La Liga

Iniesta Tak Pernah Pertimbangkan Manchester City

Andres Iniesta telah membantah rumor yang sempat merebak tentang potensi bersatu kembali dengan Pep Guardiola di Manchester City.

Pemain berusia 34 tahun itu menandatangani kontrak dengan klub J.League, Vissel Kobe, pada Mei lalu setelah menghabiskan waktu yang panjang dan penuh kesuksesan bersama Barcelona.

Kabar di Inggris sempat mengklaim bahwa Guardiola akan berusaha membajak kesepakatan itu dengan membawanya ke Etihad Stadium dalam kapasitas pelatih-pemain.

Tetapi pemain internasional Spanyol itu menegaskan dia tidak akan bergabung dengan lawan potensial Barca dan sekarang menegaskan tidak pernah mengadakan diskusi tentang peluang berkarir di sepakbola Inggris.

“Tidak ada sama sekali. Saya telah melihat berbagai pernyataan media yang muncul bahwa ada kontak. Saya katakan bahwa ada percakapan semacam itu tidak pernah terjadi,” Iniesta mengatakan kepada stasiun radio Spanyol, Cadena COPE.

“Saya tidak meninggalkan ruang untuk keraguan. Saya meninggalkan Barca untuk meninggalkan Eropa, sehingga informasi itu tidak masuk akal.

“Dan perlu diketahui juga, saya tidak ingin bermain di tim Eropa manapun yang memiliki potensi bertemu dengan mantan klub. Saya terlalu menghargai klub itu dan saya memiliki kenangan terbaik disana.”

Tugas terakhir Iniesta sebelum dia menuju ke Jepang adalah perjalanan keempat untuk Piala Dunia, yang akan dia coba menangkan untuk kedua kalinya setelah mencetak gol yang menentukan di final tahun 2010.

Pertandingan pertama Spanyol di Rusia adalah melawan Portugal pada 15 Juni dan Iniesta sangat menyadari kebutuhan untuk terus mencermati Cristiano Ronaldo.

“Cristiano adalah pemain fundamental untuk tim manapun dan Portugal, mereka adalah juara Eropa saat ini,” katanya. “Saya merasa bahwa Portugal adalah tim yang sulit dilukai, bahwa sangat sulit untuk mengalahkan mereka dan kami harus tampil di level tertinggi.

“Bahkan semua lawan di turnamen kali ini tidak bisa diprediksi batas kualitasnya, jadi ini bisa menjadi yang terbaik atau yang terburuk kami di Piala Dunia.

”Tapi saya juga optimis melihat rekan-rekan disini, juga dengan pelatih dan pencapaian kami di kualifikasi. Jadi mudah-mudahan saja kami bisa pulang dengan membawa sesuatu.”

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top