BERITA BOLA

Portugal 3 – 3 Spanyol; Rating Para Punggawa Di Laga Sengit Nan Klasik

Pertemuan antara Portugal kontra Spanyol di penyisihan Grup Piala Dunia dapat dianggap final ‘prematur’ bagi sebagian besar penikmat sepakbola, dan kedua tim tidak mengecewakan dengan penampilan gentas dan permainan terbuka dan menghibur. Calon partai klasik ini kembali menunjukkan kualitas sahih seorang Cristiano Ronaldo sebagai salah satu pebola terbaik yang pernah ada di muka bumi. Pemain Real Madrid kelahiran Pulau Madeira itu mencetak hattrick yang membatalkan kekalahan negaranya dari Spanyol, termasuk satu gol tendangan bebas indah nan spektakuler. Berikut Bolazola coba jabarkan rating performa setiap pemain dalam laga tersebut.

 

Portugal : Kiper dan Pemain Bertahan

Rui Patricio 7/10 Bermain solid dan siaga di bawah mistar, namun tak berdaya menghalau gol-gol matang              Spanyol yang seluruhnya dicetak secara berkelas.

Cedric 6/10 Memberi kontibusi baik kala merangsek maju dan bola kirimannya cenderung tepat sasaran, namun dari segi pertahanan, ia berulang kali terekspos dan membiarkan sisi kanan yang dijaganya menjadi lubang menganga bagi para ujung tombak Spanyol.

Pepe 5/10 – Terlepas dari pelanggaran atau tidak kala sikut Costa menyenggol leher Pepe sebelum mencetak gol pertama Spanyol, bek yang kini merumput di Turki itu sudah terlihat tak mampu mengimbangi tenaga para penyerang lawan secara keseluruhan. Sang sipir ‘bengis’ tampak sudah mulai tergerus usia dan tak lagi memiliki kemampuan kontak fisik seberingas masa jayanya.

Jose Fonte 6,5 / 10 – Bermain solid di nyaris keseluruhan laga, sayangnya tak mampu berbuat banyak ketika            berhadapan satu lawan satu dengan Costa hingga nama terakhir bisa mencetak gol pembuka ke gawang Rui Patricio.

Raphael Guerreiro 6/10 – Dapat bekerja sama dengan baik bersama Cedric di sisi kanan untuk naik turun              membantu penyerangan, namun sayang umpannya tidak cukup akurat untuk membahayakan lini pertahanan Spanyol.

 

2. Portugal : Gelandang dan Sayap

Bernardo Silva 6/10 – Bekerja keras dan kerap nyaris membahayakan dengan manuver-manuvernya, namun mungkin karena terlalu semangat, ia sering meninggalkan Cedric menggantung sendirian di sisi kanan hingga menjadi sasaran empuk serangan balik Spanyol.

William Carvalho 6/10 – Untuk jangkar dengan reputasi mumpuni, permainan Carvalho secara teknis tidak menunjukkan sesuatu yang istimewa. Distribusi umpannya oke, namun ia seringkali tidak mampu melakukan intersep pada saat pemain Spanyol menguasai bola.

Joao Moutinho 4/10 – Hanya menjadi penonton di nyaris sepanjang pertandingan, Joao Moutinho gagal                  memberikan pengaruh serta pengalaman yang dibutuhkan sebagai seorang pemain veteran. Para gelandang Spanyol secara harafiah berulang kali terlihat mampu berlari mengitari mantan pemain andalan Porto tersebut. Kasihan..

Bruno Fernandes 6/10 – Bekerja dengan amat keras di sisi kiri namun sayangnya ia tak memiliki kemampuan        passing yang bisa membelah pertahanan Spanyol dan sering membuat rekannya di lini depan menunggu dengan sia-sia kiriman bola matang yang tak kunjung datang.

 

3. Portugal : Penyerang

Goncalo Guedes 6 / 10 – Menampilkan kecepatan yang di atas rata-rata serta teknik mumpuni untuk pemain muda seusianya, namun Guedes masih harus belajar lebih banyak dari segi pertahanan. Gol kedua Spanyol tercipta karena ia kalah dalam duel udara dengan Sergio Busquets hingga akhirnya metronom Barcelona itu mampu mengirim bola ke kaki Diego Costa hanya beberapa senti dari mulut gawang.

Cristiano Ronaldo 9,5/10 – Di laga ini, Ronaldo membuktikan betul bahwa dirinya bukan hanya pria tampan      pesolek, namun seorang atlit dengan mental juara dan teknik sempurna. Setelah mengejutkan Spanyol lewat penalti di menit  ke-2 dan gol berbau blunder, CR7 kemudian menaklukkan De Gea untuk kali ketiga dengan eksekusi tendangan bebas sempurna yang biasanya hanya kita saksikan di pariwara Nike atau Adidas. Penampilan brilian yang pantas dari seorang kapten yang selama ini dikenal sebagai salah satu pebola terbaik di era modern.

 

4. Portugal : Pemain Pengganti 

Joao Mario 6/10 – Berlari tanpa lelah kesana kemari untuk mendapatkan bola, namun sayangnya tidak mampu berkontribusi banyak setelah memasuki lapangan.

Ricardo Quaresma 6/10 – Mantan pemain’ajaib’ dengan dribel magis dan tehnik tingkat tinggi ini sempat beberapa kali menunjukkan gelenyar kebrilianannya, namun secara keseluruhan, kehadirannya tidak banyak membantu permainan Portugal dari sayap kanan.

