BERITA BOLA

Raga-Raga Kaca : 7 Pemain Liga Primer Inggris Yang Paling Rentan Cedera

Sebagai salah satu liga sepakbola terbesar di Eropa, bahkan dunia, tak heran jika Liga Primer Inggris menuntut banyak dari para pelakonnya, terutama dari segi fisik. Namun sayangnya, meski memiliki talenta yang luar biasa, banyak juga dari para punggawa Liga Inggris yang terlalu sering dibebat cedera. Hal ini tentunya tidak menguntungkan bagi pihak klub maupun pemain sendiri jika terus dipaksakan, maka banyak dari para bakat alam dengan ‘raga serapuh kaca’ tersebut yang disarankan untuk mencari peruntungan di liga negara lain demi kelangsungan karir dan kesehatan mereka. Berikut kami rangkumkan beberapa di antaranya

7. Kieran Gibbs (Arsenal)

Menunjukkan segudang potensi kala bergabung dari Arsenal di tahun 2008, Kieran Gibbs disebut sebagai penerus bek kiri hebat The Gunners seperti Ashley Cole dan Gael Clichy. Namun sayang, di musim keduanya, Gibbs langsung akrab dengan ruang perawatan akibat cedera yang mengharuskannya absen di 33 pertandingan (!). Total hingga saat ini, Gibss telah duduk di bangku cadangan sebanyak total 99 kali, dan masih juga belum mampu menyegel posisi inti di sisi kiri Arsenal. Di usia yang menginjak 27 tahun, Gibbs mesti rela tempatnya diambil alih oleh sejumlah pemain yang di atas kertas memiliki kemampuan di bawahnya, seperti Nacho Monreal.

6. Vincent Kompany (Manchester City)

Ah, yang satu ini mungkin akan sulit untuk diputuskan. Pasalnya, Kompany adalah pemain andalan di sektor pertahanan Manchester City dengan kharisma dan ketangguhannya. Ia pun didapuk sebagai kapten tim berkostum Biru Langit tersebut, dan kerap menampilkan performa gentas setiap kali diturunkan. Namun, cedera juga mengakrabi karir pemain asal Belgia tersebut, yang di dua musim terakhir saja sudah 63 kali absen dari lapangan hijau. Dengan kedatangan bek muda John Stones, masa depan Kompany di Etihad Stadium makin suram dan total 11 kali bermain sepanjang musim lalu jelas tak akan cukup membantu kelangsungan masa bakti pemain berusia 31 tahun tersebut di skuad asuhan Pep Guardiola.

 

5. Daniel Sturridge (Liverpool)

Julukan ‘Arjen Robben’ Inggris sepertinya pantas disematkan pada Daniel Sturridge. Pemain Liverpool tersebut juga berposisi sebagai sayap, rajin mencetak gol, dan juga getol dibekap cedera. Tahun 2014 yang seharusnya bisa menjadi tahun pembuktian bagi Sturridge akhirnya lewat begitu saja karena cedera demi cedera yang menderanya. Sturridge sejauh ini sudah melewatkan 86 pertandingan The Reds karena kondisi fisiknya, dan saat ini, mengingat klub tersebut sudah memiliki sejumlah andalan lain dalam diri Sadio Mane, Roberto Firmino, Philippe Coutinho dan Adam Lallana, sepertinya sudah saatnya bagi Sturridge dan Liverpool untuk mengakhiri kerjasama mutualisme mereka, dan sang winger pun bisa mencoba Liga lain yang mungkin lebih cocok untuknya. Karena bila tidak ada faktor cedera, banyak pengamat yang memprediksi Sturridge bisa menjadi salah satu pemain paling berbahaya di Eropa.

