EPL

Mantan Wasit Ternama Liga Inggris Sebut Dua Penalti Spurs Tak Layak

Laga sengit antara Liverpool dan Tottenham Hotspurs berakhir dengan skor imbang 2-2. Pertandingan itu diwarnai keputusan kontroversial wasit Jon Moss yang dua kali memberikan hadiah penalti bagi Spurs (yang terakhir berujung pada gol penyeimbang). Peristiwa tersebut pun menjadi sorotan luas dan mendapat beragam tanggapan; salah satunya dari mantan pengadil andalan Liga Primer Inggris, Mark Clattenburg, yang mengklaim bahwa Tottenham tak layak mendapat satu pun penalti.

Liverpool unggul cepat di awal laga berkat sontekan akurat Mohammed Salah, namun di babak kedua Spurs bisa menyamakan kedudukan melalui tembakan roket pemain pengganti Victor Wanyama. Di menit ke 87, tim tamu mendapat kesempatan emas dari titik penalti setelah Harry Kane dijatuhkan Dejan Lovren di kotak penalti, namun eksekusinya dapat dihalau dengan gemilang oleh Loris Karius. Liverpool nampaknya akan dapat meraup poin penuh setelah Mo Salah kembali mencatatkan nama di papan skor lewat sebuah aksi individual luar biasa, namun hanya 30 detik sebelum pertandingan usai, Spurs kembali mendapat hadiah penalti kala lutut Virgil Van Dijk bersinggungan dengan Erik Lamela yang membuat pemain Argentina itu terjatuh di dekat gawang Karius. Kane yang kembali menjadi algojo sukses menuntaskan tugasnya dan membuat kedudukan menjadi sama 2-2.

Mark Clattenburg; Pengadil Legendaris Liga Inggris

Keputusan kontroversial wasit Jon Moss yang dibuatnya setelah berkomunikasi dengan asisten wasit tak pelak menjadi pusat perhatian. Sejumlah tokoh sepakbola pun memberi opini mereka, termasuk Mark Clattenburg. Mengenai penalti pertama, wasit yang saat ini bertugas di Arab Saudi itu berkata : “Itu seharusnya tidak menjadi penalti karena offside, tapi Kane tidak melakukan diving. Karius menjegalnya -tidak ada banyak kontak, tapi ada sedikit- dan reaksi sang kiper mengatakan semuanya” papar Clattenburg pada Time.

Kemudian perihal penalti kedua, Clattenburg juga beranggapan bahwa pemain yang jatuh sudah terjebak Offside. “Ini adalah keputusan yang sulit. Saya percaya ada kecurigaan tentang offside pada proses sebelum terjadinya penalti. Bola disentuh oleh Fernando Llorente dan kemudian Erik Lamela, yang menurut pandangan saya sedikit offside. Begitu sadar (perangkap) offside itu luput, Virgil Van Dijk kemudian berusaha menyapu bola dan menarik kakinya (setelah sadar lututnya menyenggol punggung Lamela, tapi tetap ada sedikit kontak. Itu adalah penalti yang lembut, tapi tentu bukan keputusan yang salah” tutur Clattenburg memberi analisa.

Clattenburg juga memberi dukungan pada asisten wasit yang dengan tegas meminta Moss untuk memberi hadiah penalti bagi Spurs. “Saya bisa mengerti kenapa Moss tidak memberikan penalti tersebut pada awalnya, dan saya juga kaget saat (asisten wasit Eddie) Smart mengangkat bendera setelahnya. Hal itu jarang dan sangat berani bagi seorang asisten wasit untuk melakukannya saat itu terlihat seperti sebuah hal yang 50-50. Di situasi tersebut, saya akan ingin ada diskusi dan sang asisten untuk memberitahu saya apa yang ia lihat.”

“Saya kemudian akan membuat keputusan. Sekali bendera asisten sudah terangkat, Moss harus memberinya (penalti tersebut) karena ia harus mendukung koleganya secara publik” tukasnya.

Bagaimana menurut pembaca? Apakah penalti Spurs tersebut layak untuk diberikan?

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top