BERITA BOLA

Mancini Memiliki Pengalaman Positif, Meski Gagal Bersama Inter

Roberto Mancini mengaku tidak menyesali keputusannya untuk kembali menangani Inter Milan yang kedua kalinya, meskipun akhirnya berpisah jalan. Walau pun telah gagal membangkitkan Inter Milan pada kesempatan keduanya, namun dirinya mengaku telah memiliki pengalaman positif atas hal itu.

Posisi Mancini lantas diisi oleh Frank de Boer saat Serie A musim 2016/2017 akan segera bergulir. Dalam satu setengah musim menjadi pelatih Inter Milan, dirinya memang telah gagal untuk memenuhi target yang sudah dibebankan kepadanya, yakni membawa Inter Milan kembali menuju Zona Liga Champions.

Padahal, pada periode pertamanya mulai 2004 hingga 2008, dirinya bisa dikatakan cukup sukses membesut tim dari kota Milan tersebut. Mancini mampu membawa Inter Milan meraih tiga kali gelar Scodetto secara beruntun. Dua Coppa Italia secara berturut – turut dan juga piala Super Italia yang juga beruntun.

“Saya tidak memiliki penyesalan sedikit pun dan saya pun tak akan bilang apabila saya sudah salah dalam menerima tawaran tersebut,” ungkap Mancini pada Corriere dello Sport sebagaimana yang telah diwartakan oleh Football Italia.

“Hal itu memang telah menjadi tantangan yang begitu penting bagi saya. Saya pun yakin bahwa keputusan saya untuk kembali di kota Milan tidaklah salah. Saya merasa senang namun saya tak mampu menyelesaikan misinya. Namun, tetaplah ini telah menjadi sebuah pengalaman yang begitu positif bagi saya,” imbuhnya.

“Ada sejumlah langkah yang penting. Saat ini, sudah ada tim dasar disana, dimana sebelumnya masih belum ada. Terkait dengan hal itu, maka saya pun telah menyesal tidak mampu menyelesaikan pekerjaan saya disana sebagaimana yang sebelumnya terjadi,” jelas mantan pelatih Manchester City tersebut.

Namun ada satu hal yang memang jelas, yaitu Mancini tak menyimpan sedikit pun perasaan sakit hati kepada Inter Milan meski dirinya telah didepak dari kursi kepelatihan menjelang bergulirnya kompetisi.

“Mengenai  kepergian saya? Kami pun telah berjabat tangan layaknya teman baik. Hubungan yang kami jalin memang bagus. Saya pun tak memiliki alasan untuk menaruh dendam kepada Inter. Saya merasa mereka pun akan demikian,” pungkasnya.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top