4. Danny Welbeck (Arsenal)

Pemain seangkatan Sturridge yang juga diberkahi segudang talenta dan sepakan akurat. Setelah ‘menyebrang’ dari klub rival Manchester United di tahun 2014, fans Arsenal berharap banyak pada sang striker keling yang pernah dilabel sebagai ‘wonderkid’ tersebut. Namun sayangnya, di musim pertama saja Welbeck sudah absen di enam pertandingan, dan hanya menjadi semakin sering setelahnya. Hingga saat ini, Welbeck sudah melewatkan 79 laga tanpa bermain untuk The Gunners, dan dengan cemerlangnya Alexis Sanchez, sepertinya Arsene Wenger akan menyesal untuk tidak menjualnya sejak lama. Musim lalu, Welbeck hanya bermain sebanyak 16 kali dan mencetak 2 gol. Bukan statistik yang didambakan, terlebih bagi seorang pemain yang berposisi sebagai striker murni.

3. Andy Carroll (West Ham)

Memecahkan rekor transfer dua kali nyatanya tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi. Tengok saja Andy Carroll, yang menjadi pemain Inggris termahal kala ditebus Liverpool dari Newcastle United, dan kemudian menjadi punggawa West Ham berbanderol tertinggi sepanjang masa. Karir Carroll lebih banyak dihabiskan dengan absen karena cedera, dan selama membela The Hammers, striker jangkung itu sudah tidak bermain di 109 pertandingan! Tentu jumlah ini sangat mencengangkan untuk pemain dengan embel-embel ‘berharga selangit’ seperti dirinya. West Ham kini dikabarkan tengah fokus mencari pemain dengan kondisi fisik yang lebih konsisten, seperti Kelechi Iheanacho dan Michy Batshuayi, yang artinya pihak klub sudah dapat ‘legowo’ melepas Carroll di musim panas mendatang.

2. Phil Jones (Manchester United)

Tiba sebagai bek masa depan berkemampuan komplit di tahun 2011 silam, Phil Jones hingga saat ini masih juga berkutat dengan cedera sporadis yang terus menimpanya. Mantan andalan Blackburn Rovers ini agaknya belum dapat menyesuaikan diri dengan metode kepelatihan United, kendati telah berganti nahkoda beberapa kali. Total, Jones memang telah bermain sebanyak 122 kali untuk Red Devils, dan akan bisa lebih banyak lagi jika saja kondisi fisiknya dapat terus fit. Musim lalu saja, ia hanya bermain di 18 pertandingan, sehingga Jose Mourinho ‘terpaksa’ harus menduetkan Eric Bailly dengan Chris Smalling, yang performanya bisa dibilang tak sebaik Jones. Akankah pemain yang saat ini berusia 25 tahun tersebut berganti kostum musim depan? Melihat opsi yang ada saat ini, tak heran jika Mou akan melegonya di bursa transfer mendatang

1. Jack Wilshere

Seharusnya saat ini Jack Wilshere menikmati tahun-tahun terbaiknya sebagai pemain sepakbola, namun sayang, kendati bakat alamnya sebagai pengatur ritme tak diragukan lagi keabsahannya, tubuh Wilshere bisa dikatakan terlalu ringkih untuk menyokong perannya di lapangan. Sejumlah media sampai sepakat menyebut Wilshere sebagai pemain yang paling rentan cedera yang pernah ada di Liga Inggris. Setelah absen di total 154 pertandingan dalam kurun waktu delapan tahun, Arsenal, klub yang membesarkannya dari usia muda, dan pelatih Arsene Wenger yang sangat mengasihinya akhirnya tak tahan dan mengirimnya ke Bournemouth dengan status pinjaman di sepanjang musim 2016 / 2017 dengan harapan Wilshere akan lebih mudah beradaptasi dengan gaya permainan Liga Inggris. Awalnya, semua rencana tersebut berjalan lancar dan Wilshere menjadi andalan tak tergantikan di lini tengah The Cherries, namun di bulan April silam, sang ‘Pangeran Kaca’ harus kembali ke meja perawatan akibat patah tulang betis hingga saat ini. Mungkin hal tersebut akan membuat The Gunners terpaksa (akhirnya) melepaskan salah satu bintang kesayangannya tersebut.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top