EPL

Direkrut Pada Awal Musim 2017/18, Lima Pemain Premier League Ini Gagal Memenuhi Ekspetasi

Bursa transfer musim panas di Premier League terlihat sangat “wah” dibandingkan liga-liga besar Eropa lainnya, dan tidak mengherankan liga Inggris menjadi sorotan selama bertahun-tahun.

Perekrutan klub terhadap seorang pemain pada umumnya demi menaikkan kualitas tim dan juga membuka peluang untuk mencapai tujuan di akhir musim, terutama di kompetisi Inggris yang terkenal sangat ketat.

Namun tidak semua pemain yang direkrut memenuhi harapan klub, didatangkan dengan dana besar atau nama besar, berikut adalah lima pemain di Premier League yang gagal memenuhi ekspetasi.

 

Gylfi Sigurdsson dan Davy Klaassen (Everton)

Didatangkan Everton pada musim panas, bahkan dengan dana yang tidak sedikit, The Toffees harus gigit jari atas perekrutan ini.

Dalam kasus Sigurdsson, Everton sejauh ini gagal memanfaatkan si pemain untuk mencetak banyak gol. Di klub sebelumnya, Swansea City, pemain berkebangsaan Islandia ini tampil cemerlang dan jangan heran mengapa Everton berani bayar mahal untuk jasanya.

Kemudian juga, Everton merekrut Klaassen dari Ajax Amsterdam dengan harapan tinggi karena bermain lebih dari 50 pertandingan Eropa, namun dia baru empat kali menjadi starter di Premier League dan Liga Europa sejauh musim ini, bahkan penampilannya jauh dari kata fantastis.

Menurut David Unsworth (yang menggantikan Ronald Koeman), dua pemain ini tidak bisa bermain di tim yang sama, sehingga memerlukan rotasi tepat untuk memaksimalkan keduanya.

 

Kelechi Iheanacho (Leicester City)

Kelechi Iheanacho

Leicester mengalami kesulitan untuk mengintegrasikan pemain baru di tim utama mereka sejak memenangkan gelar liga, tak terkecuali seorang Iheanacho meskipun namanya meroket bersama Manchester City.

Jamie Vardy adalah sosok penting untuk gaya bermain Foxes dan sampai saat ini  belum ada yang bisa menggantikan perannya.

Iheanacho tiba dari Manchester City dalam kondisi buruk dan kemudian mengalami cedera, tapi selain itu dia baru bermain satu kali di Premier League dalam hasil imbang 0-0 di Huddersfield. Pada usia yang masih sangat muda, striker Nigeria itu terlihat gagal menemukan bentuk terbaik seperti di City.

 

Alex Oxlade-Chamberlain (Liverpool)

Alex Oxlade-Chamberlain

Pemain sayap Inggris itu akhirnya sepakat ke Liverpool sejak menolak tawaran yang lebih baik dari Chelsea.

Faktor utamanya adalah keinginan untuk bermain di lini tengah, namun belum banyak tanda-tanda yang terjadi. Sebenarnya, dia bisa saja terus dimainkan The Reds, namun penampilannya tetap tidak memiliki kontribusi.

Bahkan saat Jordan Henderson, Emre Can dan Georginio Wijnaldum bermain buruk, nama James Milner lebih menjadi pilihan.

Masih berusia 24 tahun, masih belum jelas kemana karir mantan pemain Arsenal itu kedepannya. Oxlade-Chamberlain memang belum menjadi apapun di tim, tapi rumor hengkangnya Emre Can bisa jadi peluang baru untuk pemain muda Inggris tersebut.

 

Wilfried Bony (Swansea City)

Wilfried Bony

Fernando Llorente berhasil mencetak 15 gol untuk menyelematakan Swansea dari degradasi musim lalu, dan tim berbasis Wales itu selalu menolak tawaran Chelsea dan Tottenham di musim panas, sampai akhirnya nama yang terakhir mendapatkan jasanya.

Paul Clement kemudian membawa Tammy Abraham untuk mengurangi beban di lini depan, namun beban pemain pinjaman Chelsea itu meningkat karena kepergian Llorente.

Karena hanya punya waktu yang sangat sedikit, Swansea berpaling pada Bony yang ditebus seharga € 25 juta dan memiliki rekor 26 gol dalam 54 pertandingan Premier League.

Tanpa bisa dijelaskan kembali dengan memilih nomor punggung 2, striker Pantai Gading itu tampil buruk dan justru jadi ancaman bagi skuad Swansea itu sendiri.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top