BERITA BOLA

Flop & Drop! 11 Pemain Paling Mengecewakan Di Liga Inggris Musim Ini

Liga Premier Inggris baru saja mencapai puncaknya dan mengesahkan Chelsea sebagai juara kompetisi teratas Inggris Raya tersebut untuk musim 2016 / 2017. Selain sejumlah pemain yang memperoleh penghargaan individu karena pencapaian dan performa, ada pula mereka yang terjerembab dan gagal memenuhi ekspektasi sepanjang musim, berikut kami rangkumkan 11 ‘bintang jatuh’ yang sinarnya paling pudar di Liga Inggris musim ini dalam sebuah ‘kesebelasan fantasi’ dengan formasi 4-4-2. Selamat membaca!

Kiper : Claudio Bravo (Manchester City)

Saat didatangkan dari Barcelona di awal musim dengan banderol 17 juta Euro dan predikat ‘kiper terbaik planet ini’, tak banyak yang meragukan kualitas Bravo, dan percaya bahwa kiper berusia 33 tahun itu lebih dari sekedar mampu untuk menggantikan posisi Joe Hart, namun pada akhirnya, pengamatan para skeptis lah yang terbukti benar. Bravo kesulitan beradaptasi di bawah mistar dan kerap kebobolan gol-gol mudah, bahkan Pep Guardiola sendiri, yang notabene adalah pelatihnya di Barca sampai rela menepikannya dan lebih mempercayai Willy Caballero di paruh kedua musim. Pemain asal Cili itu disinyalir sudah tak akan mendapat kepercayaan lagi dan segera hengkang dari Etihad di musim panas mendatang.

 

Bek Kanan : Sam Byram (West Ham United)

Setelah satu musim berkutat dengan cedera, banyak harapan yang dibebankan di pundak pemuda yang satu ini. Didatangkan dari Leeds United ke West Ham, Sam Byram masih belum juga klik dengan permainan The Hammers racikan pelatih Slaven Bilic, bahkan sering membuat kesalahan elementer yang merugikan timnya. Namun, Byram masih berusia muda dan jalannya masih panjang membentang. Musim depan dapat menjadi momen pembuktian kualitas Byram jika ia mampu bermain secara lebih konsisten.

 

Bek Tengah : Wes Morgan (Leicester City)

Kapten ‘tim dongeng’ Leicester City kala berhasil meraih gelar juara Liga Inggris musim lalu, saat ini, Morgan gagal menemukan performa luar biasanya musim lalu sebagai palang pintu tangguh. Bek veteran asal Jamaika ini sering terlihat lamban dan tidak mampu membaca permainan dengan baik, secara fisik pun ia kerap diterpa cedera, sehingga membuat posisinya di Leicester tidak aman untuk musim depan.

 

Bek Tengah : Chris Smalling (Manchester United)

Di musim 2015 / 2016, Smalling adalah salah satu bek paling ditakuti di Liga Inggris, dan banyak pengamat yang menyatakan bahwa akhirnya mantan pemain akademi Fulham itu memenuhi potensinya yang digaungkan selama ini. Namun nyatanya, performa gentas Smalling hanya bertahan satu musim. Tahun ini, ia bahkan harus kehilangan posisi dari Phil Jones, Eric Bailly, dan bahkan Marcos Rojo yang berposisi asli sebagai bek sayap kiri. Jika tak memperbaiki performanya, bukan tak mungkin Smalling akan benar-benar dilego Jose Mourinho di bursa transfer mendatang.

 

Bek Kiri : Alberto Moreno (Liverpool)

Dari beberapa musim lalu, penampilan Alberto Moreno memang telah menuai sejumlah kritik, namun pemain asal Spanyol itu juga tak jarang bermain luar biasa dan membantu timnya meraih poin-poin krusial. Akan tetapi, tahun ini Moreno kembali lebih sering menghuni bangku cadangan. Parahnya lagi, ia bahkan tergeser dari James Milner yang sejatinya merupakan seorang gelandang serang di posisi bek kiri. Jejak rekam yang buruk tersebut membuat nama Moreno paling santer digosipkan akan segera meninggalkan Anfield.

