BERITA BOLA

Sekarang, Siapa Yang Menyesal? 11 Pebola Kelas Dunia Yang Ditolak Masuk Klub Kala Belia

Sepakbola profesional adalah dunia yang bisa dibilang sangat selektif dalam memilih pelakonnya. Bukan hanya bakat dan determinasi, tapi fisik terkadang menjadi tolok ukur tunggal bagi klub sepakbola untuk menolak para bocah yang hendak mengenyam pendidikan di akademinya.

Namun janganlah berkecil hati, karena penolakan bukanlah akhir dari segalanya. Berikut Bolazola jabarkan 11 pemain sepakbola yang sempat ditolak masuk klub di usia belia dan akhirnya masuk jajaran punggawa terbaik dunia. Siapa sajakah mereka? Yuk, kita simak bersama.

 

11. Luke Shaw

Klub penolak : Chelsea

Klub saat ini : Manchester United

Kendati belum juga menunjukkan performa terbaiknya karena sering cedera, namun tak bisa dipungkiri Luke Shaw adalah salah satu bek sayap terbaik milik Inggris. Didatangkan dari Southampton dengan memecahkan rekor transfer klub pada tahun 2014 silam, Shaw sesungguhnya nyaris bergabung bersama Chelsea setelah mengenyam ilmu bersama akademi pengembangan bakat milik klub tersebut, namun ia tidak ditawari posisi di tim inti sehingga ia hijrah ke Southampton di usia 8 tahun, Shaw diketahui merupakan penggemar Chelsea sejak belia dan hampir saja menuju The Blues jika Manchester United tidak menawarkan kontrak terlebih dahulu untuk mempermanenkan jasanya.

 

10. Mario Balotelli

Klub penolak : Barcelona

Klub saat ini : OGC Nice

Dapatkah anda membayangkan Mario Balotelli berseragam biru-merah kebanggaan Barcelona? Nampaknya memang tidak cukup sulit, terlebih hal itu sebenarnya hampir saja terjadi. Di usia 16, Super Mario sempat menjalani trial di klub raksasa Spanyol tersebut dan cukup mengesankan para staf pelatih Barca kala ia menggelontor lima gol di laga uji cobanya. Sayangnya, hal itu akhirnya tidak terwujud karena perilakunya yang sudah mulai bengal dan gemar membangkang. Tak heran juga sih..

 

9. Diego Costa

Klub penolak : Corinthians, Palmeiras dan Santos

Klub saat ini : Atletico Madrid

Sebelum menahbiskan diri sebagai salah satu striker paling berbahaya dan agresif di era sepakbola modern, Diego Costa nyaris tak bisa berkarir sebagai pemain sepakbola. Di Brasil, Costa memulai kiprahnya dengan bermain di jalanan dan tak pernah merasakan pendidikan formal hingga usia 15 tahun saat ia ditawarkan oleh seorang agen ke sejumlah klub lokal negara tersebut. Tak ada klub yang ditawarkan jasanya mau menerima Costa; diantaranya Corinthians, Palmeriras dan Santos. Tapi bukan Costa namanya bila menyerah begitu saja. Berkat kegigihannya, ia akhirnya diterima di akademi muda klub Braga dan mengasah talentanya disana. Kini? Meskipun baru saja ‘dibuang’ oleh Chelsea ke klub lamanya, Atletico Madrid, namun tak bisa dipungkiri bahwa Diego Costa adalah predator ganas kelas dunia yang tak kenal takut berhadapan dengan siapapun untuk mencetak gol bagi tim yang dibelanya.

