Serie A

Fazio Merasa Nyaman Berlaga di Serie A yang Taktis

Karier dari Federico Fazio memang kembali menanjak semenjak dirinya bergabung bersama AS Roma. Fazio pun mengaku bahwa dirinya merasa nyaman bermain di Seria A Italia sebab memiliki gaya bermain yang lebih taktis.

Perjalanan karier dari Fazio pun sempat meredup ketika bergabung bersama Tottenham Hotspur di musim 2014/2015. Dia datang dari tim juara Liga Europa musim 2013/2014 bersama dengan Sevilla. Tetapi, nampaknya Fazio cukup kesulitan untuk beradaptasi atas kultur sepakbola Liga Inggris.

Memang secara bentuk fisik, tinggi tubuh dari Fazio cukup tinggi yakni mencapai 1,95 meter. Hal itu telah membuatnya kesulitan dengan menghadapi gaya bermain direct serta tempo cepat dari tim – tim di Liga Premier Inggris. Terlebih lagi The Spurs memang merupakan tim yang kerap kali menerapkan pressing pada garis pertahanan yang tinggi, sehingga akan menuntut pemain belakang untuk terus sigap dalam bergerak naik dan turun serta selalu siap dalam berduel adu cepat dengan pada penyerang dari tim lawan.

Pada musim 2014/2015, Fazio tampil dalam 31 pertandingan di semua kompetisi bersama Spurs. Pada musim seanjutnya, Fazio pun telah ditepikan dari skuat, dirinya lantas dipinjamkan menuju klubnya sebelumnya, Sevilla. Fazio dipinjamkan pada saat bursa transfer tengah musim dan mampu mengantarkan tim pertama di Benua Eropa itu, kembali meraih gelar Liga Europa.

Pada musim ini, Spurs pun memutuskan untuk meminjamkannya menuju AS Roma dan kabarnya statusnya akan segera dipermanenkan oleh klub ibukota Italia tersebut. dirinya telah menjadi andalan pada lini belakang Serigala Roma. Dia pun sudah tampil pada 26 laga di semua kompetisi dan sudah menyumbangkan satu gol bagi AS Roma.

Fazio pun mengaku begitu nyaman bermain di kompetisi Serie A. Sebab secara permaianan, memang Italia lebih mengandalkan dalam pemahaman taktik serta kecermatan dalam membaca situasi dan dinamika dalam permainan.

“Saya pun sudah begitu menyukai sepakbola Italia serta memiliki ikatan yang kuat bersama Italia. Hal itu mungkin saja dikarenakan kakek saya ini berasal dari Italia. Pada saat Piala Dunia, apabila Argentina telah tersingkir, maka saya pun akan memberikan dukungan kepada Azzurri,” ungkap pemain belakang yang berusia 29 tahun tersebut pada Roma TV.

Berdasarkan catatan dari Whoscored, Fazio telah menampilkan permainan terbaik kedua bersama AS Roma pada musim ini. Fazio tercatat telah memiliki nilai 7,49. Dirinya berada di belakang Edin Dzeko yang memiliki nilai 7,76. Disetiap pertandingannya, Fazio tercatat rata – rata mampu melakukan 3 intersep, 1,5 tekel serta 7,2 sapuan.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top