Categorized

Meriam Jitu : 10 Besar Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Di Bundesliga Jerman

Bintang Bayern Munich, Robert Lewandowski baru saja mencetak gol ke 166 bagi timnya ke gawang FC Koln, dan dalam prosesnya, ia masuk ke jajaran 10 besar penyerang paling subur di Liga Jerman sepanjang masa. Berikut kami beberkan nama-nama punggawa yang berhasil mencapai hal membanggakan tersebut. Siapa sajakah mereka?

10. Robert Lewandowski

Laga / Gol : 243 / 166

Periode Bermain : 2006 – Sekarang

Seperti yang telah disinggung di atas, Robert Lewandowski sudah mulai mencuri perhatian sejak bermain di klub lamanya, Borussia Dortmund pada tahun 2010 silam, namun sejak masih merumput bersama klub Polandia; Znich Pruskow dan Lech Poznan, ia sudah rutin mencetak gol. Pemain internasional Polandia itu juga meraih dua trofi Bundesliga semasa merumput di Signal Iduna Park; mencetak 73 gol dari 131 pertandingan. Pada tahun 2014, Bayern pun meminangnya secara cuma-cuma setelah kontraknya habis. Kendati mengawali dengan lambat dan bermain kurang baik di beberapa bulan awal, Lewandowski langsung tancap gas dengan menggelontor lima gol ke gawang Wolfsburg. Kini di usia yang masih 29 tahun, tentu masih ada kesempatan bagi Lewandowski untuk terus menjebol gawang lawan dan menempati posisi top skorer yang lebih tinggi lagi dari saat ini.

 

9. Dieter Muller

Laga / Gol : 303 / 177

1972 – 1989

Dieter Muller mengawali dan mengakhiri karirnya di Bundesliga bersama Kickers Offenbach, namun masa kejayaannya dilalui bersama FC Koln dan Stuttgart. Di tahun 1973, Muller bergabung dengan FC Koln dan mencetak total 159 gol dari 248 laga selama 8 musim. Bahkan sekali waktu ia mencatat rekor pemain yang mencetak gol terbanyak dalam satu laga setelah membantu timnya melibas Werder Bremen dengan skor 7-2. Muller menjebol jala sebanyak 6 kali di pertandingan tersebut. Di Stuttgart Muller pun masih mampu mencetak 14 gol dari 30 laga sebelum hijrah ke Prancis, Swiss dan kemudian kembali ke Jerman. Dari semua nama di daftar ini, Muller adalah yang paling sedikit mencetak gol melalui titik putih, yakni 5 kali saja. Tajam!

 

8. Klaus Allofs

Laga / Gol : 424 / 177

Periode Bermain : 1975 – 1993

Mengawali karirnya di Fortuna Dusseldorf bersama saudaranya, Thomas, Klaus Allofs mencetak 75 gol dari 59 laga bersama klub tersebut. Ia kemudian pindah ke Koln di tahun 1981 dan membukukan 88 gol dari 64 kali bermain. Sempat bermain sejenak di Prancis, Allofs kembali ke Jerman untuk memperkuat Werder Bremen, dan lagi-lagi mencetak gol lebih banyak dari waktu bermainnya, yakni 18 dari 16 laga. Sayangnya masa puncak Allofs tidak berjalan lama, dan setelahnya, ia lebih sering bermain tanpa menjebol gawang lawan. Namun demikian, prestasinya patut dikenang sebagai salah satu predator terganas Bundesliga era klasik.

 

7. Stefan Kuntz

Laga / Gol : 449 / 179

Periode Bermain : 1983 – 1999

Stefan Kuntz mengawali kiprahnya di VfL Bochum; mencetak 47 gol dari 120 laga, kemudian ia pindah ke Bayer 05 Uerdingen dan memberi kontribusi berupa 32 gol dari 94 laga di klub tersebut. Masa-masa terbaik Kuntz di Bundesliga hadir tahun 1989, dimana ia mencetak 75 gol dari 170 laga di Kaiserslautern, kemudian ia pindah ke DSC Arminia Bielefeld; mencetak 25 gol dari 65 pertandingan sekaligus gantung sepatu setelahnya. Di kancah internasional, Kuntz baru saja membawa Jerman U-21 meraih kejayaan di Kejuaraan Eropa sebagai pelatih. Ia dikenal sebagai sosok bersahaja yang sarat prestasi baik di dalam maupun di luar lapangan.

 

6. Ulf Kirsten

Laga / Gol : 350 / 182

Periode Bermain : 1983 – 2003

Pemain berjuluk ‘der Schwatte‘ atau ‘Si Ketat’ ini memulai karir profesionalnya bersama Dynamo Dresden dan mulai angkat nama kala bergabung bersama Bayer Leverkusen di tahun 1990. Ia juga tercatat sebagai pemain yang mengumpulkan total 100 caps untuk 2 tim nasional yang berbeda; yakni Jerman Timur dan Jerman setelah bersatu. Julukan Kirsten mengacu pada kemampuannya untuk mencetak gol dari celah sempit sekalipun, yang sering ia peragakan di laga-laga besar. Kirsten juga tercatat sebagai salah satu pemain inti di final Liga Champion 2002 kontra Real Madrid, dan ia pensiun satu tahun kemudian setelah genap merumput selama dua dekade.

