Categorized

Play The Future! 10 Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang PES 2018

Bukan hanya di kehidupan nyata, sepakbola juga telah menjadi salah satu permainan virtual paling digemari di dunia; terutama melalui dua game si kulit bundar terbesar di dunia, yakni FIFA dan Pro Evolution Soccer (PES). Ada masanya kala PES menjadi primadona di mata (dan hati) para gamers, namun kurangnya lisensi resmi hingga saat ini membuat banyak yang berpindah ke sang pesaing, FIFA. Setiap tahun, kedua developer game tersebut seakan berlomba meresmikan seri demi seri terbaru. Untuk menyambut PES 2018 yang sebentar lagi akan dirilis, berikut kami rangkumkan 10 hal menarik tentang game buatan Konami tersebut. Let’s play!

10. Bertaburan bintang Barcelona

Sejak beberapa tahun silam, Konami telah menjalin kerjasama premium dengan Barcelona, dan hal itu sepertinya akan semakin jelas terlihat di game PES terbaru mereka. Tidak hanya satu, developer asal Jepang itu telah menaruh sekurangnya lima bintang Barca sebagai representatif mereka di game tersebut; diantaranya Luis Suarez, Andres Iniesta, Neymar Jr, Rafinha dan (tentu saja) Lionel Messi. Langkah ini sepertinya diambil Konami untuk membalas FIFA milik EA Sports yang menaruh bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo sebagai game ambassador mereka. Rivalitas antara Messi dan Ronaldo pun berlanjut di lapangan virtual. Kenapa tidak?

 

9. Camp Nou sebagai Stadium eksklusif

Meneruskan betapa ‘premium’nya kerjasama Konami dan Barcelona, stadion Camp Nou pun menjadi lapangan virtual eksklusif PES, yang artinya stadiun megah tersebut tidak akan dapat ditemukan secara resmi di FIFA. Hal ini tentunya cukup menjadi pukulan telak bagi EA Sports, pasalnya, hal tersebut berarti para fans Barcelona harus rela melihat Messi dan kawan-kawan bermain di stadium artifisial tanpa kemegahan atmosfir Camp Nou. Namun hal ini pun bukanlah masalah besar, karena toh, game sepakbola akan dinilai mutlak dari gameplay, grafis serta fitur-fitur lain yang ditawarkan.

 

8. Kualitas PC dan Konsol yang (akhirnya) setara

Hampir rata-rata penggila sepakbola pemilik PC (Komputer Pribadi) yang fokus kepada gaming rig (perangkat untuk bermain game) akan berpendapat bahwa kualitas grafis PES 2017 versi PC beda dengan versi konsol (PS4 dan Xbox One). Konami sejauh ini antara gagal atau memang sengaja tidak membuat kedua versi game tersebut setara dari sisi grafis. Namun kabarnya, hal itu tak akan terjadi lagi di seri tahun 2018. Pihak pengembang asal Jepang itu sudah menegaskan bahwa game PES akan bisa dimainkan dengan kualitas setara di semua format. Memang seperti inilah yang seharusnya terjadi. Tidak ada satupun konsumen yang mau membeli barang sama dengan kualitas yang berbeda-beda, apapun alasannya.

 

7. Dirilis sebelum FIFA

Fakta satu ini bisa jadi nilai plus untuk PES. FIFA 18 direncanakan akan dirilis secara global di tanggal 29 September, sementara Konami akan ‘colong start’ dengan merilis PES 2018 tangga 12 September di Amerika Serikat, dan 14 September di seluruh dunia. Itu berarti PES akan dirilis hampir satu minggu lebih sebelum FIFA! Durasi tersebut akan sangat berarti bagi penjualan secara digital, pasalnya, jika harus head to head dengan FIFA di tanggal rilis, Konami akan kesulitan mengejar hype game tersebut, yang unggul telak dari segi lisensi resmi. Dengan merilis jauh lebih awal, maka PES akan lebih dahulu memperoleh profit dari komunitas gaming modern yang semakin lama semakin tidak sabaran.

 

6. Belum untuk Nintendo Switch (tahun ini)

Pemilik konsol baru yang sedang trend, Nintendo Switch, sepertinya harus sabar menanti sedikit lebih lama sebelum dapat menikmati game sepakbola fantastis ini. Konami belum merilis pernyataan resmi apapun tentang keberadaan PES 2018 di Nintendo Swtch, sementara FIFA sudah memberikan petunjuk-petunjuk mengenai rencana versi unik FIFA 18 di konsol tersebut. Tentunya hal ini bukan berarti Konami akan mengabaikan Nintendo Switch begitu saja. Disinyalir, mereka hanya menunggu saat yang tepat untuk itu merilis salah satu game terbesar mereka di konsol yang memang baru seumur jagung itu. Jika Nintendo Switch dapat membuktikan kepopulerannya dalam jangka waktu yang lama, tentu Konami tak akan segan memberikan akses bagi para pemilik konsol tersebut untuk menikmati PES 2018.

