EPL

Guardiola: “Menang Atas Spurs di Pra-Musim Jadi Kunci Kesuksesan City”

Pep Guardiola merasa kemenangan Manchester City atas Tottenham di pra-musim menjadi pemicu dominasi timnya di paruh pertama musim ini.

City menanggapi kekalahan 2-0 dari Manchester United di ajang International Champions Cup dengan mengalahkan Real Madrid (4-1) dan Tottenham (3-0).

Mereka membawa performa itu ke dalam pertandingan kompetitif dan terbukti tak terbendung di bawah mantan pelatih Barcelona tersebut, mengalahkan Spurs 4-1 pada Sabtu lalu untuk menetapkan posisi puncak klasemen Premier League dengan keunggulan 11 poin.

Dan Guardiola – yang berbicara setelah kemenangan terakhir timnya di Etihad Stadium –  mengemukakan pentingnya mengatasi tim asuhan Mauricio Pochetino di Nashville pada bulan Juli dan memiliki pengaruh sampai saat ini.

“Tottenham lebih unggul dibanding Chelsea musim lalu, memainkan sepakbola terbaik di Premier League,” kata manajer tersebut pada Sky Sport (19/12/2017)..

“Akhir pekan kemarin saya cukup senang karena saya pikir musim ini sudah dimulai dengan baik dalam hal permainan, tentunya ini adalah salah satu dampak melawan Tottenham di pra-musim.

“Pertandingan pertama kami di pra-musim adalah melawan United dan kami kalah, dan yang kedua melawan Tottenham dan di sana kami menciptakan kemungkinan delapan atau sembilan atau sepuluh peluang untuk mencetak banyak gol, kami melewatkan banyak hal tapi di sanalah kami melihat semuanya, para pemain dan saya sendiri sadar dan akhirnya membentuk gaya bermain ini.

“Sejak itu saya pikir kami mempertahankan level permainan, dengan pasang surut tentu saja terjadi misalnya melawan Bournemouth yang kami menangi di menit terakhir dan Southampton yang kami menangi di menit terakhir, namun secara umum kami mempertahankan tingkat yang sama seperti melawan Tottenham di pra-musim, dan sekarang kami mempertahankan level itu selama tiga atau empat bulan dan itulah mengapa kami sangat bahagia.”

Guardiola juga memaafkan Sergio Aguero karena reaksi buruk setelah diganti pada menit ke-58 melawan Tottenham, ketika striker Argentina itu melemparkan sarung tangannya untuk digantikan Gabriel Jesus.

“Itu normal,” tambahnya. “Para pemain ingin bermain dan saya bisa memahaminya. Dia ingin bermain dan dia adalah pemain top, tapi pada saat itu saya membutuhkan penyegaran dengan Gabriel siap di posisi itu, jadi terjadilah keputusan itu.

“Saya tidak ingin menyakiti para pemain, percayalah, saya selalu memahaminya karena saya adalah pemain sepakbola, mereka ingin bermain tapi saya harus mengambil keputusan. Ketika saya mengambil keputusan berarti saya memikirkan banyak hal.”

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top