BERITA BOLA

Kualitas Marquee Player Liga Indonesia Mulai Dipertanyakan

Nafas baru Gojek Traveloka Liga 1 dalam rupa kedatangan sejumlah Marquee Player akhirnya mulai memancing keraguan sedikit demi sedikit. Sebagian mantan pemain klub besar yang didatangkan gagal memenuhi ekspektasi yang dibebankan di pundak (dan tagihan gaji) mereka, bahkan, penampilan mereka di lapangan cenderung mengecewakan alih-alih berhasil memberikan manfaat pada klub yang susah payah mendatangkan mereka.

Disambut dan dielu-elukan bak pahlawan, agaknya para Marquee Player lupa menyadari bahwa Liga Indonesia bukanlah kompetisi yang bisa diremehkan. Meski berstatus ‘mantan bintang’, tentu tidak mudah untuk beradaptasi dengan faktor-faktor seperti iklim dan gaya bermain, salah-salah, mereka bisa menderita cedera parah atau minimal tersingkir dari tim utama.

Sebut saja seperti nasib Juan Pablo Pino. Didaratkan Arema sebagai eks-punggawa AS Monaco, hingga kini, pemain asal Kolombia tersebut masih belum memberi kontribusi signifikan pada klubnya. Bahkan saking mengecewakannya, pihak Manajemen dan Aremania sendiri dikabarkan mengkritik performa Pino dan memintanya untuk bermain lebih baik lagi. Di laga terakhir Singo Edan kontra Barito Putera, terlihat Pino memang sedikit letoy dan malas mengejar bola. Kemudian ada pula Carlton Cole. Hadir dengan status mantan pemain akademi Chelsea dan tim utama West Ham, nyatanya Cole belum memberikan assist maupun gol bagi Persib, bahkan di beberapa pertandingan terakhir ia hanya menghangatkan bangku cadangan. Pelatih Maung Bandung Djadjang Nurdjaman secara terbuka mengaku kecewa dengan kemampuan Cole dan memberi ultimatum jika pemain Inggris itu tidak bermain lebih baik, ia akan segera didepak di putaran kedua liga. Wah!

Sejauh ini, baru Peter Odemwingie yang bisa dibilang mampu menunjukkan reputasinya sebagai Marquee Player. Pemain tim nasional Nigeria tersebut telah mengoleksi tiga gol dan menjadi elemen penting bagi timnya untuk menempati papan atas klasemen saat ini. Sementara nama besar lain, Michael Essien, juga masih belum menemukan performa terbaiknya.

Semoga hal ini bisa jadi pertimbangan ke depan untuk klub manapun yang ingin mendatangkan pemain Marquee agar lebih memperhatikan kualitas mereka di lapangan dan kebutuhan tim ketimbang sekedar embel-embel nama besar.

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top