BERITA BOLA

Mengenal Ederson Moraes, Kiper Termahal Dunia Manchester City

Bukan main Manchester City, gelontoran dana yang tak berseri membuat pelatih Pep Guardiola bebas memboyong pemain manapun yang dianggap dapat memperkuat skuad rival sekota Manchester United tersebut. Yang tengah menghebohkan adalah kehadiran Ederson Moraes, kiper belia asal Brasil yang ditebus dari Benfica dengan harga 35 juta Euro. Jumlah tersebut membuatnya berada di posisi puncak kiper termahal kedua di dunia dan hanya berada di bawah legenda Juventus, Gianluigi Buffon! Tentunya khayalak sepakbola pun banyak yang kini bertanya-tanya; siapakah Ederson Moraes sehingga ia dianggap pantas dibeli dengan harga sedemikian mahal? Yuk, kita coba untuk mengenalnya lebih dekat.

Kendati namanya masih kurang dikenal, bahkan setelah dipinang City, bagi para pemandu bakat, Ederson Santana de Moraes adalah salah satu bakat muda paling menggairahkan di Eropa saat ini. Kiper kelahiran Sao Paulo itu dikenal memiliki kemampuan menahan tembakan di atas rata-rata dan refleks yang luar biasa. Selain kuat, Ederson juga piawai menghalau bola-bola silang dengan memanfaatkan 190 cm tinggi badannya.

Lalu apa kelebihannya? Sepintas, dari penjabaran di atas, ia masih terlalu ‘biasa’, dan masih banyak pemain yang memiliki kemampuan sepertinya, namun menurut rekaman penampilan, Moraes adalah tipikal kiper yang tak segan merangsek maju keluar dari sarang untuk mengamankan kotak enam belas meter. Ia memiliki kecepatan dan ketenangan saat berada dalam posisi satu lawan satu, dan banyak mengingatkan orang dengan kiper nomor satu Jerman, Manuel Neuer. Kualitas pengambilan keputusannya sangat menakjubkan. Bola tidak dipantulkan kembali ke kaki penyerang lawan. Ia dapat meninju serta menangkap dengan sama baiknya sesuai keadaan yang dihadapinya. Teknik dan fisik masih bisa dilatih, namun mentalitas serta kemampuan berpikir adalah talenta bawaan yang tak ditemui di setiap pemain sepakbola. Ini adalah faktor utama yang membuat Moraes dianggap sebagai talenta muda istimewa. Ederson meninggalkan Benfica dengan torehan cemerlang, yakni 32 clean sheet dari 58 laga di dua musim.

Hal di atas pula lah yang membuat Guardiola rela meminta City merogoh kocek amat dalam untuk mempermanenkan jasanya. Moraes akan sangat cocok bermain dengan skema garis pertahanan tinggi dan tempo cepat yang diusung mantan pelatih Barcelona itu. Guardiola sebenarnya berharap banyak pada Claudio Bravo, namun meski mampu mencatatkan prosentasi passing tinggi (72 persen) sepanjang musim debutnya, kiper veteran itu terlalu banyak membuat kesalahan elementer yang berujung gol, entah karena gugup atau memang sebetulnya tak memiliki kualitas memadai. Disinilah secara teori Ederson mampu memberikan kontribusi yang lebih baik. Pengambilan keputusannya, seperti yang dijabarkan di atas, berada di atas rata-rata. Selain itu, ia juga mampu membangun serangan dari belakang pemain bertahan, dan akurasi tendangan gawangnya juga merupakan salah satu yang terbaik di Liga Portugal, sehingga City akan memiliki lebih banyak opsi penyerangan ketimbang umpan-umpan pendek beresiko.

Terlepas dari semua itu, Ederson masih berusia muda, yang bila diasah di tangan yang benar akan dapat menjadi pemain berkelas dunia. Guardiola sendiri bukanlah pelatih kacangan, dengan jejak rekamnya yang pernah menangani Victor Valdes serta Manuel Neuer sendiri, sehingga menarik untuk disimak sejauh mana ia mampu mengembangkan potensi besar seorang Ederson Moraes dan mencetak generasi baru kiper hebat di era milenial.

Welcome, Ederson Moraes!

 

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top