BERITA BOLA

Gol Menit Akhir Kane Bawa Inggris Lolos Ke Rusia

“Kami ke Rusia,” nyanyian yang terdengar dari pengeras suara dengan orang-orang yang mulai bersorak. Para pemain saling berpelukan, Inggris harus melakukan sesuatu yang benar-benar akan mengingat mereka saat ini setelah mampu empat kali mencapai turnamen besar secara beruntun tanpa sekalipun mendapatkan kekalahan dalam pertandingan kualifikasi.

Pada saat yang sama, itu tidak selalu terasa seperti malam untuk perayaan dan itu benar-benar menuju final yang memalukan, dengan kerumunan orang yang menjadi semakin memberontak hingga saat tiga menit menjelang akhir pertandingan, ketika Harry Kane menuncul dengan menjulurkan kaki kananya untuk menyarangkan bola ke gawan Slovenia yang menjadikan gol tersebut sebagai gol kemenanga.

Kane saat ini telah berhasil mencetak 14 gol dalam sembilan pertandingan dan yang terakhir ini telah membuat Inggris mendapatkan respon yang beragam pada peluit akhir. Sepanjang babak kedua, kerumunan merasa perlu untuk menciptakan hiburan mereka sendiri, kebanyakan dari kertas yang diluncurkan dari atas tribun. Tidak pernah terlihat bagus saat Wembely harus bersenang-senang sendiri dan pada seperempat jam terakhir, kesabaran orang-orang semakin terkikis. Ada ejekan untuk Raheem Sterling saat sebuah serangan terakhir gagal dimaksimalkan dan lebih banyak kemarahan terhadap Ryan Bertrand yang mengarahkan umpan balik ke Joe Hart di garis tengah.

Para pendukung yang lebih dulu pergi dari kursinya menuju ke arah yang merefleksikan malam tanpa sukacita dan untuk sebuah tim yang masih suka menganggap diri mereka sebagai royalitas sepakbola, dengan catatan pernyataan dari Rashford selama sepekan terakhir bahwa Inggris akhirnya dalam posisi untuk mengulang tahun 1966, Itu adalah cara yang paling tidak meyakinkan untuk mencapai Rusia. “Malam ini menyoroti di mana kami berada,” Kata Southgate mengakui setelahnya.

Penghargaan resmi pemain terbaik dalam pertandignan benar-benar diberikan kepada Joe Hart, setelah melakukan serangkaian penyelamatan yang berani, melukai dirinya sendiri selama prosesnya, untuk menyelamatkan Inggris dari ketertinggalan menjelang akhir menit ke 90.

Hart mungkin telah memberikan penalti di babak pertama, dan dari serangan Slovenia yang berbahaya ia membutuhkan tiga upaya utnuk menggenggam bola dengan aman. Rashford, penyerang Inggris yang paling aktif, mungkin pilihan yang lebih baik, namun pemilihan penjaga gawang sepertinya lebih sesuai, mungkin untuk narasi pertunjukan yang kolot.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top