BERITA BOLA

Pemain Thailand Ini Akui Pernah Tolak Juventus

Pemain muda Thailand, Charyl Chappuis belum lama ini mengungkapkan salah satu peristiwa terbesar selama karirnya di lapangan hijau. Pemuda keturunan Swiss itu pernah menolak tawaran dari raksasa Italia, Juventus di tahun 2009 silam.

Kala itu, Chappuis menjadi salah satu bintang muda yang paling cemerlang di ajang Piala Dunia U-17. Setelah turnamen tersebut, telepon pun mulai berdering dari sejumlah klub besar Eropa dan dunia, termasuk Juventus.

“Setelah Piala Dunia U17, saya dan ayah banyak menerima panggilan telepon dari agen-agen seluruh dunia, rata-rata saya bisa menerima 10 hingga 15 panggilan per harinya” kenang Chappuis seperti dilansir media FourFourTwo Thailand.

“Setengah tahun setelah Piala Dunia, Juventus mendatangi saya dengan tawaran nyata melalui Gianluca Pessotto. Ia berkendara dari Turin ke Zurich untuk bertemu saya di suatu tempat” lanjutnya bersemangat. “Saya tak tahu bagaimana ayah memulai pembicaraan, karena ia tak bisa berbahasa Italia. Kemudian dia (Pessotto) menyatakan tertarik pada saya. Ia menilai saya memiliki kualitas membaca pertandingan dengan baik, memiliki dasar pemahaman sepakbola yang bagus dan juga kemampuan yang memadai” ujar Chappuis bersemangat.

Adapun, tawaran langka tersebut rupanya ditolak oleh Chappuis. Ia beralasan saat itu dirinya masih terlalu muda untuk menerima tantangan di negara yang masih asing baginya.

“Juve mengajukan penawaran resmi, dan menurut Pessotto, saya akan menerima gaji di sana meski ia tak memberitahu saya nominalnya. Saya kemudian menolaknya karena saat itu saya belum berani menerima tantangan. Saya takut sendirian jauh dari rumah dan saya tak bisa berkomunikasi karena tak bisa berbahasa Itali, saya masih malu-malu” ungkap Chappuis. Rupanya setelah itu pun, Pessotto masih berupaya membujuknya. “Lalu ia (Pessotto) memberitahu saya bahwa normalnya, Juventus tidak akan datang untuk memberi tawaran pada pemain yang sama dua kali, tapi dalam kasus saya, tawaran tersebut datang dua kali, dan tetap saya tolak” pungkasnya.

Selepas melewatkan tawaran itu, Chappuis memilih untuk tetap melanjutkan karir di klub Grasshoppers, namun ia gagal menembus tim utama dan dipinjamkan ke sejumlah klub kecil diantaranya Locarno dan Lugano. Saat ini, di usia 25 tahun, Chappuis merumput di Thailand bersama Suphanburi dan menjadi punggawa utama tim nasional negara tersebut.

Dengan menolak Juventus, bisa jadi Cyrill Chappuis membuat keputusan yang tepat, karena pindah ke klub yang terlalu besar tanpa rencana dan pertimbangan matang adalah salah satu penyebab utama banyak pemain muda berbakat yang ‘tenggelam’ dan akhirnya gagal mengembangkan karirnya.

 

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top