Piala Dunia

Gotze: “Gol di Piala Dunia Naikkan Level Permainan”

Hidup sebagai orang yang mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia adalah hal yang menantang bagi Mario Gotze.

Empat tahun lalu, striker muda yang sangat berbakat itu menjadi pujaan publik Jerman setelah gol spektakulernya menenggelamkan harapan Argentina untuk memberi Die Mannschaft gelar dunia keempat mereka.

Gotze kemudian melanjutkan musim perdananya di Bayern Munich dan memenangkan dua gelar domestik, tetapi periode tersebut pada dasarnya adalah situasi yang buruk dalam karirnya.

Dan setelah kembali ke Borussia Dortmund sekaligus mengalami masalah gangguan metabolisme yang membuat karirnya mengalami hambatan, pemain berusia 26 tahun itu tidak dapat mengamankan tempat di skuad pilihan Joachim Low untuk Piala Dunia 2018.

“Orang-orang berpikir ‘sudah berakhir sekarang, dia tidak akan pernah mencapai level terbaiknya lagi’,” Gotze mengatakan kepada DAZN sebagai bagian dari film dokumenter ‘Be a Mario Gotze’.

“Lalu saya bertanya pada diri sendiri ‘berapa levelnya? Bagaimana dengan gol yang menentukan di Piala Dunia?’ Itu memang benar, mencapai level itu lagi mungkin akan sangat sulit.

“Level permainan telah dibangkitkan begitu tinggi oleh gol Piala Dunia dan apa yang terjadi selanjutnya dianggap buruk. Tujuannya adalah mengubah cara pandang banyak orang dan jelas itu tidak mudah.

“Jadi, saya harus berjuang dengan pencapaian sebelumnya. Itu selalu ditransmisikan di setiap pertandingan yang membutuhkan konsistensi.”

Kembalinya Gotze ke Signal Iduna Park, di mana ia berkembang melalui akademi untuk menjadi pemain andalan di era Jurgen Klopp, menemukan tahap untuk kembali ke karir terbaik, dimana waktu bermain reguler yang didapat dan kebugaran yang lebih baik.

“Saya kesulitan secara fisik dan saya berharap terlalu banyak dari tubuh ini,” jelas Gotze. “Pemikiran saya selalu untuk melakukan lebih dari yang lain. Sekarang saya tahu bahwa sebaiknya memberikan tubuh waktu istirahat.

“Itu sebabnya saya harus melakukan beberapa fase pemulihan dan itu adalah waktu yang sangat membuat frustasi.

“Jika Anda mengalami cedera, itu mudah karena tulang atau ligamen sembuh lagi, maka segalanya berjalan baik.

“Tetapi untuk memahami bahwa kebugaran tidak berjalan dengan baik di level lain adalah tantangan terbesar. Saya sedih dan kecewa, tapi itu adalah situasi yang bisa dihadapi pesepakbola manapun.”

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top