Andre Silva N/A – Turun di lima menit terakhir.

 

5. Spanyol : Kiper dan Pemain Bertahan

David De Gea 3/10 – Penalti dan tendangan bebas Ronaldo memang sulit untuk dibaca, namun gol kedua Portugal murni merupakan kesalahan De Gea, yang tidak mampu mengatasi sepakan datar jarak jauh Ronaldo hingga bola memantul dari sarung tangannya. Blunder tersebut pun membuat kiper Manchester United itu menjadi bahan guyonan di sosial media dan mengingatkan orang-orang pada kesalahan yang dibuat Loris Karius di final Liga Champion lalu. Secara keseluruhan pun, De Gea bisa dikatakan bermain di bawah performa dan terlihat tidak meyakinkan di bawah mistar Spanyol.

Nacho 7/10 – Kesalahan konyol di menit awal yang menyebabkan Portugal mendapat hadiah penalti dibayar lunas oleh Nacho ketika bek muda Real Madrid itu mencetak gol ketiga Spanyol dengan tembakan first-time jarak jauh yang melengkung indah sebelum menghantam tiang dalam dan memantul ke gawang Rui Patricio.

Sergio Ramos 8/10 – Pengaruhnya dalam permainan terus bertambah seiring waktu berjalan. Intersepnya efektif, dan umpan lambung diagonal lintas-sisinya sangatlah akurat. Pilar kunci Spanyol untuk Piala Dunia tahun ini.

Gerard Pique 6/10 – Cukup solid dalam menggalang pertahanan, meski sedikit jauh di bawah Ramos. Dorongannya terhadap Ronaldo menghasilkan tendangan bebas di dekat kotak enam belas meter yang membuat megabintang Real Madrid itu berhasil mencetak salah satu gol terindah dan terpenting sepanjang karirnya.

Jordi Alba 7/10 – Kendati permainannya tidak mencolok, Alba menjadi sosok vital di sisi kiri lapangan yang sama berbahayanya ketika maju menyerang maupun turun bertahan.

 

6. Spanyol : Gelandang

Sergio Busquets 7/10 – Seperti biasa, Busquets mengemban perannya sebagai jangkar sekaligus metronom lini sentral dengan sangat apik. Ia memberikan assist kepada gol kedua Spanyol yang dicetak Diego Costa dari jarak dekat.

Koke 7/10 – Gelandang ‘bayangan’ Spanyol yang tidak terasa keberadaanya sepanjang laga, namun Koke bermain sangat efektif dengan atau tanpa bola, dan sangat jarang mengulurkan kaki yang salah untuk menghalau pergerakan lawan yang dikawalnya.

Isco 9/10 – Di babak pertama, Isco nyaris mencetak gol spektakuler dari tepi kotak penalti, namun sayang bola memantul keluar dan tidak menghasilkan gol setelah ditilik lewat teknologi VAR. Salah satu pemain yang paling enak dilihat sepanjang laga. Pergerakannya elegan, tekniknya brilian, dan setiap kali mendapatkan bola, ia memberikan teror bagi para pemain Portugal di sekitarnya, dan nyaris selalu harus dihentikan oleh lebih dari dua orang pemain.

Andres Iniesta 8/10 – Melihat permainan Iniesta kontra Portugal, sulit untuk memahami mengapa sang maestro memutuskan untuk meninggalkan Catalan dan berkarir di Jepang. Penyambung utama sisa-sisa kejayaan tiki-taka Spanyol dengan passing yang super presisi, dan kendati telah berusia 34 tahun, jarang ada pemain Portugal yang bisa merebut bola dari kaki mantan kapten legendaris Barcelona tersebut.

David Silva 7,5 / 10 – Seiring bertambahnya usia, permainan David Silva semakin matang dan efektif, seperti layaknya Iniesta. Tendangan bebasnya yang presisi mampu terkoneksi dengan Sergio Busquets dan menghasilkan gol kedua Spanyol yang dicetak oleh Diego Costa. Mulai pertengahan babak kedua, Silva juga dengan nyaman mendikte permainan dan bermain-main dengan lini tengah dan lini belakang Portugal.

 

7. Spanyol : Penyerang

Diego Costa 8/10 – Di awal laga, Costa-seperti biasa, terlihat ‘malas’ mencri bola dan tak terlibat dalam skema penyerangan rekan-rekannya, namun proses terjadinya gol pertama menunjukkan mengapa pemain berdarah Brasil ini patut dijuluki sebagai monster. Mendapatkan bola lambung sendiran di depan, Costa melewati halauan Pepe (serta menyikutnya sedikit), dan mengajak Jose Fonte dan satu bek Portugal lagi berdansa cha cha sebelum melepas tendangan akurat ke pojok kanan gawang Patricio. Calon peraih top skorer di Piala Dunia tahun ini.

 

8. Spanyol : Pemain Pengganti

Thiago Alcantara 7/10 – Meneruskan peran Iniesta dengan lancar di lini tengah dan terlihat sangat nyaman kala menguasai bola; baik dalam melakukan tusukan maupun melepas umpan matang.

Iago Aspas 5/10 – Pengaruhnya di lini depan tidak terlalu terasa dan setidaknya satu kali membuang kesempatan emas.

Lucas Vasquez N/A – Diturunkan di tujuh menit terakhir laga dan kebanyakan hanya berlari dalam skema untuk mendukung pergerakan rekan-rekannya (hingga Ronaldo mencetak gol ketiga).

 

 

 

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top