BERITA BOLA

Memaknai Kebhinekaan Lewat Selebrasi Gol Bali United

Tim asal Pulau Dewata, Bali United, kembali berhasil memetik kemenangan di Liga Gojek Traveloka atas Perseru Serui. Namun yang menjadi buah bibir bukanlah hasil positif tersebut, yang membawa Bali United ke posisi 4 klasemen sementara, melainkan selebrasi indah yang dilakukan tiga punggawanya.

Setelah unggul 2-1 lewat dwigol Sylvano Comvalius, Bali United kembali memperbesar keunggulan di menit ke 86 melalui sepakan Irfan Bachdim. Setelah gol tersebut, tiga pemain Bali United melakukan selebrasi yang kini viral di dunia maya. Ngurah Nanak, Yabes Roni, dan Miftahul Hamdi, melakukan gestur memanjatkan doa menurut kepercayaan mereka masing-masing; mewakili Hindu, Kristen dan Islam. Nanak berdiri tegap dengan kedua tangan mengatup lurus sejajar dahi, Roni berlutut dengan kedua tangan bertaut tergenggam, dan Hamdi bersujud. Satu foto selebrasi tersebut dianggap sangat mewakili makna ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang menjadi pedoman bangsa Indonesia.

Selepas pertandingan, ketiga pemain tersebut mengaku tak merencanakan selebrasi itu. “Kan sebelumnya bikin selebrasi bareng kak Irfan (Bachdim) dan Yabes pakai goyangan kak Irfan. Terus, setelah itu kami bersyukur pakai cara biasanya gitu.” beber Miftahul Hamdi. “Kami nggak pernah janjian untuk pakai selebrasi bersyukur gitu. Buktinya tiga gol kemarin selebrasinya beda-beda. Tapi, kami selalu berusaha supaya diakhiri dengan bersyukur dengan cara masing-masing” paparnya kemudian seperti dikutip media kumparan.

Terlepas dari direncanakan atau tidak, apa yang dilakukan Nanak, Roni dan Hamdi semakin mengukuhkan indahnya perbedaan yang menyatukan di negara Indonesia, serta membuktikan sepakbola sebagai salah satu alat pemersatu bangsa paling efektif. Tak hanya viral secara nasional, sejumlah situs internasional seperti Genius Football pun juga mengunggah foto ikonik tersebut dengan caption bernada respek.

Terutama di saat-saat seperti sekarang ini, apa yang dilakukan punggawa Bali United dapat menginspirasi dan mengingatkan kembali bahwa Indonesia bukanlah milik ras atau golongan tertentu.

Terima kasih, Serdadu Tridatu!!

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top