Liga Indonesia

Presiden Borneo FC Sebut Sistem Marquee Player Tak Efektif Untuk Angkat Kualitas Liga Indonesia

Orang nomor satu Borneo FC, Nabil Husein, belum lama ini memberikan tanggapan pedasnya terhadap sistem penggunaan marquee player yang diterapkan pada klub-klub Liga Indonesia musim lalu. Pria tambun tersebut menyebut bahwa hal itu tak efektif dalam menjamin terangkatnya kualitas liga.

“Kalau menurut saya, marquee player ini tidak meninggikan kontes (kelas) liga kita” tutur Husein blak-blakan. “Mungkin dengan pemain yang cukup dikenal di dunia seperti (Michael) Essien, itu bagus. Tapi kan tidak semua klub bisa mendatangkan pemain sekelas dia” paparnya kemudian.

Pada musim lalu, yang merupakan musim perdana Liga Indonesia di bawah kepengurusan PSSI baru, para klub diijinkan untuk membeli sejumlah marquee player atau eks-bintang kelas dunia untuk memperkuat skuad dengan harapan dapat menambah kualitas permainan secara keseluruhan. Tapi pada perkembangannya, ternyata sistem itu nyaris tak mengubah apa-apa. Bahkan pemain sekelas Michael Essien saja tidak mampu mengangkat performa Persib hingga klub legendaris itu harus finish di peringkat 13.

Borneo FC sendiri sempat mendatangkan Shane Smeltz; penyerang Selandia Baru yang pernah berlaga di Piala Dunia 2010, tapi secara statistik, pemain tersebut malah kalah jauh dari striker lokal Lerby Eliandry yang mampu mencetak 16 gol.

“Jadi, menurut saya, seharusnya dihapuskan saja (sistem marquee player) karena itu tidak merubah apa-apa. Kembali ke 3+1 saja sudah cukup baik” pungkas Husein mengacu kepada regulasi resmi AFC yang menetapkan tiap klub boleh mendatangkan 3 pemain non Asia dan 1 pemain Asia.

Bagaimana menurut kamu? Setujukah dengan pendapat bapak Husein?

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top