 

5. ‘Atmosfir Terowongan’ Sebagai Fitur Utama

Poin ini cukup menarik karena artinya Konami meninggalkan tradisi PES yang selalu menampilkan apa yang terjadi di lapangan di sela pertandingan yang dimainkan. Untuk PES tahun ini, Konami menyorot terowongan stadiun sebagai ‘nilai jual’ utama game tersebut. Artinya, sejumlah hal unik akan dapat kita lihat secara spesifik, mulai dari detil terowongan Barcelona yang apik hingga tangga khas Stadiun Anfield yang selalu dilalui para pemain Liverpool sebelum berlaga. Bukan hanya itu, pencahayaan lampu stadiun dan juga angle pertandingan juga akan ditingkatkan sehingga lebih menyerupai kenyataan. Kami sedikit berharap pula duet komentator ‘legendaris’ Peter Drury dan Jim Beglin akan memberikan lebih banyak variasi lagi atau malah digantikan sekalian dengan yang lebih muda dan segar (seperti bung Ahay, mungkin?)

 

4. Bermain sebagai Usain Bolt

Semirip apapun dengan kenyataan, game tetaplah game yang menawarkan ‘fantasi’. Di PES tahun ini, para gamer akan dapat memainkan Usain Bolt sebagai salah satu punggawa lapangan hijau. Pelari sprinter tercepat di dunia itu dapat ditemui dalam fitur MyClub PES yang memang kerap menampilkan sejumlah pemain legenda, diantaranya Luis Ronaldo dan Diego Maradona. Perlu diketahui pula bahwa dalam PES 2018, Usain Bolt akan memiliki status kecepatan (speed) tertinggi dengan angka 99, yang berada di atas sejumlah bintang dunia seperti Messi, Ronaldo, dan Gareth Bale. Bolt memang diketahui sebagai penggila sepakbola dan sempat menyatakan ingin berkarir sebagai pesepakbola setelah pensiun dari dunia lari. Akan agak aneh rasanya jika melihat Usain Bolt mencetak gol dan diberikan komentar sebagai salah satu ‘pemain veteran’ sepakbola, namun keberanian Konami untuk tampil beda dengan memasukkan pelari asal Jamaika tersebut patut diapresiasi.

 

3.  Kembalinya Diego Maradona

Seperti yang sudah disinggung di poin sebelumnya Diego Maradona menjadi langganan Konami sebagai salah satu legenda sepakbola yang dapat dimainkan di PES 2018. Yang menarik dari hal ini adalah fakta bahwa belum lama ini Maradona dikabarkan cekcok dengan pihak Konami karena merasa nama dan imejnya dicatut ke dalam game tersebut. Pebola kidal asal Argentina itu memang kabarnya telah berdamai dengan Konami dan bahkan setuju untuk berlaku sebagai duta besar resmi untuk game tersebut. Bermain sebagai Maradona tentunya akan sangat menarik, mengingat dribel magis khas dan tendangan dahsyatnya akan kembali dapat dinikmati oleh para penggila sepakbola lewat game PES ini. Belum jelas pula apakah Maradona dapat dimainkan diluar fitur MyClub, namun sepertinya masuk akal jika hal tersebut bisa dilakukan.

 

2. Mekanisme tendangan bebas anyar

Bagi mereka yang sudah menguasainya, pasti akan mengatakan bahwa mekanisme set piece  atau tendangan bebas di PES 2017 baik-baik saja dan bahkan mengalami pengingkatan. Selama ini, Konami memang memenangkan faktor tersebut dari rivalnya, EA Sports, yang dikenal suka mengutak-atik tendangan bebas di setiap serinya. Untuk seri tahun ini, Konami sepertinya ingin terus berinovasi (berevolusi?) dan akan memperkenalkan mekanisme set piece baru yang mereka klaim lebih baik dari sebelumnya. Saat ini, masih belum jelas bagaimana maksud Konami terhadap hal tersebut, namun melihat PES 2018juga menambahkan kick-off satu pemain yang belakangan cukup sering dilakukan di pertandingan sepakbola nyata, maka bisa disimpulkan bahwa situasi bola mati dalam game tersebut akan mengalami perubahan yang cukup signifikan.

 

1. Wajah baru Master League

Bila FIFA dikenal dengan Career Mode, maka PES memiliki fitur andalan serupa dalam wujud Master League. Namun sejauh ini, fitur milik PES masih bisa dikatakan kalah dari rivalnya tersebut, terutama dari segi estetika dan dinamika, namun di PES 2018, kabarnya Konami kembali memberikan perhatian lebih pada Master League, terutama dalam segi bursa transfer yang kini akan lebih interaktif dan realistis. Presentasinya pun telah ditingkatkan secara menyeluruh, dengan sejumlah penambahan pernak-pernik baru seperti pre-season yang mengijinkan pelatih untuk meracik taktik secara lebih detil dan spesifik. Hal ini tentunya akan semakin menambah nilai plus bagi gameplay PES dan Master League yang sangat digemari oleh para gamers sepakbola.

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top