 (0)

Secara keseluruhan, Jermaine Jones bukanlah pemain yang buruk, namun ia bisa dibilang cukup mencuri perhatian kala memutuskan untuk membela negara kelahiran ayahnya, Amerika Serikat, padahal pernah cukup menjanjikan kala berkostum Jerman. Tiga penampilannya bersama der Panzer dibuatnya di partai non-kompetitif, termasuk salah satunya kontra Inggris tahun 2008 silam yang berakhir dengan kekalahan 1-2. Keputusan Jones agaknya jitu, karena ia langsung menjadi sosok jangkar yang tak tergantikan di tim sepakbola negeri Paman Sam dengan koleksi 69 caps dan 4 gol sejauh ini. Sementara di kubu Jerman, ‘kehilangan’ Jones bisa langsung mereka tutupi dengan sejumlah pemain muda yang ‘tak kalah berkualitas’; yakni Toni Kroos dan Sami Khedira.

 

2. Scott Carson (Inggris)

Posisi : Kiper

Caps : 4 (0)

Mengawali debutnya dengan mencatat nirbobol (clean sheet) kontra Austria, Carson sepertinya menjadi jawaban bagi publik Inggris akan seorang penjaga gawang berkualitas sebelum era Joe Hart. Namun di laga penuh keduanya, petaka datang kala tendangan spekulatif Niko Kranjcar dari jarak sekitar lima puluh meter memantul dan tak kuasa dibendung Carson serta menyebabkan Inggris takluk 3-2 dari Kroasia di kualifikasi EURO 2008. Inggris pun akhirnya tak tak lolos ke putaran final dan pelatih yang memberinya kepercayaan, Steve McClaren; dipecat hanya sehari setelah kekalahan memalukan tersebut. Meski demikian, pengganti McClaren, Fabio Capello, masih memberi kepercayaan pada jebolan akademi Leeds United tersebut sebagai pengganti di laga kontra Jerman di tahun yang sama. Inggris pun menang 2-1, dan Carson menutup kiprahnya sebagai deputi Three Lions dengan satu penampilan lagi sebagai pemain pengganti di laga melawan Swedia tahun 2011.

 

1. Marvin Compper (Jerman)

Posisi : Bek Tengah

Caps : 1 (0)

Mungkin bagi penikmat Bundesliga pernah mendengar nama Marvin Compper. Bek  berpostur tinggi besar ini memang angkat nama kala membela Hoffenheim dalam rentang waktu 2008-2013. Penampilan bagusnya tersebut membuat Compper kemudian dipanggil memperkuat timnas Jerman di tahun 2008 silam di laga yang sama dengan yang dilakoni Scott Carson. Sayangnya, kekalahan Jerman atas Inggris tersebut menjadi satu-satunya caps Compper di tim nasional Jerman. Salah satu faktor penyebab Compper jarang dilirik adalah tim-tim Jerman yang memang kerap melahirkan pemain muda bertalenta. Saat ini, di usia 32 tahun, Compper masih menjadi andalan di sentra pertahanan klub kuda hitam Jerman RB Leipzig, dan berperan cukup signifkan dalam membawa tim asuhan Ralph Hasenhüttl itu bercokol di posisi 2 klasemen sementara, di bawah Bayern Munich dan di atas Borussia Dortmund. Lumayanlah..

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top