BERITA BOLA

Ruud Gullit Beberkan Metode Latihan Pertahanan AC Milan Di Era 90 an

Legenda Belanda Ruud Gullit belum lama ini kembali buka-bukaan di media. Pemain nyentrik yang hobi bercengkrama dengan pers ini menuturkan tentang betapa hebatnya skuad pertahanan AC Milan kala ia memperkuat klub tersebut.

Ruud Gullit bergabung dengan AC Milan pada tahun 1987 dan menikmati enam musim yang gemilang dimana ia memenangkan beragam trofi domestik dan internasional bersama klub berseragam hitam-merah tersebut. Gullit dan rekan-rekannya di AC Milan disebut-sebut sebagai generasi pesepakbola terbaik di masanya. Salah satu momen yang mengukuhkan predikat tersebut adalah kala Milan memenangkan Piala Eropa dua kali berturut-turut di tahun 1989 dan 1990.

Bersama rekan senegaranya Frank Rijkaard dan Marco Van Basten, Gullit membentuk trio penyerangan yang membuat lawan jeri dengan kemampuan mereka mengeksploitasi pertahanan lawan dan mencetak gol, namun, tim palang pintu Milan yang digawangi Franco Baresi dan Paolo Maldini muda juga sebenarnya tak kalah berjasa dalam memberikan kontribusi kepada tim tersebut di masa jayanya. Seperti yang dituturkan Gullit dalam sesi wawancara dengan sebuah media Italia.

“(Pelatih Arrigo) Sacchi adalah seorang yang visioner, jagonya organisasi permainan.” Jelas Gullit. “Rahasianya adalah pengulangan pada sesi latihan. Kami menyerang dengan 11 pemain melawan 6; dua gelandang tengah dan empat bek. Dalam sesi tersebut kami tak pernah mencetak gol.” Kenangnya

“Sacchi kemudian menyingkirkan dua gelandang tengah, dan membuat kami hanya menghadapi 4 pemain bertahan, namun kendati demikian kami tetap tidak dapat mencetak gol. Lini pertahanan berkoordinasi dengan begitu baik sehingga yang kami dapat lakukan hanyalah menembak dari jarak jauh!” Pungkasnya.

 

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top