Liga Indonesia

Eks-Marquee Player Madura United Bongkar Bobroknya Liga Indonesia

Mantan pemain asing Madura United, Boubacar Sanogo, baru-baru ini bicara jujur mengenai kondisi sepakbola Indonesia. Striker Pantai Gading itu mengkritik keras prasarana klub Tanah Air yang menurutnya jauh di bawah standar.

Sanogo hanya tiga bulan merumput bersama Madura United sebelum kontraknya diputus karena dianggap kurang memberikan kontribusi. Selama berlaga dengan Laskar Sape Kerrap, eks-striker Pantai Gading itu memang hanya mencetak 1 gol dari lima kali bertanding. Sanogo saat ini diketahui kembali merumput di Jerman dan membela klub divisi 5, VSG Altglienicke. Kepada harian Jerman T-Online, ia membeberkan semua pengalaman buruknya selama berkarir di Indonesia.

“Saya tidak suka di sana (Indonesia), strukturnya sangat memprihatinkan. Kami tidak punya ruang ganti dan shower di tempat latihan, jadi kami harus (membersihkan diri) di rumah” papar Sanogo. Lebih lanjut, pemain yang pernah menjadi andalan tim Bundesliga seperti Werder Bremen dan Hamburg SV itu pun mengaku lebih nyaman saat berkarir di India.

Bukan hanya Boubacar Sanogo, pemain Marquee andalan Madura United lainnya, Peter Odewingie, juga tak menyembunyikan rasa kecewanya terhadap keputusan wasit di laga terakhirnya kontra Bhayangkara FC. Kala itu, Odemwingie ditekel secara keras oleh kapten Bhayangkara, Indra Kahfi, hingga kakinya memar, namun wasit hanya memberi kartu kuning untuk Kahfi. Muntab dengan keputusan tersebut, Odemwingie pun membalasnya dengan menendang paha atas Kahfi dengan keras dan diberikan kartu merah langsung. Kontraknya di Madura United pun diputus tak lama setelah kejadian tersebut.

No comment about player and the referee who give only a yellow

A post shared by O Peter (@odemwingie_81) on

Di akun instagramnya, Odemwingie mengunggah video kejadian dan foto-foto yang memperlihatkan memar dan lecet di kakinya dengan caption singkat “tak ada komentar tentang pemain (Indra Kahfi, yang menekel dirinya di video tersebut) dan wasit yang hanya memberi kartu kuning”

Jika begini terus, bagaimana pemain luar lain bisa tertarik untuk datang dan menambah kualitas Liga Indonesia? PSSI dan pihal LBI selaku penyelenggara harus segera berbenah agar GOJEK TRAVELOKA Liga 1 menjadi liga pembaharuan di era modern dan bukan jadi kompetisi yang penuh dengan intrik seperti dulu. Malu, broh!

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top