BERITA BOLA

Kilau Emas Senja : 7 Pemain Yang (Sebetulnya) Bisa Pensiun Di Musim Panas Ini

Bagi setiap atlit sepakbola, pensiun adalah hal yang harus dihadapi, namun gemerlapnya atmosfir stadiun serta hasrat untuk menambah pundi-pundi gelar membuat para pemain acapkali meneruskan kiprah mereka di lapangan hijau dan menunda masa tetirah mereka. Berikut kami berikan tujuh pemain veteran yang sesungguhnya bisa mengakhiri karir dengan manis di musim panas tahun ini, meskipun kecil kemungkinan bagi mereka untuk menggantung sepatu (dan sarung tangan). Siapa sajakah mereka? Yuk, kita simak bersama!

7. Gianluigi Buffon (39 tahun)

Penikmat sepakbola pasti kenal dan respek dengan sosok yang satu ini. Kharisma Gianluigi ‘Gigi’ Buffon serta kehebatannya di bawah mistar telah menempatkannya sebagai salah satu dari segelintir pemain yang menerima respek di dalam dan diluar lapangan baik oleh kawan maupun lawan. Ia tercatat telah tampil di lebihd ari 1000 laga profesional dan memenangkan himpunan gelar domestik dengan Juventus serta internasional bersama timnas Italia. Para penggemar sepakbola netral di seluruh dunia turut merasakan kesedihan kala Buffon bersama Si Nyonya Tua kembali harus menerima kenyataan pahit kandas di final Liga Champion untuk ketujuh kalinya, namun hal tersebut dapat menjadi katalis bagi Buffon untuk meneruskan kiprahnya di level tertinggi, setidaknya hingga dua atau tiga musim mendatang.

 

6. Gareth Barry (36 tahun)

Mendapat predikat sebagai pemain Inggris paling veteran di Liga Primer Inggris bukanlah pencapaian main-main, dan Gareth Barry lah yang berhasil melakukan hal itu. Dedikasi, determinasi serta stamina dan kondisi fisik yang prima membuat Barry kerap menajdi andalan di klub manapun ia bermain, mulai dari Aston Villa, Manchester City hingga Everton. Total 628 pertandingan telah dilakoni oleh Barry sepanjang karir profesionalnya, hanya kalah dari legenda Manchester United, Ryan Giggs. Namun kemunculan sejumlah pemain muda potensial di tubuh Everton, seperti Tom Ademola dan Tom Davies, membuat Ronald Koeman agaknya akan mulai menepikan Barry dari kesebelasan inti. Bisa dibilang, musim panas mendatang akan menjadi momen yang sangat tepat bagi Barry jika ingin pensiun dengan aura kejayaan.

 

5. Ashley Cole (36 tahun)

Sebelum menjadi ‘pesakitan’ di mata fans Arsenal kala memutuskan untuk menyeberang ke Chelsea, Ashley Cole masuk ke dalam jajaran bek kiri terbaik di dunia. Semasa berkarir di Inggris, Cole memecahkan rekor dengan mengumpulkan total 7 gelar Piala FA, dengan rincian empat bersama Arsenal dan tiga sisanya bersama Chelsea. Jebolan akademi Arsenal itu kemudian memutuskan untuk menjajal peruntungan di Italia bersama AS Roma selama satu musim sebelum hijrah ke Amerika Serikat dan merumput bersama LA Galaxy. Kecilnya kemungkinan ada klub Eropa yang masih berminat mendatangkan Cole, mengingat usianya yang sudah melewati masa produktif membuat banyak pengamat menyarankan Cole untuk pensiun.

