BERITA BOLA

Rumahku Di Negeri Sebrang : 11 Pemain Di Piala Dunia Yang Yang Tidak Membela Tanah Kelahirannya

Piala Dunia adalah panggilan mutlak bagi para pesepakbola untuk membela negara mereka masing-masing. Namun perihal kewarganegaraan, tidak semua pemain membela tempat dimana mereka dilahirkan. Berikut 11 nama punggawa yang bermain bukan untuk negara tanah air mereka di ajang Piala Dunia 2018.

Kiper : Munir Mohand Mohamedi

Bermain untuk : Maroko

Lahir di : Spanyol

Mengawali Piala Dunia 2018 sebagai pilihan utama di bawah mistar gawang Maroko, Munir sesungguhnya lahir di kota otonomi Spanyol, Melila, yang memang berbatasan langsung dengan Maroko. Menghabiskan seluruh masa karirnya hingga saat ini di La Liga, kiper Numancia ini akhirnya memutuskan untuk membela tanah air orang tuanya, yang juga membuat mereka sangat gembira. Di laga penutup grup B, pria yang sekilas mirip Robin Van Persie itu-secara ironis, akan bermain menghadapi negara kelahirannya.

 

Bek Kanan : Mario Fernandes

Bermain untuk : Rusia

Lahir di : Brasil

Jika anda memperhatikan susunan line up timnas Rusia di dua laga awal, mungkin anda akan menyadari ada satu nama berbau latin disana. Ya, Mario Fernandes merupakan pemain berdarah Brasil kelahiran Sao Paulo, namun ia hijrah ke Rusia dan bermain untuk CSKA Moscow sejak tahun 2012 silam. Uniknya, Fernandes sempat membela tim utama Selecao di laga persahabatan kontra Jepang, namun ketika memperoleh kewarganegaraan Rusia dua tahun setelahnya, Fernandes dengan mantap memutuskan untuk membela Rusia. Kini, Fernandes nyaris tak tergantikan di sisi kiri timnas Rusia, keberadaanya memberikan dimensi baru bagi skema penyerangan dan pertahanan. Bahkan di laga terakhir, Fernandes mempersembahkan satu assist bagi kemenangan telak ‘rumah kedua’nya atas Mesir.

 

Bek Kiri : Achraf Hakimi

Bermain untuk : Maroko

Lahir di : Spanyol

Bagi pendukung Real Madrid, tentu sudah tidak asing dengan nama Achraf Hakimi. Di musim lalu, pemain jebolan akademi Los Blancos tersebut mulai diberikan kesempatan bermain di beberapa pertandingan La Liga, setelah membuat debut mengesankan di tim Real Madrid B tahun 2016 silam. Achraf membuat debutnya bersama timnas Maroko dua tahun silam, setelah federasi sepakbola Spanyol melarangnya untuk mewakili negara tersebut dengan alasan yang belum jelas hingga saat ini.

 

Bek Sentral : Brian Idowu

Bermain untuk : Nigeria

Lahir di : Rusia

Kendati Nigeria mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia tahun ini dengan kekalahan kontra Kroasia, namun bagi Brian Idowu, setidaknya ia merasa bermain di rumah sendiri. Pasalnya, Idowu merupakan kelahiran Sankt-Petersburg dan sempat mendeskripsikan dirinya sebagai ‘Afrika dengan Hati Rusia’. Idowu membuat debut di negara kelahiran sang ayahanda di tahun 2017, dan kini sering dipercaya (baca : dipaksa) untuk menjadi penerjemah bahasa Rusia bagi rekan-rekan setimnya.

 

Bek Sentral : Kalidou Koulibaly

Bermain untuk : Senegal

Lahir di : Prancis

Salah satu pemain bertahan terbaik di dunia saat ini, Kalidou Koulibaly mengklaim bahwa dirinya tidak menyesali keputusan untuk membela tanah orang tuanya ketimbang tempat kelahirannya, Prancis. Bintang Napoli tersebut menempa ilmu di akademi Metz dan sempat membela Les Bleus di sejumlah jenjang usia muda, sebelum mengawali debutnya bersama Senegal pada tahun 2015. Bisa dibayangkan jika pemain yang dijuluki ‘Si Tembok’ itu memilih kewarganegaraan Prancis, mungkin tim asuhan Didier Deschamps itu akan mampu bermain lebih baik dibanding apa yang mereka perlihatkan di dua laga awal penyisihan grup.

