EURO 2016

Ibunda Xhaka Pakai Kaus Kombinasi Albania – Swiss

Duel panas antara tim nasional Albania dan Swiss membuat ibunda dari Taulant Xhaka dan Granit Xhaka pusing tujuh keliling. Tidak ingin berat sebelah, maka Elamze Xhaka pun menggunakan kaus kombinasu dari kedua Negara.

Pertandingan antara Albania dan Swiss memang cukup menarik perhatian, karena ada bumbu pertemuan dari kakak beradik Xhaka. Pada pertandingan yang berlangsung di Stade Felix Bollaert Lens pada Sabtu malam 11/6/2016 itu, Swiss akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang. Granit Xhaka merupakan pemain yang mampu mencetak gol bagi Swiss dan membuat negaranya meraih kemenangan tipis 1 – 0 atas Albania.

Kedua saudara kandung itu memang sudah pisah jalan setelah mereka masuk pada tim nasional senior. Granit yang berusia 23 tahun, lebih memilih untuk bergabung dengan Swiss, sementara itu sang kakang Tauland Xhaka 25 tahun, memutuskan tetap membela Albania. Sebenarnya sejak kecil, keduanya sama-sama mengasah kemampuannya bermain sepakbola di FC Basel serta membela tim nasional Swiss ketika masih berada pada level junior.

Oleh sebab itu, hati Elmaze pun lantas terbelah ketika melihat kedua anak lelakinya tersebut harus berada pada kubu yang berbeda ketika menjalani duel di Grup A Piala Eropa 2016 ini. Elmaze pun tidak kehabisan akan, dirinya memberikan dukungan kepada kedua putranya dengan mendesain kaus sendiri. Dirinya memakai kaus hitam yang berdesain gabungan antara logo dari timnas Albania serta Swiss. Ketika meliga pertandingan langsung di Stade Bollaert Delellis, Lens.

Elmaze hadir di tribun stadion didampingi dengan suaminya, Ragip serga Leonita Lekaj yang merupakan kekasih Granit. Sebagaimana yang dialami oleh Elmaze, Ragip pun mengaku bingung akan mendukung yang mana. Perasaannya campur adukantara bergembira namun juga ada ketidaksenangan. Tetapi kalau Leonita sudah tegas, dirinya mendukung timnas Swiss, hal itu dibuktikannya dengan memakai jersey timnas Swiss.

“Saya telah menjadi ayah yang sangat bahagia di dunia pada saat ini, dimana kedua anak saya bermain di kompetisi Piala Eropa,” ungkap Ragip beberapa saat sebelum laga dimulai sebagaimana telah dikutip dari Daily Mirror.

“Cuma ada yang cukup mengganggu saya, yakni Albania dan Swiss yang berada pada satu grup. Saya sebenarnya akan lebih senang apabila mereaka mampu bertempur di partai final, bukannya di fase grup,” pungkas Ragip.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top