BERITA BOLA

IN MEMORIAM Ugo Ehiogu : Raksasa Berhati Emas Dari Hackney Marshes

Beberapa hari silam, dunia sepakbola kembali dirundung kabar duka. Pelatih U-23 Tottenham Hotspur, Ugo Ehiogu, menghembuskan nafas terakhirnya karena serangan jantung. Mantan bek tangguh Inggris tersebut pun meninggalkan kenangan manis bagi para rekan yang mengenalnya.

Ehiogu tengah menunaikan tugasnya melatih tim muda Tottenham Hotspur kala tiba-tiba ia terjatuh di rumput lapangan pelatihan dan meninggal tak lama berselang. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam terutama bagi mereka yang pernah berinteraksi dengan pemain berpostur tinggi besar tersebut.

Ugochuku Ehiogu dilahirkan di Hackney, London, dan tumbuh dengan bermain sepakbola di area Hackney Marshes yang berlumpur. Di tahun 1989, bakatnya terendus klub West Bromich Albion dan disana bakat alaminya semakin tersalur. Hanya dua tahun berselang, ia pindah ke Aston Villa dan langsung mengunci satu slot di lini pertahanan tim tersebut selama 9 musim sebelum akhirnya pindah ke Middlesbrough di awal tahun 2000. Ehiogu dikenal sebagai bek sentral yang memiliki kecepatan, kemampuan tekel serta piawai dalam bola-bola udara. Ehiogu juga sempat membela tim nasional Inggris di empat laga, namun berhasil menyarangkan 1 gol dari kesempatan yang minim tersebut. Menurut para pengamat, Ehiogu bisa bermain lebih sering lagi di skuad Inggris bila saja ia hadir sebelum era para bek ‘super’ seperti Rio Ferdinand dan John Terry. Ehiogu gantung sepatu di tahun 2012 selepas berkostum Wembley, dan menjadi salah satu staf pelatih andalan tim Mauricio Pocchetino di Tottenham.

Banyak yang kemudian menjabarkan Ehiogu sebagai sosok dengan ‘kepribadian ganda’. Di lapangan, ia adalah palang pintu tangguh tanpa kompromi yang jarang membiarkan lawan melewatinya dengan mudah, sementara di luar lapangan, ia adalah pribadi mulia yang gemar membantu sesama.  Cuitan terakhir Ehiogu di twitter sebelum berpulang menunjukkan betapa lembut hati pria berdarah Nigeria itu. “Memberi seorang gadis gelandangan 10 pounds tadi malam di Dalston. Dia tidak meminta atau mengemis. Hanya tindakan impulsif yang random (acak) dari saya.  (saya) Tidak bohong, rasanya sangat enak (untuk memberi).” ditutup dengan tagar #dosomethingkind atau ‘lakukan sesuatu yang baik”

Kini, Ehiogu memang telah tiada, namun kenangan manis dan kebaikannya akan terus menginspirasi. Janda Ehiogu, Gemma Coleman, berniat untuk mengabadikan tagar #dosomethingkind milik almarhum ke dalam sebuah gerakan sosial untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Selamat jalan, Ugo Ehiogu!

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top