EURO 2016

Perang Saudara Pemicu Ukraina Gagal di Piala Eropa 2016

Ukraina telah dipastikan tersingkir dari fase grup Piala Eropa 2016. Hal itu telah didapatkan oleh mereka, meskipun sebenarnya Ukraina masih akan menjalani satu pertandingan terakhir kontra Polandia. Terjadinya perang telah menjadi kambing hitam atam merosotnya penampilan Ukraina. Adanya peperangan telah mengacaukan penampilan meraka pada Piala Eropa 2016 ini.

Mykhailo Femenko selaku pelatih Ukraina telah mengungkapkan bahwa perang yang pada saat ini tengah berlangsung di Ukraina, sudah menghambat perkembangan sepakbola di negeranya. Pada prosesnya. Hal itu juga telah menyebabkan tim nasional Ukrainan gagal para Piala Eropa 2016.

Ukraina merupakan tim pertama yang sudah tersingkir dari gelaran Piala Eropa 2016. Mereka sudah mengalami dia kali kekalahan pada dua pertandingan pertama. Pada laga pertama mereka telah ditundukkan oleh Jerman dengan skor 0 – 2 kemudian kembali mengalami kekelahan yang sama ketika bertemu dengan Irlandia Utara.

“Karena sepakbola bukanlah menjadi sesuatu yang utama bagi Ukraina. Saat ini konflik tengah terjadi di negara kami, dan itu telah membuat hidup kami menjadi sulit. Dampaknya pun berpengaruh hingga sepak bola kami,” ungkap Fomenko sebagaimana yang telah dilansir dari AFP.

“Karena perang, liga domestic kami sudah ikut hancur. Oleh sebab itu, terdapat efek domino yang sduah muncul yang telah membuat kami tidak mampu lolos dari babak penyisihan grup ini,” imbuh Fomenko.

Perang saudara yang telah terjadi di Ukraina, telah memaksa sejumlah klub sepakbola yang ada di sana, terpaksa berpindah dari kandangnya. Utamanya pada klub-klub yang berada pada Ukraina sebelah timur. Juara Piala UEFA 2009, juga menjadi salah satunya. Shakhtar Donetsk pun harus angkat kaki dari kandangnya sendiri.

Salah satu klub raksasa di Ukraina ini harus menyingkir dari markasnya yang ada di Kota Donetsk serta Stadion Donbass Arena menuju Kota Lviv. Saat ini Donbass Arena sudah menjadi salah satu tempat untuk menampung korban-korban perang.

Oleh sebab itu, Liga Premier Ukraina tidak bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya serta pengembangan dari para pemain pun menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang akhirnya berimbas pada kegagalan tim nasional Ukraina pada Piala Eropa 2016.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top