 

8. Marcus Rashford

Klub penolak : Manchester City

Klub saat ini : Manchester United

Manchester City dikenal memiliki komposisi lini depan terbaik di Liga Primer Inggris saat ini, dan tak bisa dibayangkan kedalaman skuat mereka jika memiliki Marcus Rashford. Hal itu sempat hampir terwujud kala Rashford menjalani masa trial di City kala berusia 9 tahun. Namun meski rumah Rashford hanya sepelemparan batu dari kamp pelatihan City, ia gagal mendapat kesempatan untuk mengasah bakat di akademi The Citizens dan akhirnya berlabuh di tim muda Manchester United. Alasan pelatih City kala itu qadalah Rashford terlalu ‘kecil dan lemah’ untuk diturunkan dalam pertandingan. Andai saja mereka tahu betapa salahnya penilaian tersebut..

 

7. Harry Kane

Klub penolak : Arsenal

Klub saat ini : Tottenham Hotspur

Hampir semua penikmat sepakbola saat ini sudah sempat melihat foto masa kecil Harry Kane mengenakan jersey merah putih kebanggaan Arsenal, dan hal itu bukanlah isapan jempol belaka; Kane memang sempat bergabung di akademi muda Arsenal selama satu tahun, namun akhirnya dilepas karena terlalu kecil dan lambat. Setelahnya, Kane mendarat di Tottenham Hotspur – musuh bebuyutan Arsenal, hingga saat ini diakui sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Pelatih Arsene Wenger sendiri pada sebuah wawancara tahun 2015 silam sempat mengaku kesal karena membiarkan bakat hebat seperti Kane lolos dari bawah ‘hidung’ mereka. Lain kali lebih dikasih kesempatan ya, opa..

 

6. Lionel Messi

Klub penolak : Newell’s Old Boys dan River Plate

Klub saat ini : Barcelona

Kini, nama Lionel Messi memang bisa dianggap sebagai megabintang dan diketahui bahkan oleh khayalak umum sekalipun, namun tak banyak yang tahu bahwa masa kecil Messi dilalui dengan penderitaan dan ketidakpastian. Penyakit kekurangan hormon yang diidapnya membuat Messi kecil kerap ditolak kala didaftarkan oleh orang tuanya ke sejumlah klub, yang enggan memenuhi klausul untuk membayar penuh biaya pengobatan Messi yang mencapai 1000 dollar per bulannya kala itu. Hebatnya, berkat kenekatan seorang agen, Messi akhirnya diboyong oleh Barcelona untuk mengasah bakat di akademi La Masia. Kini, sepertinya semua sudah tahu bagaimana hebatnya performa Messi di lapangan hijau, dengan kaki kirinya yang unik, ketahanan fisik yang luar biasa serta akurasi tendangan menakjubkan. Dan investasi 1000 dollar per bulan yang pernah dibuat Barcelona untuk mendatangkan Messi pun kini seolah tak berarti; terbayar lunas dengan gelimangan gelar dan prestasi yang dipersembahkan pemain asal Argentina tersebut.

 

5. Javier Zanetti

Klub penolak : Independiente

Klub terakhir yang dibela : Internazionale Milan

Mengemban jabatan sebagai kapten sepanjang masa klub sebesar Inter Milan jelas membutuhkan kualitas prima baik secara fisik dan teknis, dan predikat tersebut secara abadi tersemat dalam dada Javier Zanetti, bahkan setelah ia pensiun pun. Selama membela nerrazurri, Zanetti jarang terlihat tanpa ban kapten melingkar di lengannya, dan telah membawa klub rival sekota AC Milan itu untuk meraih sejumlah gelar; diantaranya lima kali juara Serie-A, satu Liga Champion dan satu medali perak Olimpiade bersama tim nasional Argentina. Independiente rupanya tidak bisa melihat potensi besar Zanetti kala ia hendak dimasukkan untuk mengasah kemampuannya di akademi tim tersebut. Hal itu bisa dikatakan ‘tepat’, karena toh pada perkembangannya bakat Zanetti terbukti berada jauh di atas level tim tersebut.

