BERITA BOLA

Keras Jiwa! 5 Pemain Sepakbola Liga Eropa Dengan Agresivitas Tingkat Dewa

Sepakbola adalah olahraga kontak fisik, dan dalam laga serius, tidak ada alasan bagi seorang pemain untuk menahan kaki dari lawan, namun tetap saja, sebagai permainan profesional, ada batasan tertentu yang tak boleh (namun sering) dilanggar oleh para pemainnya. Berikut kami jabarkan beberapa nama pemain agresif yang terlalu memegang teguh prinsip ‘permainan fisik’ dalam sepakbola dan acapkali lebih senang menyakiti lawan ketimbang merebut bola dan menguasai permainan. Fight!

1. Diego Costa

Penyerang Chelsea Diego Costa tentu tidak akan jauh-jauh dari daftar semacam ini. Sejak masih membela Atletico Madrid, Costa dikenal sebagai satu sosok pemain yang akan mencari masalah denganmu, tak peduli seberapa besar badanmu atau seberapa tinggi tingkatanmu di bela diri tertentu. Dibesarkan di jalanan Brasil rupanya berandil besar dalam membentuk Costa menjadi pribadi yang kasar dan tak punya rasa takut seperti saat ini. Baik di klubnya maupun timnas Spanyol, Costa adalah seorang pengacau sejati. Bek-bek akan sangat malas berurusan dengannya karena ia sangat piawai untuk memancing kemarahan yang berujung pelanggaran tidak perlu. Untungnya, selain perangainya yang kasar dan culas, Costa diberkahi bakat alam serta naluri mencetak gol yang tinggi, sehingga dapat mengimbangi keburukan sifatnya di lapangan.

 

2. Luis Suarez

Dari era Ajax hingga Barcelona, semua penikmat sepakbola akan sepakat bahwa Luis Suarez adalah pemain jempolan dengan teknik mantap, tendangan akurat dan naluri menyerang yang tiada dua. Di tahun 2014, dia nyaris sendirian mengangkat performa Liverpool di Liga Inggris dengan performa brilian dan gol-gol cantik yang dicetaknya dengan berbagai macam cara yang mengesankan. Namun sayangnya bukan hanya kaki Suarez yang tajam, giginya yang besar-besar juga sudah memakan korban cukup banyak. Tanya saja mantan punggawa Chelsea Branislav Ivanovic atau bek Juventus Giorgio Chiellini yang sudah pernah mendapatkan ‘tanda mata (gigi?)’ hangat dari pemain Uruguay tersebut, atau, tarik lebih lama lagi ke belakang, dan Suarez terbukti sudah memiliki kebiasaan buruk menggigit lawannya sejak masih berseragam Ajax. Kala itu, korbannya adalah pemain PSV Otman Bakkal. Andaikata tidak menjadi pemain sepakbola, sepertinya Luis Suarez akan berjaya di dunia perfilman sebagai pemeran vampir jempolan.

 

3. Sergio Ramos

Bek serbabisa Real Madrid ini merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Spanyol. Selain piawai menggalang pertahanan, kepala Ramos pun cukup rutin mejebol gawang lawan. Saat ini, ia juga tengah menjabat sebagai kapten Madrid, dan juga kemungkinan akan menjadi Presiden klub tersebut di masa mendatang. Namun sayangnya di lapangan, kelugasannya berbanding lurus dengan temperamennya. Ramos terkadang terlalu antusias dalam melakukan tekel dan seringkali berujung pada kartu merah yang diacungkan wasit kepadanya. Sepanjang karirnya, Ramos telah diusir wasit sebanyak 22 kali, dan terakhir kali-di usia 31 tahun, ia masih juga mengalami hal tersebut, saat Madrid bersua Barcelona dalam laga El Clasico pekan lalu.

 

4. Daniele De Rossi

‘Pangeran Muda’ AS Roma yang usianya sudah tidak muda lagi, Daniele De Rossi, 33, adalah gelandang tengah, konduktor dan penghubung kokoh antara lini belakang dan lini depan tim yang dibelanya. Tak diragukan lagi, selain Fransesco Totti, ia adalah pemain paling berkharisma yang pernah dihasilkan AS Roma hingga saat ini. Namun De Rossi juga dikenal memiliki perangai kasar dan amat gemar beradu fisik. Tekelnya tidak selalu bersih dan saat tengah berusaha merebut bola dari kaki lawan, Rossi kerap melakukan berbagai cara, baik yang sah maupun tidak sah, dan sering menghasilkan bola mati bagi lawan atas tindakannya tersebut. Berbeda dari Ramos dan Costa, agresivitas yang ditunjukkan Rossi bisa dikatakan lebih kepada kebutuhan taktis ketimbang emosi pribadi.

 

5. Nigel De Jong

Penikmat bola yang menyaksikan Piala Dunia 2010 tentu akan ingat dengan aksi pemain tim nasional Belanda ini. Di partai final, De Jong nyaris membunuh Xabi Alonso lewat tendangan Street Fighter nya yang telak mengenai dada Alonso. Tak hanya di tingkat negara, di tingkat tim pun De Jong dikenal sebagai jangkar besi yang tanpa ampun menggasak siapapun yang memasuki wilayahnya. Dibekali stamina yang tiada habis, De Jong mengawal ketat para penyerang lawan yang dianggapnya berbahaya, dan menggunakan seluruh tubuhnya, termasuk kadang, kepalanya yang plontos untuk menghentikan mereka. Pemain yang memulai karir sebagai bek sayap di Ajax Amsterdam itu pernah menjadi punggawa sejumlah klub besar diantaranya Manchester City dan AC Milan, sebelum akhirnya merumput di Liga Turki bersama Galatasaray, dimana ia telah ‘mengoleksi’ lima kartu kuning dan satu kartu merah sejauh ini.

Demikianlah sejumlah pemain ‘garang’ yang terkadang terlalu gemar beradu fisik dengan lawan. Bagaimana menurut kamu? Adakah pemain Liga Eropa lain yang pantas masuk ke daftar ini? Share opini kamu di kolom komentar ya!

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top