BERITA BOLA

“Keadaan Bisa Lebih Baik”; Raul Gonzales Buka-Bukaan Perihal Akhir Karirnya Yang ‘Tragis’ Di Real Madrid

Legenda Real Madrid yang terbuang, Raul Gonzales, belum lama ini membeberkan detil mengenai kepergiannya dari klub tersebut di tahun 2010 serta penyesalan terbesar sepanjang karirnya.

Raul meninggalkan Real Madrid setelah menjadi andalan di lini depan selama 17 musim, dan ia mengakui bahwa keadaan bisa saja ‘lebih baik’, baik dari segi status pribadinya maupun dampak yang tercipta untuk klub sendiri.

“Meninggalkan Real Madrid tidaklah mudah untuk saya, dan juga untuk klub, tapi saat itu saya telah memantapkan keputusan dan tahu-tahu saja musim panas sudah berlalu” ujar Raul membuka kisahnya seperti dikutip harian Marca. “Di Jerman, klub mengetahui tiga bulan sebelumnya dan mereka bisa mempersiapkan perpisahan, dan juga orang-orang Jerman sangat terorganisir. Jadi, itu lebih kepada keadaan ketimbang kurangnya afeksi saya kepada klub (Madrid) atau perasaan buruk” paparnya. “Keadaan bisa saja lebih baik tapi itulah yang terjadi, dan waktu meletakkan semuanya pada tempatnya. Tiga tahun kemudian, saya diberikan sebuah laga testimonial yang membuat saya bisa mengalami dukungan dari para fans. Saya berharap suatu hari nanti, mereka yang telah menghabiskan waktu lama dengan klub bisa diberikan perpisahan yang cukup baik. Itulah yang ingin dilakukan oleh (pihak) klub”

Kemudian di kesempatan yang sama, Raul juga mengungkap penyesalan terbesar dalam karirnya. “Saya ingin memenangkan Ballon D’Or sesekali, tapi saya telah melakukan apa yang saya mampu untuk memenangkannya.” jelas Raul. “Itu adalah penghargaan yang anda tidak bisa betul-betul memastikan bagaimana cara penilaian mereka di belakang” sentilnya kemudian. “Saya juga ingin memenangkan sesuatu bersama tim nasional, tapi saya menikmati semua kesuksesan mereka sebagai fans. Saya bermain selama 10 tahun untuk Spanyol dan tampil di final Piala Dunia, jadi ada banyak momen hebat yang saya jadi bagiannya”

Lalu, apakah impian Raul untuk masa mendatang?

“Impians aya adalah terlibat dengan Real Madrid untuk waktu yang lama. Saya tidak tahu apakah saya akan selalu terkunci di kantor belakang. Saya ingin menjadi pelatih, namun masih belum memiliki hasrat yang lebih untuk melakukan hal itu sekarang. Kini, saya akan kembali ke kota Madrid, habitat alami saya, dimana saya bisa mengatur kehidupan saya dengan lebih baik. Di beberapa tahun ke depan kita akan lihat kemana arus telah membawa saya. Langkah pertama adalah untuk kembali ke rumah” pungkas Raul.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top