BERITA BOLA

Lirik Saya! Kesebelasan Pemain Hebat Di Eropa Yang Belum Dipanggil Memperkuat Tim Nasional

Adalah impian terbesar bagi hampir seluruh pemain sepakbola untuk dapat dipanggil memperkuat tim nasional negaranya. Namun karena ketatnya persaingan, tidak semuanya beruntung untuk memiliki kesempatan yang sama, meskipun telah menunjukkan performa bagus di level klub. Berikut kami rangkumkan 11 pemain dengan performa mantap di Liga-Liga top Eropa yang masih harus menanti panggilan untuk membela tim nasional masing-masing dengan formasi klasik 4-4-2.

 

Kiper : Yohann Pele

Klub : Marseille

Negara : Prancis

Kendati timnya kembali gagal menunjukkan performa baik musim ini, Yohann Pele tetap memberikan penampilan impresif. Kiper berusia 34 tahun tersebut mencatatkan total 18 clean sheet-terbanyak di seantero Eropa. Meski demikian, sangat kecil kemungkinan Pelle untuk dipanggil ke tim nasional, karena faktor usia serta saingan-saingan bertanya di posisi penjaga mistar. Saat ini, Prancis memiliki tiga kiper andalan untuk mengisi slot tersebut; yakni Hugo Lloris (Tottenham Hotspur), yang juga didapuk sebagai kapten, pemain muda potensial Alphonse Areola (PSG) dan Benoit Costil (Bordeaux).

 

Bek Kanan : Bruno Peres

Klub : AS Roma

Negara : Brasil

Salah satu pemain asal negeri Samba yang gemilang di Italia, Bruno Peres pindah dari Torino ke AS Roma tahun lalu dengan banderol 12 juta Euro. Namun ia bisa dibilang tak cukup berhasil mengulang kesuksesannya di Turin musim lalu. Cedera menghambat proses bek plontos yang didaulat sebagai pengganti Lucas Digne tersebut. Sungguh disayangkan, karena jika tengah fit 100%, pemain berusia 27 tahun itu dikenal sebagai bek sayap modern nan komplit yang bisa menyerang dan bertahan sama bagusnya. Sementara di tim nasional Brasil saat ini, terdapat sekurangnya tiga pemain yang berkemampuan di atas rata-rata, yakni Dani Alves, Danilo dan bintang Monaco, Fabinho yang semuanya telah bergantian menjadi pilihan utama pelatih Tite.

 

Bek Kiri : Marcos Alonso

Klub : Chelsea

Negara : Spanyol

Salah satu nama mengejutkan di daftar ini. Marcos Alonso adalah salah satu faktor utama kesuksesan Chelsea menjuarai Liga Primer Inggris musim ini. Sejak didatangkan dari Fiorentina, Alonso menjadi otak penyerangan The Blues kendati berposisi sebagai bek sayap kiri. Gol dan assistnya telah berperan signifikan dalam perjalanan skuad asuhan Antonio Conte musim ini. Di tim nasional Spanyol, sayangnya Alonso masih kalah pamor dengan Jordi Alba, Nacho Monreal, dan bahkan bek muda Madrid Nacho Fernandez. Menurut sejumlah pengamat, gaya permainan Alonso yang lebih condong ke depan sebagai bek sayap kurang cocok dengan skema Spanyol saat ini, yang masih mengandalkan umpan-umpan pendek.

 

Bek Tengah : Willi Orban

Klub : RB Leipzig

Negara : Jerman

Meski namanya masih relatif kurang dikenal, namun Willy Orban adalah palang pintu andalan RB Leipzig yang mampu mengangkat derajat klub tersebut hingga berhasil finish sebagai runner-up Bundesliga. Saat ini, pelatih Joachim Low masih lebih mempercayai para pemain muda seperti Niklas Sule, yang baru saja merampungkan kepindahan dari Hoffenheim ke Bayern Munich, serta bek sentral andalan Bayer Leverkusen Jonathan Tah. Namun jika terus mempertahankan performanya musim depan, bukan tak mungkin Orban akan mulai dilirik Low untuk menjaga jantung pertahanan Der Panzer.

 

Bek Tengah : Mattia Caldara

Klub : Atalanta

Negara : Italia

Atalanta adalah salah satu klub kejutan paling menyenangkan di Serie A musim lalu. Berhasil finish di papan atas dengan memanfaatkan banyak pemain muda, salah satunya adalah Mattia Caldara. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Caldara telah didapuk sebagai pilar utama pertahanan La Dea. Ia juga dikenal tajam di hadapan gawang dengan torehan tujuh gol dari 30 pertandingan. Kabarnya, saat ini Caldara tengah diincar Juventus untuk menjadi penerus para veteran seperti Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli, namun di tim nasional ia belum dilirik pelatih Giampiero Ventura, yang juga masih bereksperimen dengan sejumlah nama-nama baru. Tapi masa depan Caldara di Gli Azzuri pun cukup cerah, karena ia sudah dipercaya untuk berlaga di level U21.

