THE HISTORY

Kaka Ungkap Merumput Di Madrid Merupakan Masa Terkelamnya

Legenda Brasil Ricardo ‘Kaka’ Izecson baru-baru ini mengenang masa lalunya ketika memutuskan untuk berkarir di Spanyol bersama Real Madrid. Playmaker dengan akurasi tendangan mematikan itu merasa sangat ‘terhilang’ ketika hijrah dari klub yang membesarkan namanya, AC Milan.

Kaka berhasil menghantar Milan menjuarai titel Liga Champion pada tahun 2007 dan diganjar gelar Ballon D’Or untuk performa cemerlangnya. Hingga saat ini, ia merupakan manusia terakhir yang memenangkan penghargaan tersebut selain Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Setahun kemudian, Kaka menerima pinangan Real Madrid untuk hijrah ke Santiago Bernabeu; hal yang hingga kini menjadi salah satu penyesalan terbesar sepanjang hidupnya.

“Saya sangat terhilang (di Madrid)” tutur Kaka kepada UOL. “Saat saya pergi ke Spanyol, (di) Italia saya adalah Kaka, pemain terbaik di dunia dan semua ornag mencintai saya. Ketika saya berada di Madrid, semua orang menginginkan saya pergi” imbuhnya getir.

Selain proses adaptasi yang tidak berjalan mulus, Kaka juga semakin kesulitan ketika Jose Mourinho melatih klub ibukota Spanyol tersebut di tahun 2010. “Dia adalah pelatih yang sangat sulit buat saya. Saat saya pikir ia akan memberi saya kesempatan, hal itu tidak terjadi” cetus Kaka.

“Di dalam kepala saya, saya bisa membuktikan kepadanya bahwa saya berada di posisi untuk menjadi lebih baik waktu itu. Tapi itu tidak berhasi. Saya berlatih, saya berjuang, saya berdoa” kenang pemain berparas tampan itu. “Tanpa mendapatan kepuasan di lapangan, kebahagiaan yang saya miliki adalah ketika mendapatkan kabar bahwa ia (Mourinho) meninggalkan Real Madrid. Ia berkata bahwa saya adalah salah satu pemain paling profesional yang pernah dilatihnya” pungkas Kaka.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top