BERITA BOLA

Dukung Kemerdekaan Catalan, Gerard Pique Siap Mundur Dari Timnas Spanyol

Bek sentral Barcelona, Gerard Pique, belum lama ini menghadapi dilema besar. Pasalnya, pemain asli kelahiran Catalunya itu merasa lebih memilih untuk mundur dari tim nasional Spanyol jika memang dukungannya terhadap kemerdekaan Catalan dipermasalahkan khayalak.

Pique mengungkapkan pemikirannya itu setelah membawa Barca menekuk Las Palmas 3-0 tanpa disaksikan seorang penonton pun di Nou Camp. Hal ini terjadi setelah konflik antara pihak berwenang Spanyol dengan pendukung kemerdekaan Catalan yang memakan korban 750 orang cedera.

Berbicara pada TV Spanyol seperti dilansir Sky Sports, Pique mengaku dirinya akan dengan senang hati mundur jika orang-orang Catalan mempermasalahkan ia bermain untuk tim nasional Spanyol. “Saya pergi bermain untuk tim nasional (Spanyol) karena saya percaya adanya demokrasi dan ada banyak orang di Spanyol yang tidak setuju dengan hal yang tengah terjadi” papar Pique. “Orang yang pergi bermain untuk tim nasional Spanyol bukanlah yang paling patriotis, anda harus pergi dan tampil secara maksimal. Itu bukan kompetisi patriotisme, tapi tentang pergi dan memberi semua yang anda miliki untuk menang. Itulah yang saya pahami” imbuhnya.

“Jika siapapun di federasi percaya bahwa saya tidak seharusnya berada di sana (tim nasional Spanyol), saya akan mundur” tukas Pique tegas.

Lebih lanjut, mantan pemain muda Manchester United itu juga menyebut bermain kontra Las Palmas sebagai pengalaman terburuk sepanjang karir profesionalnya. “Komite klub mencoba menunda laga kemudian mereka datang ke ruang ganti dan kami, sebagai klub, berdebat hingga memutuskan untuk tetap bermain”

Jika ditarik ke belakang, semua ini bermula kala para pendukung kemerdekaan Catalan melakukan voting untuk menyatakan ideologi mereka, dan tak dinyana, pihak kepolisian Spanyol malah melakukan tindakan brutal dalam membubarkan mereka dengan pentungan dan peluru karet hingga melukai para demonstran. Hal ini membuat geram Pique sebagai salah satu pendukung kemerdekaan Catalan dari Spanyol.

“Saat anda memili, anda bisa memilih ya, tidak atau kosong. Di negara ini, saat rezim Franco berkuasa, anda tak bisa memilih dan itu adalah hak yang harus kita perjuangkan. Saya merasakan Catalan dan hari ini saya berada di pihak masyarakat Catalunya karena tidak ada tindakan agresif sedikitpun (dalam aksi pemilihan) tapi para polisi dan petugas sipil datang dan melakukan apa yang mereka telah lakukan” ujarnya berapi-api.

Wah, semoga konflik ini tidak meluas dan berimbas pada keberadaan Barcelona sebagai salah satu tim terkuat di Liga Spanyol ya..

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top