 

Gelandang Tengah : Moussa Sissoko (Tottenham Hotspur)

Ingin tahu bagaimana hal bisa berubah drastis dalam kurun waktu 12 bulan saja? Tanyakan pada Moussa Sissoko. Sepertinya belum lama ketika pemain Prancis itu tampil memukau bersama negaranya di ajang Piala Eropa 2016 dan menarik minat klub-klub besar di seluruh dunia sebelum akhirnya mendarat di Tottenham dengan banderol 30 juta Euro. Nyatanya, penampilan Sissoko bersama Lilywhites cenderung biasa-biasa saja, terlebih jika dibandingkan dengan Eric Dier, Dele Alli dan Christian Eriksen. Banyak pengamat yang mempertanyakan komitmen serta daya juang Sissoko di lapangan yang jauh dari kala ia masih membela Newcastle. Jika memang tidak betah, rasanya Tottenham pun tidak akan berpikir dua kali untuk menjualnya di bursa transfer mendatang.

 

Gelandang Tengah : Jack Wilshere (Bournemouth, Dipinjamkan dari Arsenal)

Kendati telah rela berpindah klub, masa depan Jack Wilshere nyatanya masih mengambang. Diharapkan, pemain asli Inggris itu akan mampu memancarkan kembali sinarnya di Bournemouth, namun pada kenyataannya Wilshere pun cukup kesulitan untuk menembus tim inti asuhan Eddie Howe tersebut. Bournemouth pun dikabarkan tidak berminat memperpanjang masa peminjamannya, dan Wilshere akan segera kembali ke The Gunners musim depan.

 

Gelandang Serang : Mesut Ozil (Arsenal)

Rasanya semua penggemar sepakbola sepakat mengenai kualitas permainan Mesut Ozil, tetapi ada satu hal yang menghalangi pemain berdarah Turki itu untuk memenuhi potensinya; yakni konsistensi. Jika sedang 100% mood, Ozil dengan gampang dapat mengatur ritme permainan dan melepas umpan-umpan akurat yang sudah menjadi ciri khasnya, namun jika tidak–terutama saat berhadapan dengan tim besar, ia lebih sering terlihat kebingungan di lini depan dan tak begitu antusias mengejar bola. Jika terus demikian, maka rasanya Arsenal akan lebih memilih untuk berinvestasi pada pemain lain yang kemampuannya tak seberapa namun lebih memiliki komitmen, ketimbang bergantung pada status kebintangan seorang Ozil.

 

Sayap Kanan : Riyad Mahrez (Leicester City)

Sebagai peraih gelar Pemain Terbaik FA tahun lalu, cukup membingungkan melihat performa Riyad Mahrez musim ini. Pemain tim nasional Aljazair itu begitu mudah kehilangan bola dan sering membuang-buang peluang, padahal baru setahun sebelumnya ia menebar teror lewat sisi lapangan dan dengan mudah memotong masuk melewati para penjaganya sebelum melepas assist matang atau mencetak gol spektakuler. Sepanjang musim ini, Mahrez tidak sekalipun membuat gol dari open-play dan hanya menciptakan enam tembakan ke arah gawang, jauh di bawah torehannya musim lalu yang berada di angka 17.

 

Sayap Kiri : Daniel Sturridge (Liverpool)

Bila sebelumnya sering menghuni bangku cadangan karena cedera, namun musim ini Sturridge benar-benar gagal membuktikan kualitasnya sebagai predator handal Liverpool. Meski akhirnya bangkit di beberapa pertandingan terakhir, tetap saja Sturridge hanya mampu menceploskan 3 gol sepanjang musim dan berada di belakang Roberto Firmino serta pemain muda Divock Origi dalam skema Juergen Klopp. Bila ingin mempertahankan karirnya di level teratas, ada baiknya Sturridge mulai mengontak agennya dan mencari klub yang bersedia mempermanenkan jasanya musim depan, terlebih selagi ia berada dalam kondisi fit tanpa cedera apapun.

 

Penyerang : Wayne Rooney : (Manchester United)

Performa Rooney memang memicu perdebatan, karena ia masih dinilai sebagai salah satu pemain vital bagi Setan Merah. Tetapi jika melihat statistiknya musim ini, Rooney jelas kalah dari Zlatan Ibrahimovic dan pemain belia Marcus Rashford. Sinar Wazza yang berpendar terang selama 15 tahun mulai meredup dengan cepat seiring usianya yang makin menjauhi umur prima pesepakbola, dan pemilik rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Manchester United itu pun dikabarkan siap meninggalkan Old Trafford musim depan untuk mencari peruntungan di tempat lain.

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top