 

4. Yaya Toure

Klub penolak : Arsenal

Klub saat ini : Manchester City

Duh, Arsenal, satu lagi ‘permata yang jatuh dari retakan’, di usia 20 tahun, Toure sempat menjalani laga trial di klub asal London tersebut dan bermain sebagai striker. Pelatih Arsene Wenger menyebutnya ‘sangat biasa’ meski sebenarnya berminat mempermanenkan jasanya. Namun hal tersebut akhirnya tak terpenuhi sebab Toure tak mendapatkan Ijin Kerja (work permit) dan bermasalah dengan paspor Pantai Gadingnya kala itu. Tak patah arang, Toure pun mencoba di Spanyol bersama Barcelona, dan berhasil dengan gemilang kala posisinya digeser sebagai gelandang tengah. Saat ini, ia tengah menikmati penghujung karirnya dengan bermain reguler di Manchester City, dan masih berpeluang untuk juara. Lumayanlah..

 

3. Luiz Ronaldo

Klub penolak : Flamengo

Klub terakhir yang dibela : Corinthians

Saat orang-orang membicarakan tentang striker terbaik sepanjang masa, nama Ronaldo sering terucap di antara nama-nama besar lainnya seperti Pele dan Alesandro Del Piero. ‘Sang Fenomenal’ memang merupakan salah satu ujung tombak tertajam di planet bumi yang sempat bermain di sejumlah klub elit seperti Barcelona, PSV Eindhoven, Real Madrid hingga AC Milan, namun sayang, Ronaldo malah ditolak ketika mendaftar di akademi klub kecintaannya, Flamengo kala berusia belia. Bukannya merajuk dan berhenti bermain sepakbola, Ronaldo akhirnya ‘rela’ mengawali kiprah profesionalnya di Cruzeiro dan dibeli PSV Eindhoven, dan sisanya? Adalah legenda..

 

2. Ronaldinho

Klub penolak : St. Mirren

Klub terakhir yang dibela : Fluminense

Anda tidak salah baca, Ronaldinho pada kenyataannya sempat nyaris bergabung dengan tim semenjana liga Skotlandia, St. Mirren di tahun 2001 silam. Kala itu, sang maestro Brasil sudah meneken kesepakatan untuk pindah ke klub Prancis, Paris Saint Germain dari Gremio, namun ia masih mencari klub Eropa yang mau menerimanya dalam jangka pendek untuk membiasakan diri dengan atmosfir sepakbola Benua tersebut. Manajer St. Mirren kala itu, Tom Hendrie, mengaku semua aspek yang dibutuhkan telah siap untuk mendatangkan Ronaldinho (meski hanya sebentar), namun sayang permasalahan hukum dengan Gremio di menit-menit akhir membuyarakan semua rencana.

 

1. Zinedine Zidane

Klub penolak : Blackburn Rovers

Klub terakhir yang dibela : Real Madrid

Jack Walker adalah pria yang akan diingat untuk dua hal kala ia menjabat sebagai presiden klub Blackburn Rovers : membawa klub memenangkan gelar Liga Primer Inggris dan berkata dengan sinis bahwa ‘mengapa klub harus mendatangkan Zidane jika mereka sudah memiliki seorang Tim Sherwood’. Di era 90an, Liga Inggris memang bisa dikatakan cukup tertutup dengan dunia luar dan skeptis terhadap pemain asing, tapi itu bukan jadi alasan bagi Walker untuk tak mengetahui siapa Zidane, yang kala itu tengah moncer-moncernya di Liga Prancis bersama Bordeaux. Pria yang akrab disapa Zizou itu kemudian hijrah ke Juventus, lalu Real Madrid dimana ia menahbiskan diri sebagai salah satu playmaker terbaik sejagat raya. Sementara Tim Sherwood terakhir menukangi Aston Villa, dipecat dan tak terdengar lagi kabarnya. Fans garis keras Rovers sepertinya masih ada yang membayangkan lini tengah mereka sempat dihuni oleh pemain sekaliber Zidane, namun kini semua itu tinggalah angan-angan belaka.

 

 

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top