EPL

Ketika Wenger Tawarkan Saran Untuk Duo Manchester

Manchester United dan Manchester City bisa belajar satu atau dua hal dari pegulat sumo setelah derby hari Minggu di Old Trafford yang kabarnya terdapat perselisihan pasca pertandingan, menurut Arsene Wenger

Pemain dari dua klub tersebut dikabarkan terlibat dalam insiden yang diduga terjadi di ruang ganti setelah gol dari David Silva dan Nicolas Otamendi memberi City kemenangan 2-1, sehingga mencatatkan 14 kemenangan beruntun di Premier League.

Di antara kabar yang beredar, salah satu yang jadi sorotan adalah Jose Mourinho yang dilempar sekotak susu dan bersitegang dengan Mikel Arteta (asisten Guardiola).

Arteta menjabat sebagai kapten sebelum mengambil peran di staf kepelatihan Pep Guardiola tahun lalu dan apa yang terjadi pada Minggu malam, menarik perhatian Wenger.

Arsenal Wenger juga pernah bentrok pasca pertandingan di terowongan Old Trafford pada tahun 2004, saat Alex Ferguson terkena lemparan suatu benda dari Cesc Fabregas.

“Saya mendengar tentang itu tapi saya belum melihat apapun, itu adalah bagian dari insiden yang bisa terjadi di derby besar,” kata Wenger pada Sky Sport (13/12/2017).

“Dihadapan pers, Anda sedang membangun segalanya seakan-akan diantara hidup atau mati dan kemudian terjadi sesuatu dan Anda terkejut. Itu adalah bagian dari intensitas pentingnya permainan. Terkadang bisa sedikit berlebihan.

“Hal semacam itu juga terjadi pada kami dan hal itu juga terjadi pada mereka (United). tetapi hasil di lapangan memang bisa mempengaruhi emosi siapapun, seperti yang saya alami ketika para pemain berusaha lebih dari 100%.”

Konfrontasi tersebut kabarnya dimulai saat Mourinho mendekati ruang ganti City untuk mengeluhkan perayaan tim tersebut.

Dan Wenger mengakui hal seperti itu bisa terjadi pada siapapun, salah satunya saat dia melatih di Grampus Eight antara tahun 1995 dan 1996, dan manajer asal Prancis itu berkata: “Sulit untuk merasa tenang ketika Anda kalah dalam pertandingan besar dan melihat tim lawan merayakan kemenangan. Emosi Anda pasti menjadi lebih buruk, seperti sikap ofensif.

“Itu sebabnya ketika saya berada di Jepang, saya menyukai sumo. Di sumo, Anda tidak akan pernah menunjukkan perayaan kemenangan. Mereka (pelaku sumo) tidak menunjukkan kebahagiaan karena menghormati lawannya. Tentu saja budaya saling menghormati sangat kental disana.

“Apakah ada sesuatu yang bisa kita ulangi disini? Saya tidak tahu karena itu bukan bagian dari budaya kita. Tapi, jika bisa lebih sadar diri, sebaiknya banyak hal positif yang bisa dilakukan dalam pertandingan apapun.”

Pada hari Senin, Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) meminta City dan United untuk memberi keterangan atas kejadian tersebut. Wasit Michael Oliver tidak menyaksikannya dan oleh karena itu, tidak memasukkannya ke dalam laporan pertandingan.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top