 

Gelandang Sentral : Thiago

Bermain untuk : Spanyol

Lahir di : Brasil

Mungkin sudah banyak yang mengenal Thiago Alcantara sebagai punggawa Spanyol berdarah Brasil, namun hanya segelintir yang tahu bahwa ia (bersama sang adik, Rafinha) adalah anak kandung bintang besar tim Samba, Mazinho, yang mampu meraih gelar Piala Dunia tahun 1994. Thiago merupakan produk asli didikan akademi La Masia, dan memutuskan untuk membela Spamyol pada tahun 2011 silam. Sementara, berbeda dengan sang kakak, Rafinha sudah mengoleksi dua caps bersama timnas Brasil, meski ia tidak masuk ke dalam tim yang diberangkatkan ke Rusia tahun ini.

 

Gelandang Sentral : Ivan Rakitic

Bermain untuk : Kroasia

Lahir di : Swiss

Satu dari sekian banyak bocah imigran dari Balkan yang mencari suaka di Swiss, Rakitic merupakan andalan timnas Swiss hingga ke jenjang U-21, namun kemudian ia membuat sang ayah menangis bahagisa ketika memutuskan untuk berkostum Kroasia di level senior. Playmaker Barcelona tersebut pun menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa dan mencetak satu gol ke kemenangan gemilang 3-0 atas Argentina. Karena lahir di daerah Swiss yang berbatasan langsung dengan Jerman dan beristrikan orang Spanyol (dan juga berkarir di Catalan), Rakitic juga diketahui fasih berbicara beragam bahasa.

 

Gelandang Sentral : Mehdi Carcela

Bermain untuk : Maroko

Lahir di : Belgia

Berbeda dengan sejumlah rekannya seperti Hakim Ziyech dan Nordin Amrabat yang kelahiran Belanda, Mehdi Carcela lahir di kota Liege, Belgia dari pasangan ayah Spanyol dan ibu Maroko. Carcela sempat malang melintang mulai dari jenjang usia U-16 hingga ke tim senior Belgia, dimana ia pernah bermain dalam laga persahabatan pada tahun 2009 dan 2010. Meski demikian, ia kemudian memanfaatkan regulasi FIFA yang memperbolehkan pergantian kewarganegaraan dan membela tanah air sang Ibunda. Belakangan, Carcela mengaku bahwa keputusan tersebut merupakan perwujudan dari impian masa kecilnya.

 

Penyerang : Daniel Arzani

Bermain untuk : Australia

Lahir di : Iran

Pemain dengan usia termuda di turnamen Piala Dunia tahun ini, Arzani sesungguhnya lahir di Iran, namun orangtuanya memutuskan untuk hijrah ke Australia ketika dirinya berumur 6 tahun. Sejak saat itu, Arzani secara konsisten telah bermain membela Socceroos di seluruh jenjang usia hingga ke tim senior. Di Australia, ia mulai dibanding-bandingkan dengan Harry Kewell karena kepiawaiannya mengolah bola dan membahayakan gawang dari sisi lapangan. Di pertandingan melawan Denmark, Arzani menjadi salah satu pemain Australia paling berbahaya meski diturunkan sebagai pemain pengganti.

 

Penyerang : Rodrigo

Bermain untuk : Spanyol

Lahir di : Brasil

Seperti halnya Thiago Alcantara dan Diego Costa, Rodrigo merupakan punggawa Spanyol kelahiran asli Brasil. Memulai karir sepakbolanya di akademi Flamengo, pemain bernama lengkap Rodrigo Moreno Machado itu kemudian diboyong Real Madrid pada usia remaja dan sempat membela La Roja di jenjang usia muda sebelum naik pangkat ke tim utama berkat 16 gol yang dicetaknya bersama Valencia musim silam.

 

Penyerang : Diego Costa

Bermain untuk : Spanyol

Lahir di : Brasil

Sosok yang melengkapi ‘Trio Samba’ di tubuh tim Matador, Diego Costa menjadi ujung tombak andalan Spanyol dan sudah mencetak tiga gol di gelaran Piala Dunia sejauh ini. Costa sesungguhnya sempat membela tanah kelahirannya di partai persahabatan, namun pada tahun 2014 silam, ia menggunakan hak kewarganegaraan gandanya untuk berkostum Spanyol secara permanen. Dengan melempemnya Alvaro Morata di Chelsea musim silam, fans Spanyol pastinya sangat mensyukuri keputusan Costa tersebut. Gaya permainannya yang agresif, dengan fisik tangguh dan naluri predator untuk mencetak gol, striker Atletico Madrid itu digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat top skorer Piala Dunia 2018.

 

 

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top