BERITA BOLA

Marco Materazzi Ungkap Apa Yang Dikatakannya Pada Zidane Di Final Piala Dunia 2016

Mantan punggawa timnas Italia Marco Materazzi belum lama ini akhirnya buka mulut mengenai peristiwa ‘tandukan’ Zinedine Zidane terhadap dirinya yang melegenda. Pemain yang berposisi pada bek tengah itu mengungkap apa yang dikatakannya pada sang maestro sebelum kejadian tersebut.

Final Piala Dunia 2006 menjadi momen yang amat berkesan bagi penikmat sepakbola di seantero jagat. Pasalnya, partai puncak yang mempertemukan dua raksasa Eropa, Italia dan Prancis itu menyimpan sebuah kisah menarik yang mewarnai pensiunnya sang maestro, Zinedine Zidane dari lapangan hijau.

Zidane yang memimpin Prancis kala itu berhadapan dengan Italia yang dikapteni Cannavaro. Kedua tim bermain dengan gentas dan memaksakan perpanjangan waktu dengan skor imbang 1-1 yang ironisnya dibuat masing-masing oleh Materazzi dan Zidane sendiri. Kemudian pada menit kelima perpanjangan waktu babak kedua, Zidane yang terlihat beradu mulut dengan Materazzi tiba-tiba menanduk dada bek tangguh itu dengan kepala plontosnya. Sontak seisi stadiun beserta pemain kedua kubu pun heboh, hingga akhirnya wasit memutuskan untuk memberikan kartu merah pada Zidane di pertandingan terakhirnya bersama Prancis. Italia pun keluar sebagai pemenang setelah melalui babak adu penalti dengan skor 5-3.

Rumor yang beredar mengatakan bahwa Materazzi menghina ibunda Zidane dalam perkataannya hingga menyulut emosi pria Prancis tersebut. “Tidak mungkin saya mengatakan hal itu! Ibu saya sendiri meninggal saat saya masih berusia 15 tahun” tampik Materazzi ketika diminati konfirmasi mengenai rumor tersebut. “Saya hanya mengatakan sesuatu tentang saudara perempuannya, dan hal itulah yang menyebabkan ia melakukan hal tersebut” imbuh pria yang kini berkarir sebagai pelatih di Liga India tersebut.

Materazzi sebelumnya pernah ditanyai mengenai hal tersebut, namun ia belum menjelaskan secara detail dan hanya mengatakan bahwa dirinya menggunakan ‘kata-kata bodoh’ pada Zidane hingga membuat sang legenda marah dan menanduknya.

 

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top