Piala Dunia

Serukan Slogan Politis, Bek Kroasia Diinvestigasi FIFA

Kemenangan Kroasia atas tuan rumah Rusia di perempat final Piala Dunia rupanya berbuntut panjang setelah bek Kroasia, Domagoj Vida, kedapatan menyerukan slogan berbau politis dalam sebuah video perayaan. Pemain berambut panjang itu pun sekarang tengah diinvestigasi FIFA.

Dalam video perkara tersebut, terlihat mantan pemain nasional Kroasia, Ognjen Vukojevic dan Vida tengah merayakan kemenangan di ruang ganti sembari meneriakkan yel-yel “Slava Ukrayini!” yang berarti “Jayalah Ukraina!”. Hal ini tentu berpotensi membuat ‘panas’ para pendukung Rusia. Maka menyusul beredarnya video tersebut, Vukojevic telah dipulangkan ke negara asalnya, sementara Vida, yang masih harus melakoni laga semifinal, kabarnya akan segera diinvestigasi oleh FIFA dan terancam sangsi disiplin.

Vida berperan penting dalam penampilan hebat Kroasia di Piala Dunia tahun ini. Pemain Dinamo Kyiv itu mencetak gol di babak tambahan yang memaksa Rusia memainkan adu penalti. Seruan ‘Jayalah Ukraina’ tersebut bukan hanya merupakan bentuk dukungan, namun juga telah menjadi salah satu jargon anti-Rusia sejak negara pecahan Uni Soviet itu menginvasi Ukraina pada tahun 2014 silam.

Tidak cukup sampai disana, belakangan juga beredar video lain yang menunjukkan Vida, kali ini bersama Ivica Olic, menyerukan jargon yang sama, ditambah lagi kata-kata “Bakar Belgrade!”. Meski sejumlah pengamat mensinyalir bahwa seruan terakhir bukan merupakan pernyataan politis anti-Serbia, melainkan mengacu pada sebuah bar di Kiev bernama Cafe Belgrade. Apapun itu, FIFA mengkonfirmasi tengah menelaah video anyar tersebut, dan jika Vida betul-betul terkena sangsi larangan bertanding, maka Kroasia akan menjamu Inggris malam ini tanpa benteng pertahanan utama mereka.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top