 

Sayap Kanan : Domenico Berardi

Klub : Sassuolo

Negara : Italia

Jika dilihat dari segi penampilan, Domenico Berardi malah lebih dahulu angkat nama dibanding rekannya, Mattia Caldara. Di Sassuolo, mantan pemain akademi Juventus tersebut sudah menjadi andalan tim utama sejak lama. Namun Berardi belum juga mampu menembus tim utama Italia hingga usianya yang ke 22 saat ini. Di musim 2016 / 2017, Berardi juga sering dibebat cedera dan hanya mampu menyarangkan lima gol serta 9 assist dari 21 penampilan. Di masa depan, banyak pengamat yang mengatakan Berardi hanya tinggal menunggu waktu untuk memperkuat tim nasional karena bakat serta kematangannya. Ia pun disarankan untuk segera pindah ke klub yang lebih besar jika ingin lebih cepat menarik perhatian allenatore (pelatih)  Ventura.

 

Sayap Kiri : Suso

Klub : AC Milan

Negara : Spanyol

Wonderkid yang gagal memancarkan sinarnya di Liverpool, Suso bermetarmofosa menjadi sayap jempolan di AC Milan. Ia dikenal sebagai penyusur tepi lapangan yang kreatif dengan segudang trik dan operan nan presisi. Musim lalu, pemain 23 tahun itu total menjebol gawang lawan 7 kali dan memberi 9 assist yang berujung gol bagi rekannya, tapi tetap saja belum menerima panggilan untuk memperkuat tim nasional Spanyol. Malahan rekan setimnya, Gerard Deufoleu yang permainannya cenderung biasa saja, sudah dipercaya pelatih Julen Lopetegui untuk bermain membela La Furia Roja.

 

Gelandang Tengah : Gabi

Klub : Atletico Madrid

Negara : Spanyol

Melimpahnya talenta sepakbola di Spanyol bisa menjadi berkah sekaligus kutukan, terutama bagi pemain yang menyimpan impian untuk mengenakan seragam tim nasionalnya. Tanyakan saja pada Gabriel Fernández Arenas atau Gabi; kapten sekaligus pemain sentral Atletico Madrid. Sempat pindah memperkuat Zaragoza selama lima musim di tahun 2007 – 2011 silam, Gabi kembali ke klub masa kecilnya dan berkembang menjadi pemain handal di bawah asuhan Diego Simeone hingga saat ini. Sayangnya meski kerap tampil hebat, Gabi acapkali kalah bersaing dari para gelandang tim Matador lainnya yang tak kalah bertalenta, mulai dari Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Xabi Alonso, Thiago Alcantara, hingga rekan setim Saul Niguez telah mengenakan kostum merah-oranye kebanggaan Spanyol. Jika saja Gabi berkewarganegaraan, lain, seperti Inggris misalnya, ia tak diragukan lagi akan menjadi sosok sentral di tim nasional dalam waktu yang lama.

 

Gelandang Tengah : Steve N’Zonzi

Klub : Sevilla

Negara : Prancis

Setelah membuat dampak positif bagi Stoke City, Steven N’Zonzi akhirnya memperoleh pengakuan sebagai salah satu pemain terbaik Eropa setelah ditebus Sevilla musim lalu. Pemain tinggi menjukang itu juga berhasil mempertahankan penampilan gemilangnya di La Liga, tapi apalah dayanya jika harus bersaing dengan sederet gelandang hebat lainnya di tim nasional Prancis; mulai dari Blaise Matuidi, Adrien Rabiot, N’Golo Kante, Paul Pogba hingga gelandang muda Corentin Tolisso membuat pelatih Didier Deschamps tidak pernah kekurangan pilihan, dan semakin menciutkan kesempatan N’Zonzi untuk membuktikan dirinya lebih jauh dengan seragam Les Bleus.

 

Penyerang : Tiquinho Soares

Klub : FC Porto

Negara : Brasil

Tak mengherankan jika para pembaca yang budiman belum pernah mendengar nama yang satu ini, tapi di Liga Portugal musim lalu, Tiquinho Soares menikmati salah satu musim terbaiknya dengan menggelontor total 19 gol setelah pindah dari Vitoria Guimaraes di bulan Januari 2017 silam. Kesempatan Tiquinho untuk membela Selecao  pun sebetulnya cukup besar, mengingat skuad asuhan Tite tersebut saat ini hanya memiliki Gabriel Jesus sebagai nama andalan di lini depan serta seorang Diego Souza sebagai pelapis. Sehingga jangan heran bila nama dan wajah Tiquinho dengan seragam kuning-hijau Brasil yang ikonik akan mulai menghiasi layar kaca dalam waktu dekat.

 

Penyerang : Anthony Modeste

Klub : FC Koln

Negara : Prancis

Jika Anthony Modeste berkewarganegaraan Jerman, negara di mana ia merumput saat ini, kemungkinan besar ia akan menjadi pilihan utama di tim nasional, mengingat saat ini tim panser tengah kekurangan pemain yang berposisi sebagai penyerang murni. Tapi sayangnya mantan punggawa Blackburn Rovers itu berasal dari Prancis, yang memiliki segudang opsi di ujung tombak; diantaranya Antoine Griezmann, Oliver Giroud, Alexandre Lacazette dan bintang muda Kylian Mbappe. Namun jika bisa secara konstan mengulang penampilannya musim lalu (total 25 gol), bukan tak mungkin Didier Deschamps akan mengikutsertakan namanya sebagai salah satu alternatif penyerang tajam sarat pengalaman untuk menyongsong kompetisi Piala Dunia tahun depan.

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top