EPL

Mourinho “Tak Punya Masalah” Dengan Conte ?

Jose Mourinho dan Antonio Conte

Jose Mourinho bersikeras tidak ada masalah dengan Antonio Conte setelah dua manajer tersebut tidak berjabat tangan menyusul kemenangan juara bertahan Premier League atas Manchester United.

Mantan pemain depan Real Madrid, Alvaro Morata, menjadi pahlawan di Stamford Bridge pada Minggu malam saat Chelsea membuat United menelan kekalahan kedua mereka musim ini.

Ini adalah kekalahan yang bisa dibilang menyakitkan bagi Mourinho yang sengaja memancing emosi Conte di media, setelah manajer Chelsea tersebut mengacuhkan Mourinho saat peluit akhir.

Namun, Mourinho membantah insiden tersebut sebagai ‘masalah’ ketika ditanya tentang jabat tangan yang tidak dihiraukan Conte, yang memilih untuk merayakannya dengan para pemain di lapangan.

“Anda ingin saya pergi dan mengejarnya ke tengah lapangan? Saya berada di sana, saya berjabat tangan dengan orang-orang yang berada di sana,” kata Mourinho kepada wartawan, dikutip Sky Sport (6/11/2017)..

“Saya pikir salah satu dari mereka adalah saudaranya atau asistennya, jadi saya merasa bahwa dengan menjabat tangan saudaranya dan asisten lainnya, saya melakukan tugas saya, saya tidak bisa pergi dan mengejarnya.

“Mengapa saya harus menunggu di lorong? Dia tidak perlu menunggu, sama sekali tidak masalah sama sekali. Banyak yang menyangka hal semacam ini mengkhawatirkan, tapi tidak ada masalah.”

Hasilnya membuat United terpaut 8 poin dari pimpinan klasemen sementara Premier League, Manchester City. Dan Mourinho mengklaim bahwa United merindukan kehadiran Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic dan Marcos Rojo yang masih dibalut cedera.

“Saya pikir dalam pertandingan besar, tim kuat pasti melawan tim kuat, dengan taktis, emosional dan fisik yang sangat menguras,” Mourinho menjelaskan.

“Tentu saja kami melewatkan beberapa pemain penting, terutama untuk kualitas dan fisik beberapa dari mereka yang tidak bisa hadir.

“Tim yang mencetak gol pertama mungkin menang karena kedua tim sangat baik ketika bertahan dan berada di depan selalu menjadi keuntungan, tapi selisih skornya tipis.

“Meski begitu, saya pikir tim ini sempat kehilangan emosi selama beberapa menit setelah kebobolan, tim mengalami kesulitan dan mencoba bermain seperti biasa.

“Tapi kemudian kami memiliki reaksi yang baik, kontrol yang baik dan memiliki ruang untuk serangan balik. Kami memiliki inisiatif, keberanian, dinamis dan kami memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan, meskipun hasilnya masih negatif.

“Tapi ini bukan tentang apa yang adil atau yang tidak adil, ini tentang pragmatisme hasilnya. Satu gol dan tiga poin. Selamat.”

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top