Serie A

Marotta Tegaskan Kepergian Bonucci Bukan Karena Allegri

Giuseppe Marotta menegaskan bahwa kepergian Leonardo Bonucci dari Juventus bukan karena Massimiliano Allegri, sambil mengungkapkan situasi Dani Alves yang hengkang Paris Saint-Germain.

Bonucci bergabung dengan AC Milan senilai € 42 juta euro pada bulan Juli, dan bek tengah Italia tersebut dilaporkan bersitegang dengan Allegri musim lalu.

Tapi CEO Bianconeri Marotta bersikeras bahwa hubungan antara pelatih dan pemain bukanlah alasan dibalik keputusan Bonucci.

“Saya ingin menunjukkan bahwa kepergian Bonucci bukan karena Allegri,” kata Marotta dalam sebuah wawancara dengan Il Giornale (13/11/2017).

“Dia bukan penyebabnya. Kami sudah siap, karena dalam diskusi yang biasanya dilakukan klub dengan para pemainnya, Bonucci telah menyatakan ketidakpuasannya.”

Sementara Marotta tidak terkejut dengan kepergian Bonucci, dia terkejut dengan transfer Alves.

Bek kanan Brasil itu dirumorkan ke Manchester City, namun memilih untuk pindah ke sisi Ligue 1.

“Dani Alves adalah kejutan. Dia seperti membuat pilihan untuk Manchester City, kemudian PSG muncul,” tambah Marotta. “Ada saat dimana kami berselisih, karena saya ingin seorang profesional menunjukkan rasa hormat pada Juventus.”

Juve membayar € 90 juta untuk Gonzalo Higuain pada bulan Juli tahun lalu, namun tidak mengeluarkan biaya seperti itu di jendela transfer terakhir ini, dengan Marotta mengatakan: “Dengan Gonzalo Higuain, kami memiliki kesempatan bersejarah saat dia meninggalkan Napoli dan kami menganggapnya sebagai investasi yang sesuai, tapi Anda tidak bisa menghabiskan € 90-100 juta setiap musim panas.

“Sebenarnya, kami mendefinisikan kesepakatan Higuain sebelum menjual Paul Pogba ke Manchester United, meskipun cukup jelas bahwa langkah itu dapat diprediksi dan ini memfasilitasi tawaran kami untuk Pipita (julukan Higuain).”

Juve telah memenangkan enam gelar Serie A berturut-turut dan Marotta mengatakan bahwa mereka akan “kalah” jika mereka tidak berhasil mencapai Scudetto yang ketujuh. Napoli saat ini unggul satu poin dari Juventus setelah 12 pertandingan, diikuti Inter, Lazio dan Roma.

Raksasa Turin itu juga kalah di final Liga Champions dalam dua dari tiga musim terakhir dan Marotta mengatakan: “Liga Champions bergantung pada banyak faktor. Kami tersingkir di Istanbul (pada 2013), dalam beberapa tahun terakhir saya mempertahankan tim terbaik yang bisa memenankan banyak hal.

“Perjalanan saya bersama Juventus belum selesai dan ada tantangan untuk memenangkan Liga Champions, bahkan setelah itu, saya tidak melihat diri saya berada di klub lain. Ketika (presiden Andrea) Agnelli ingin saya pergi, saya melihat diri saya sendiri bekerja sama dengan Federasi Sepakbola Italia.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top