 

5. Claudio Pizzarro

Laga / Gol : 434 / 191

Periode Bermain : 1996 – Sekarang

Punggawa internasional Peru (dan satu-satunya nama pemain asing di daftar ini), Claudio Pizzarro merupakan salah satu nama pebola paling tenar di dunia, dan masih aktif bermain. Mengawali karir Eropanya di Werder Bremen pada tahun 1999 silam, Pizzarro mencetak 29 gol dari 56 laga yang membuat Bayern Munich kepincut serta lalu mendatangkannya. Gayung pun bersambut, Pizzarro kemudian rutin mencetak gol untuk raksasa Bavaria tersebut dengan 71 gol dari 174 laga. Semasa mengabdi untuk Bayern, Pizzarro diketahui sempat menjalani masa peminjaman kembali ke Werder Bremen dan juga ke Chelsea. Saat ini, ia bersiap mengakhiri karirnya dengan bermain sebagai andalan di lini depan FC Koln.

 

4.Manfred Burgsmuller

Laga / Gol : 447 / 213

Periode Bermain : 1968 – 1990

Satu lagi nama striker lokal Jerman yang berprestasi meski kurang mendunia, Manfred ‘Manni’ Burgsmuller mengawali kirah bersama Rot-Weiss Essen dengan mencetak 32 gol dari 76 laga. Sukses di tim semenjana, Burgsmuller kemudian mendapat kesempatan menjajal ketajamannya kala diajak bergabung oleh Borussia Dortmund, dan ia menjawab tantangan dengan gemilang. Di Dortmund, Burgsmuller sukses mencetak 135 gol dari 224 laga. Klub Bundesliga terakhir yang dibelanya adalah Werder Bremen, dimana ia berhasil membukukan 34 gol dari 115 laga. Selepas pensiun, Burgsmuller diketahui sempat menjajalAmerican Football, bahkan tercatat sebagai pemain tertua yang berlaga di pertandingan profesional olahraga tersebut. Wow!

 

3. Jupp Heynckes

Laga /Gol : 369 / 220

Periode Bermain : 1963 – 1978

Heynckes mengawali dan mengakhiri karirnya di Borussia Monchengladbach; bahkan bisa dibilang ia merupakan loyalis klub tersebut dan menghabiskan nyaris seluruh masa bermainnya disana. Di Moenchengladbach, Heynckes mencetak total 185 gol dari 283 laga selama dua periode, dan sempat pindah ke Hannover 96 selama 3 musim di antaranya dengan torehan 25 gol dari 63 laga. Di tahun 1974, Heynckes melengkapi 4 trofi Bundesliganya dengan turut menghantar Jerman menjuarai Piala Dunia. Saat ini ia dikenal sebagai pelatih sukses yang kembali dari masa pensiunnya untuk menukangi Bayern Munich. Di waktu luangnya, Heynckes juga dikenal sebagai sosok yang gemar menanam bunga.

 

2. Klaus Fischer

Laga / Gol : 535 / 268

Periode Bermain : 1968 – 1988

Di masa jayanya, sedikit pemain belakang Bundesliga yang berani berkata bahwa mereka bisa mengatasi seorang Klaus Fischer dengan mudah. Ia dikenal gemar dan lihai mencetak gol-gol spektakuler, termasuk lewat tendangan akrobatik yang menjadi ciri khasnya. Memulai aksinya di 1860 Munich, Fischer mencetak 28 gol dari 60 penampilan selama 2 musim sebelum kemudian hijrah ke Schalke 04, dimana ia menikmati masa emas dengan mencetak 182 gol dari 295 laga dan menyabet penghargaan Golden Boot di musim 1975 / 1976. Selepas Schalke, Fischer menjajal sisa-sisa kejayaannya di FC Koln dan juga VfL Bochum, dan kendati telah menua, ia mampu mencetak 58 gol dari 180 laga di dua klub tersebut.

 

1. Gerd Muller 

Laga / Gol : 427 / 365

Periode Bermain : 1963 – 1981

Salah satu striker Jerman yang namanya bergaung di seluruh dunia bahkan sebelum era keterbukaan informasi seperti saat ini, Gerd Muller dikenal sebagai pemain loyal Bayern Munich dan salah satu ujung tombak paling mematikan di Eropa. Di klub pertamanya, TSV 1861 Nordlingen, Muller mampu membukukan 51 gol hanya dalam 31 laga, dan ia hanya semusim berkiprah disana sebelum digaet Bayern ke Bundesliga. Kala itu, Bayern sudah dihuni sejumlah bintang lain seperti Franz Beckenbauer dan juga Sepp Maier. Bersama Muller, klub Bavaria itu pun mendominasi Jerman di era 1970 an. Di tahun itu pula, Muller dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan menyabet trofi Ballon D’Or yang tersohor. Muller juga menjadi sosok kunci kala Jerman menjuarai Piala Dunia tahun 1974. Melihat rasio perolehan golnya, rasanya bahkan striker yang masih aktif bermain pun akan kesulitan untuk menjungkalkan Muller dari posisi top ini. Ia masih merupakan penyerang terbaik yang pernah dimiliki Jerman dan Bundesliga sepanjang masa.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top