EPL

Pep Guardiola: “Kalahkan United Untuk Memastikan Gelar Bukanlah Tujuan Saya”

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, bersikeras bahwa mengalahkan Manchester United untuk memenangkan trofi Premier League bukanlah sumber motivasi bagi juara terpilih.

City kini selangkah lebih dekat untuk meraih gelar juara setelah kembali menang dengan skor 2-0 atas Stoke City, mengembalikan keunggulan 16 poin atas Manchester United yang sebelumnya menang atas Liverpool.

Dengan jeda internasional berlangsung pekan depan, City selanjutnya akan menghadapi Everton pada tanggal 31 Maret sebelum menyambut United di Etihad Stadium pada tanggal 7 April, dimana pertandingan itu bisa menjadi penentu gelar pertama sejak tahun 2014.

Tapi ketika ditanya tentang prospek memastikan gelar melawan tim asuhan Jose Mourinho, Guardiola menjawab (via Sky Sport 13/3/2018): “Anda adalah jurnalis kelima yang mengajukan pertanyaan ini kepada saya. Yang penting adalah pada tanggal 12 Maret kami memiliki 81 poin dan itu bisa menambah keunggulan di puncak (klasemen).

“Kami ingin menjadi juara, itu yang ada di tangan kami. Mungkin kami bisa melakukannya dalam dua pertandingan, tapi percayalah, sebelum dan sesudah (melawan) United, kami memiliki perempat final dan pastinya fokus kami akan terpecah.

“Saya juga memahami para penggemar, tapi yang terpenting adalah menjadi juara. Kapan dan di mana tidak akan masalah.”

City kembali menuai hasil positif di bet365 Stadium, di mana dua gol David Silva mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Sergio Aguero yang sedang mengalami cedera.

Sebuah cedera lutut membuat Aguero absen, tapi Silva secara mengejutkan tampil cemerlang bahkan mencetak gol di babak kedua untuk membuat Stoke kesulitan dalam ancaman degradasi.

Merefleksikan penampilan playmaker asal Spanyol tersebut, Guardiola berbicara kepada wartawan: “Sembilan atau sepuluh tahun di sini, kemampuannya tak terbantahkan. Biasanya pertandingan seperti ini dianggap tidak berimbang, tapi David adalah contoh bagus bahwa di sepakbola modern bahwa siapapun bisa bermain di kedua sisi.

“Saya pikir semua pemain, mereka berlari tanpa bola dan mencoba untuk mendapatkan kembali dengan determinasi, dan saat menguasai bola, kami mencoba melakukan yang terbaik.

“Saya benar-benar mengapresiasi apa yang diperlihatkan anak-anak di pertandingan terakhir.”

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top