EURO 2016

Polisi Irlandia Utara “Kawal” Suporternya di Prancis

Pada tahun ini, Irlandia Utara akan menjalani laga debutnya pada ajang Piala Eropa. Ini akan menjadi kompetisi tingkat Eropa pertama bagi mereka. Oleh sebab itu, maka sangat mungkin para pendukung Irlandia Utara akan datang menuju Prancis untuk mendukung negaranya dengan suka cita yang luar biasa. Para fans Irlandia Utara pun akan “dikawal” secara khusus oleh pihak kepolisian Irlandia agar mereka tidak berlebihan.

Setelah tidak ikut serta pada gelaran Piala Eropa 1960, kemudian Irlandia Utara pun lebih banyak menghabiskan tahun-tahun berikutnya dengan hanya mencapai babak kualifikasi dari event pesta sepakbola bagi negara0negara di Eropa tersebut. Mulai tahun 1964 hingga 2012, sudah 13 edisi dari Piala Eropa mereka gagal menembus putaran final Piala Eropa.

Dan baru pada Piala Eropa 2016 ini, tim yang memiliki julukan “Norn Iron” serta “Green and Whiter Army”  itu berhasil menembus hingga putaran final. Bahkan status Irlandia Utara pun sebagai juara grup dengan mangalahkan para pesaingnya seperti Yunani, Hongaria, Finlandia serta Rumania.

Oleh karena itu, Irlandia Utara akan menjalani laga debutnya pada Piala Eropa bersamaan dengan empat tim lain yang juga menjadi debutan pada kompetisi tersebut. Kompetisi ini juga menjadi kancah sepakbola akbar kedua yang telah dijalani oleh Irlandia Utara. Sebelumnya, Irlandia Utara pernah lolos pada putaran final Piala Dunia 1986. Namun Norm Iron tersingkir pada fase grup.

Menurut NewsLetter.co.uk, diperkirakan akan ada sekitar 50 ribu pendukung negara yang pernah melaju hingga babak perempat final pada Piala Dunia 1958 itu. Para pendukung Irlandia Utara akan hadir di stadion dan mendukung skuat arahan Michel O’Neill di Lyon, Nice dan Paris. Pada fase grup, Irlandia akan bersaing dengan Jerman, Polandia dan Ukraina.

Sebenarnya, para pendukung Irlandia Utara bukanlah supporter yang gemar berbuat onar. Namun Irlandia Utara yang akan menjalani laga debut serta kesukaan penduduk Iralandia akan minuman beralkohol, cukup berpontensi membuat sekitar 50 ribu pendukungnya bergesekan dengan aparat keamanan.

Itulah mengapa, akhirnya ada delapan opsir polisi langsung dari Irlandia Utara akan ditugaskan untuk menemani para pendukungnya ke Prancis. Mereka akan bertugas menjadi semacam penterjemah kultur.

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top