Liga Indonesia

DRAMA SERU! Gol Detik Terakhir Lilipaly Hantar Bali United Tekuk PSM 1-0

Tim kebanggaan Pulau Dewata, Bali United, sukses melalui rintangan terberatnya musim ini setelah meraih angka penuh di kandang PSM Makassar. Stefano Lilipaly menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan di menit ke 95 setelah di babak pertama sempat bersitegang dengan rekan satu timnya, Sylvano Comvalius.

Atmosfer menekan sudah harus dirasakan tim tamu Bali United sebelum laga dimulai. Para suporter PSM memadati sudut-sudut Stadion legendaris Andi Matalatta Mattoangin untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Racikan yang berbeda dari pelatih kedua tim untuk meladeni satu sama lain pun menambah seru pertandingan yang amat menentukan ini.

PSM bermain menekan sejak menit awal dengan skema serangan kilat memanfaatkan para bintangnya seperti Zulkifli Syukur, Ferdinand Sinaga, M. Rahmat dan juga legiun asingnya seperti Marc Klok dan Wiljan Pluim. Pelatih Robert Rene Alberts menginstruksikan anak asuhnya untuk memainkan pola serupa gegenpressing a la Liverpool guna mengurung tim tamu di setengah lapangan mereka sendiri. Sementara di kubu Bali United, coach Widodo C. Putro lebih memilih untuk meredam gelombang serangan PSM dan memanfaatkan serangan balik cepat untuk membahayakan lini pertahanan Juku Eja.

Perbedaan pola ini pun memberikan hasil yang mencolok, terutama bagi PSM yang sering sekali melakukan tendangan ke arah gawang, beruntung kiper Wawan Hendrawan bermain luar biasa prima pada malam itu. Salah satu aksi briliannya terjadi di babak pertama kala menepis tendangan akurat yang dilepaskan Marc Klok dari luar kotak penalti. Bola yang seyogyanya meluncur mulus ke pojok atas gawang dan 90% masuk serta merta dimentahkan Wawan setelah melakukan lompatan akrobatik ke arah dalam. Bahkan para pemain di bench PSM pun memegang kepala mereka tak percaya karena sudah yakin akan terjadi gol.

Tak lama setelah peluang hebat tersebut, terjadi hal yang menggemparkan ketika Stefano Lilipaly tiba-tiba bertengkar dengan rekannya, Sylvano Comvalius, setelah Lilipaly melepas tembakan yang tak jelas arahnya. Comvalius yang terkenal sabar tampak sangat berang dan langsung mendorong Lilipaly; mereka pun nyaris saja baku hantam jika tak segera dilerai Irfan Bachdim dan rekan-rekan lainnya. Beruntung tindakan tersebut tak membuat wasit Murbazekov Eldos mengeluarkan satu pun kartu bagi keduanya.

Di awal babak kedua, coach Widodo membuat pergantian di lini belakang. Bek asal Korsel Ahn Byung Kyun digantikan oleh Ngurah ‘Nanak’ Trisnajaya. Meski awalnya langsung terkena kartu kuning karena melanggar Ferdinand Sinaga, namun Nanak bermain baik dan mampu mengkover area tengah-belakang dengan bersih bersama Agus Nova.

PSM pun tak mengendurkan intensitas sedikitpun dan terus merangsek dengan mengandalkan keberadaan Wiljan Pluim. Playmaker Belanda tersebut memang dikenal memiliki kemampuan mendikte tempo dengan dribel serta umpan-umpan jitu, namun malam itu, Pluim nampak juga kesulitan mengkreasi serangan karena ditempel ketat pemain senegaranya di kubu Bali United, Nick ‘VDV’ Van Der Velden. Rene Alberts kemudian juga memasukkan dua pemain depan sekaligus, yakni Titus Bonai dan Pavel Purishkin untuk menambah daya gedor, namun penampilan apik kiper Wawan pada malam itu berhasil mementahkan semua serangan yang mendekati gawangnya. Bukan hanya Wawan, deputi PSM, Rivki Mokodompit juga tak kalah gentas dalam mengawal mistarnya dan berulang kali maju jauh meninggalkan ‘sarang’ untuk menepis bola dengan gemilang.

Upaya terus menerus Bali United pun akhirnya membuahkan hasil manis. Di menit ke 5 perpanjangan waktu, pemain pengganti Hasyim Kipuw berhasil merebut bola dari penguasaan Tibo di sisi lapangan. Mantan pemain andalan timnas U-23 itu kemudian melepas umpan jauh ke depan yang bisa dikuasai dengan mulus oleh Comvalius; yang dengan tenang kemudian melepas umpan mendatar ke kaki Lilipaly yang tinggal menceploskan bola ke gawang kosong. 1-0 untuk Serdadu Tridatu dan kehangatan pun kembali menyeruak di antara kedua pemain yang sebelumnya berseteru tersebut. Mereka saling peluk, rangkul dan merayakan gol dengan melakukan tarian khas bersama Irfan Bachdim dan VDV.

Melihat keadaan yang mulai kurang kondusif akibat ulah sejumlah oknum suporter yang melempari lapangan dengan botol, dan juga waktu resmi yang sudah menunjukkan menit ke 97, wasit pun memutuskan untuk langsung mengakhiri laga tanpa kick off bagi PSM Makassar. Stadion Mattoangin pun sempat mencekam karena para oknum tersebut makin beringas dan sebagian turun ke lapangan sambil terus mencaci dan melempari para punggawa Bali united dan juga wasit dengan botol-botol plastik.

Terlepas dari semua drama yang kurang mengenakkan, Bali United membawa pulang tiga poin berharga dan kini bercokol dengan mantap di puncak klasemen dengan torehan 65 poin. Peluang juara semakin terbuka lebar bagi Serdadu Tridatu. Jika mereka berhasil mengatasi perlawanan Persegres di laga pamungkas, dan Bhayangkara FC kalah atau seri di salah satu laga menghadapi Madura United atau Persija Jakarta, maka dapat dipastikan trofi bergengsi Liga 1 GOJEK TRAVELOKA akan menjadi pencapaian tinggi pertama mereka di dua tahun didirikannya klub tersebut.

Tinggal selangkah lagi, Bali United!

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top