 

4. Shay Given (41 tahun)

Di masa jayanya, Shay Given sangat identik dengan Newcastle United. Selama 12 musim di The Magpies, kiper asal Irlandia itu menjadi deputi nomor satu di bawah mistar dan turun di 354 pertandingan. Total sepanjang karirnya, Given telah bermain sebanyak 636 kali, namun bersama Stoke City musim ini, ia baru berlaga sebanyak enam kali, dan kontraknya pun tidak diperpanjang oleh klub tersebut dan sat ini, ia masih berstatus sebagai pemain bebas transfer. Dengan kemampuan serta pengalamannya, Given masih dapat memberikan kontribusi berarti untuk klub, setidaknya di divisi Championship, tapi mungkin akan lebih bijak baginya jika ia segera mengakhiri karirnya di lapangan hijau dan mulai terlibat dalam pengembangan bakat-bakat muda.

 

3. Fransesco Totti (40 tahun)

Kendati baru saja membuat pengakuan mengejutkan, Fransesco Totti akan selalu menjadi Raja Abadi di mata pendukung klub AS Roma Telah 619 pertandingan dijalaninya di Serie A bersama Il Lupi, dengan torehan dahsyat 250 gol. Di dua musim terakhirnya, Totti bahkan masih bisa memberikan kontribusi maksimal sebagai supersub, dan memenangkan polling IFFHS sebagai pemain paling populer di Eropa. Totti sendiri dikenal sebagai sosok yang dekat dengan fans, dan mempopulerkan selebrasi ‘selfie’ yang unik. Roma sendiri sudah menawarkan Totti untuk kembali ke klub dan menjabat peran direktur, namun bagi pemain berjuluk ‘gladiator’ itu, duduk di belakang meja tidak masuk ke dalam agenda karirnya. Terakhir, Totti santer dikabarkan tengah menimbang tawaran bermain di klub Serie B Pescara dan sejumlah klub Amerika Serikat.

 

2. John Terry (36 tahun)

Kapten terhebat yang pernah dimiliki Chelsea dan salah satu pilar pertahanan terbaik di era Liga Inggris modern, John Terry telah mencatatkan 492 penampilan bersama The Blues dan mencetak total 41 gol, yang membuatnya memuncaki daftar bek pencetak gol terbanyak di Liga Inggris. Warisan gelar yang menjadi sumbangsihnya selama berkostum Chelsea tidak akan terlupakan sepanjang masa oleh para pendukung klub tersebut, namun di bawah asuhan Antonio Conte, jam bermain Terry mulai terkikis secara signifikan hingga ia memutuskan untuk meninggalkan Stamford Bridge. Kondisi fisiknya yang mulai menurun juga membuat Chelsea justru keteteran saat Terry bermain di jantung pertahanan, seperti terlihat di beberapa laga terakhirnya. Kendati masih ada (tentunya) sejumlah klub yang berminat meminangnya, namun Terry sepertinya harus memikirkan masak-masak langkah ke depannya. Dengan pengetahuan, pengalaman dan kharismanya, ia bisa mulai menjajal peran sebagai asisten pelatih, khususnya untuk memoles para talenta muda.

 

1. Zlatan Ibrahimovic (35 tahun)

Maafkan kami untuk menempatkan Zlatan di daftar ini, namun dari segi usia, memang legenda Swedia itu sudah tidak bisa lagi dibilang muda. Namun umur memang hanyalah angka, ‘Ibrakadabra’ nyatanya telah mencetak lebih dari 150 gol sejak merayakan ulang tahunnya yang ke 30, dan selalu menjadi sosok penting di tim manapun ia bermain, mulai dari Barcelona, Ajax, duo Milan, PSG hingga Manchester United, dimana ia berhasil menjadi top skorer klub dengan torehan 28 gol selama musim tunggalnya di Old Trafford. Ibra baru saja resmi dilepas United karena cedera lututnya, dan kini, dengan kualitasnya yang cemerlang ia memang masih memiliki banyak opsi untuk terus bermain di level tertinggi. Namun, jika memutuskan pensiun di musim panas mendatang, Ibra bisa menutup karir briliannya sebagai pemain Manchester United; yang tentu akan menahbiskannya sebagai salah satu pesepakbola terbesar di dunia. Pilihan kini ada di tangan ZLatan, dan hanya Zlatan seorang.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top