EURO 2016

Kunci Sukses Prancis ada di Dua Laga Awal

Mengemban beban menjadi tuan rumah, Prancis pun diyakini akan mampu menjalani turnamen Piala Eropa 2016 dengan baik apabila mampu menjalani start pertandingan dangan bagus. Pada dua pertandingan pertama, disebut akan menjadi kuncinya.

Prancis tidak hanya dibebani dengan harapan tinggi karena menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi salah satu tim unggulan pada Piala Eropa 2016. Prancis niscaya akan kembali mempu menjadi juara pada di rumah sendiri. Terkahir kali Les Blues mengangkat trofu yakni pada Piala Eropa 2000 yang lalu.

Marcel Desailly mantan bek tim nasional Prancis menilau bahwa yang terpenting bagi skuat arahan Didier Deschamps pada saat ini ialah bisa menjalani pertandingan pertama menghadapi Rumania dengan meraih kemenangan.

“Saya masih penasaran serta ingin melihat bagaimana nanti Didier akan menyusun taksi, struktur penyerangan serta bagaimana mereka mengatasi tekanan yang memang harus mereka empan di pundak masing-masing pemain sebab mereka menjadi tuan rumah pada ajang Piala Eropa kali ini,” ujar Desailly pada Omnisport sebagaimana yang telah dikutip dari Soccerway.

“Ada banyak pertanyaan yang akan terjawab pada pertandingan pertama. Saya menyukai Rumania, namun ayolah. Saat ana melihat skuat yang kami miliki, anada memiliki potensi untuk mengatakan bahwa kami mampu berhasil. Kami juga bisa memenanginya apabila berhasil memulainya dengan baik,” imbuhnya.

“Apabila semua pemain mampu tampil pada level mereka, seharusnya kami bisa melewati ringtangan yang pertama ini,” kata Desailly.

Memiliki pengalaman dengan membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998 ketka berlaga di rumah sendiri, Desailly percaya bahwa start yang bagus memang cukup krusial untuk menjaga kans juara. Bisa memenangi dua pertandingan awal, akan memberikan landasan pada kepercayaan diri yang bagus bagi Paul Poga dan kawan – kawan.

“Kalau anda tidak mengalahkan Rumania di kandang sendiri, dengan skuat yang saat ini sudah anda punya, maka berakhirlah sudah. Tinggal di rumah saja dan apabila tidak mampu mengalahkan Albania pada pertandingan kedua, maka sama saja, tertutup sudah kans itu dan kami akan pulang ke rumah,” jelas Desailly.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top