Piala Dunia

Gary Stempel : Sosok Pria Inggris Dibalik Kebangkitan Sepakbola Panama

Jika melihat secara sekilas, kiprah Panama di Piala Dunia Rusia bukanlah sesuatu yang membanggakan. Tiga kekalahan dan hanya menorehkan satu gol membuat tim Amerika Tengah tersebut sukses menyandang status sebagai ‘penggembira’ belaka, namun jika melihat sejarahnya, keberhasilan Panama melaju ke putaran final Piala Dunia merupakan satu pencapaian luar biasa, dan di balik hal tersebut, terdapat sosok pria asal Inggris, Gary Stempel.

Lahir di Panama City pada tanggal 15 Desember 2957, Stempel sudah menunjukkan kecintaannya pada si kulit bundar sejak kecil, terlebih kala ia diboyong kedua orang tuanya untuk hijrah kembali ke negara asalnya, Inggris pada usia 5 tahun. Stempel pun sempat mengenyam ilmu sepakbola di akademi klub Milwall FC sebelum memutuskan untuk kembali ke Panama dan memperjuangkan sepakbola di sana.

“(Awalnya) tak ada dukungan” tutur Stempel seperti dikutip mondofutbol.com. “Kami sering kekurangan materi pelatihan, bahkan terkadang tak punya bola. Bukan hal aneh untuk berlatih di lapangan bisbol atau saat melihat sepatu para pemain kami rusak. Semua pihak mengorbankan ekonomi mereka hanya untuk sekedar datang ke lapangan dan berlatih karena para pemain tidak dibekali uang transport” kenangnya kemudian.

Namun perjuangan keras Stempel dan rekan-rekannya tidak sia-sia. Pada tahun 1988, Panama akhirnya mendirikan asosiasi ANAPROF untuk menjalankan liga sepakbola profesional pertama kalinya di negeri mungil tersebut. ANAPROF kemudian berevolusi menjadi LPF, yang menandakan kesiapan Panama untuk melaju ke jenjang sepakbola internasional yang lebih tinggi.

Setelah liga profesional bergulir di Panama, Stempel pun bisa mulai mempraktekkan ilmu yang diperolehnya selama menetap di Inggris dan menjadi pelatih sejumlah klub lokal; diantaranya Panama Viejo, yang empat kali dibawanya menjuarai kancah domestik, ditambah dua gelar lain. Di level nasional, Stempel akhirnya dipercaya untuk menukangi tim senior pada tahun 2009, setelah sebelumnya berhasil membawa tim U-20 Panama lolos ke Piala Dunia U-20 di tahun 2002. Pada era tersebut Stempel berhasil membawa Panama hingga ke perempat final Gold Cup nan bergengsi. Salah satu binaannya, Roman Torres, hingga kini masih menjadi sosok kunci di barisan pertahanan Panama dan didapuk sebagai kapten di Piala Dunia Rusia.

Roman Torres; Dari Jalanan Menjadi Pemimpin Panama Di Piala Dunia

“Dia datang dari jalanan” tutur Stempel tentang Torres. “Kami betul-betul mengasahnya dari nol”

Seperti halnya Torres, sebagian besar pemain sepakbola Panama berlatar belakang sebagai anak jalanan dan anggota geng berbahaya. Kerja keras, ketekunan serta kegigihan Stempel telah berhasil membuat para remaja tanggung tersebut menjadi atlet berbakat dengan standar internasional.

Kini, berkat kengototan Stempel, sepakbola tidak lagi dipandang sebagai olahraga kelas dua di Panama. Maka tak heran jika ia masih mengabdi pada tim nasional Panama dengan menjadi pelatih tim U-17.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top